Pengendalian Asem Aseman Pada Tanaman Padi
Pengendalian Asem Aseman pada tanaman padi bisa dengan menambahkan SAPTABIO untuk menambah C organik tanah. Manfaatkan pupuk NPK untuk meningkatkan daya tahan tanaman.
MAJALAHTEBAR.com. Penyakit tanaman padi bisa ditimbulkan oleh beberapa sebab antara lain oleh jamur, bakteri, virus, atau karena keadaan tanah. Salah satunya penyakit tanaman padi adalah asem-aseman.
Penyakit ini biasanya muncul hampir setiap tahun pada musim tanam padi kedua, ketika tanaman padi berumur dua sampai empat minggu setelah tanam. Menyerang saat musim kemarau maupun musim hujan. Kejadiannya akan semakin banyak pada lahan sawah yang kandungan c-organiknya rendah.
Kebiasaan petani kita yang menggenangi sawahnya dengan tujuan untuk menekan pertumbuhan gulma terutaman saat tanaman masih di usia muda. Pada lahan dengan drainase yang buruk (tidak mendapat masukkan dan air sulit dibuang dari petakan), juga akan sangat mudah terjangkiti asem-aseman ini.
Sebaiknya jangan terburu-buru memvonis kondisi yang demikian sebagai serangan hama ataupun penyakit baik akibat serangan jamur (blast) maupun bakteri (hawar daun).
Terlebih dahulu kita harus mendiagnosa penyebabnya. Sebab asem-aseman ini nyaris sama dengan gejala hawar daun maupun blast yang mentargetkan serangannya pada daun.
TANDA ASEM-ASEMAN
Sering kita jumpai tanaman padi yang baru beberapa saat ditanam, tadinya dalam keadaan hijau dan baik, tapi tiba-tiba terlihat mulai menguning seperti terbakar (klorosis). Pada pertumbuhannya ditemukan gejala kerdil (tidak mau tumbuh), akarnya tampak coklat kekuningan, dan keseluruhan daun berwarna kecoklatan hingga akhirnya habis yang berujung terjadinya kematian pada jaringan batang serta akarnya. Inilah yang dinamakan tanaman padi terjangkit “asem-aseman”, begitu petani biasa menyebutnya.
Asam-asaman adalah suatu gejala dimana daun padi menguning kemerahan diawali dari ujung menjalar ke pangkal daun, tak lama kemudian mengering dan pertumbuhan macet. Ketika tanaman dicabut akarnya tampak berwarna cokelat seperti warna besi berkarat, mudah mengelupas dan sebagian membusuk.
Kondisi ini jelas akan mengurangi suplai dan proses pertukaran oksigen di dalam tanah, yang mana fungsinya sangat penting bagi perkembangan akar. Asem-aseman sendiri terjadi karena proses perombakan/pelapukan bahan organik sisa jerami oleh mikroorganisme di lahan tersebut yang belum selesai.
Jika terlambat ditangani dengan baik, pertumbuhan padi nantinya akan terhenti, anakan tidak terbentuk dan bisa berujung pada kegagalan tanam. Namun biasanya sebagian petani masih menganggap, bahwa kondisi tanaman yang demikian karena kekurangan unsur hara dengan kandungan N.
Akhirnya ditambahlah pemakaian pupuk Urea yang mana bukannya daun menjadi hijau kembali, tapi malah akan semakin memperparah kondisi. Karena perlakuan seperti ini membuat terjadinya penurunan pH, tanah menjadi semakin asam, akhirnya tanaman keracunan Fe dan Na juga bisa timbul senyawa berbahaya seperti Asam Sulfat (H2SO4). Apalagi jika tanaman masih muda, bisa tambah makin parah jika dibarengi adanya serangan sundep (penggerek batang).
Penyebab yang lain juga terjadi pada tanaman padi MT-2, dimana masih banyak terdapat sisa-sisa jerami yang ditraktor dan mengalami proses membusukan / dekomposisi anaerobik dalam tanah terutama bagian rhizosfer (sekitar perakaran). Mikroba-mikroba anaerobik menghasilkan senyawa-senyawa asam, sulfida, pirit dan lain sebagainya sehingga tanah menjadi masam.
Sebagian mikroba anaerobik juga menyereng (mendekomposisi / membusukkan) akar-akar muda tanaman padi. Ditandai warna akar yang menguning kecokelatan seperti besi berkarat, agak licin jika dipegang dan kulit akar mudah mengelupas.Dampak kerusakan lebih besar pada sawah-sawah yang cara panennya dengan potong malai (tidak dibabat) dan jerami tidak dibawa keluar dari sawah.
Gejala akan semakin parah setelah diberikan pupuk susulan berupa urea.Tidak ada tenggang waktu cukup lama antara panen MT-1 dengan penanaman MT-2 untuk mengistirahatkan sawah dan membusukkan sisa-sisa jerami hingga tuntas. Salah satu cara untuk menanggulang permasalahan asem aseman di tanaman padi yaitu pemberian pupuk oranik hewani maupun hayati seta pembusukan padi yang sempurna serta mengatur jarak musim tanam dan sanitasi lingkungan.
TAMBAH PUPUK ORGANIK
Untuk mengatasi kandungan C organik yang rendah dapat menambahkan pupuk kandang atau pupuk organik yang sudah di fermentasi. Bisa juga menggunakan pupuk hayati seperti SAPTABIO yang mempunyai beberapa kandungan jenis mikroba yang dapat menaikkan kandungan unsur C organik dan juga menaikkan pH tanah.
Agar tanah tidak semakin parah terkena asem aseman maka dalam penggunaan pupuk harus disesuaikan dengan kondisi lahan masing masing.Terutama penggunaan kandungan unsur N yang mempunyai sifat amoniak tinggi (Urea) untuk sementara bisa di gantikan kandungan unsur N yang mengandung sulfut (ZA) dan dilakukan penambahan pupuk NPK yang berimbang.
Manfaat pupuk NPK sangat baik untuk tanaman, mampu memaksimalkan pertumbuhannya. Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbahan cair atau padat. NPK artinya tiga unsur hara yang terkandung dalam pupuk ini. Ada Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Ketiga unsur hara ini yang menjadikan manfaat pupuk NPK bisa membantu tanaman tumbuh dengan sempurna
Manfaat pupuk NPK yang dimaksudkan adalah mampu memaksimalkan pertumbuhan daun, mengokohkan batang, ranting, akar, serta merangsang pertumbuhan bunga dan buah. Cara menggunakan pupuk NPK bisa dilakukan dengan ditabur atau disiram.
CARA MENGGUNAKAN NPK
Ada dua cara menggunakan pupuk NPK yang sering dilakukan, yakni menaburkan pupuk NPK secara langsung ke tanah dan melarutkan pupuk NPK dengan air lalu disemprot atau disiram ke tanah
Adanya manfaat pupuk NPK pada tanaman:
- Memberikan warna hijau daun yang lebih baik
- Menjadi komponen utama asam amino
- Merangsang pertumbuhan vegetatif
- Meningkatkan produksi daun
- Merangsang pembentukan akar baru
- Memperkuat batang
- Merangsang pembentukan bunga dan buah
- Aktivator enzim
- Meningkatkan ketahanan tumbuhan
- Memacu translokasi karbohidrat
Kandungan hara pupuk NPK dan jumlah pupuk berimbang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil pertanian.*










