PT SUN Panen Raya Padi 10 Ton Produksi Naik Ramah Lingkungan
PT SUN panen raya padi 10 ton produksi naik ramah lingkungan. Petani makin paham menggunakan teknologi pemupukan untuk hasil maksimal.
MAJALAHTEBAR.com. Selain membantu banyak petani meningkatkan produksi di berbagai daerah, PT. Saprotan Utama Nusantara (PT. SUN) juga mendukung ketahanan pangan melalui pertanian ramah lingkungan. Panen bertambah, namun lahan tetap terjaga kesuburannya.
Kedua hal ini menjadi tema penting pada kegiatan PT SUN Panen Raya Padi 10 ton di Desa Sidorejo, Kecamatan Genang, Ngawi, Jawa Timur, Desember 2025. Acara berlangsung sangat meriah yang diikuti oleh lebih dari 250 petani.
Hadir mewakili Bupati Ngawi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, Anggota DPRD Kabupaten Ngawi, RSM Jawa Nusra PT SUN, H Sriyanto, Muspida Kabupaten Ngawi, Muspika Kecamatan Geneng dan Kepala Desa Sidorejo.Turut hadir pula perwakilan dari BPS Kabupaten Ngawi dan perwakilan KTNA Jawa Timur.
Supardi mengungkapkan, pihaknya mendukung sinergi dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian ramah lingkungan berkelanjutan. “Produksi padi di Ngawi tertinggi ketiga di Jawa Timur dengan IP300 (setahun panen padi 3 kali). Makanya perlu menjaga kesuburan tanah dengan meningkatkan pemupukan berimbang agar menjaga kondisi organik tanah sehingga pertanian bisa berkelanjutan,” tegasnya.
PANEN PADI 10 TON
Kegiatan panen padi 10 ton per ha juga telah dilaksanakan diberbagai daerah antara Sragen, Sukoharjo Jawa Tengah, Ngawi Jawa Timur, Tasikmalaya Jawa Barat dan kedepan daerah-daerah lain. Khusus di Kabupaten Ngawi melibatkan 415 petani dari 7 kecamatan yang ikut sebagai peserta lomba.
Harapan kedepan dengan kegiatan lomba padi 10 ton per hektar ini dapat memacu produksi padi di daerah Kabupaten Ngawi. Meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui pertanian ramah lingkungan.
Sriyanto menambahkan, melalui Lomba Panen Padi 10 Ton GKP Per Hektar dari PT SUN petani bisa membuktikan dengan sarana produksi yang tepat mampu meningkatkan produksi. Pendapatan petani pun tentu akan ikut meningkat.
“Perusahaan siap membantu petani dengan pendampingan petugas lapangan maupun pemanfaatan teknologi drone untuk pengendalian hama dan penyakit, sehingga tanaman terlindungi. Petani mendapatkan panen yang maksimal,” imbuhnya.
Rangkaian kegiatan panen raya padi 10 ton PT. Saprotan Utama Nusantara di Ngawi, setelah panen secara simbolis dilanjutkan dengan pengumuman hasil lomba panen padi 10 ton. Berikutnya penyerahan hadiah kepada pemenang lomba oleh Bupati atau yang mewakili.
Peraih juara pertama yakni Purwanto dari Gempol, Karangjati yang menanam vaietas Logawa dengan hasil panen bersih 13,328 ton/ha. Jura II Suwarlan dari Desa Sidomakmur, Kecamatan Widodaren dengan 13,219 ton/ha menggunakan varietas Inpari32. Juara III Gunawan dari Desa Pangkur dengan hasil bersih 12,240 ton/ha varietas Inpari 32 Promeo.
Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah berupa satu ekor sapi untuk juara I. Dua ekor kambing untuk Juara II dan satu ekor kambing untuk Juara III.
TANAMAN KOKOH
Purwanto mengatakan banyak petani di desanya yang sudah mengetahui produk PT SUN. “Dengan mengikuti kegiatan ini lebih terdorong untuk meningkatkan hasil panen. Tanaman kokoh anakan banyak,” ujarnya memberikan testimoni.
Capaian besar tersebut karena kerja keras petani dan pendampingan dari petugas lapangan PT. Saprotan Utama Nusantara serta penggunaan paket lengkap PT. SUN seperti NPK 16-16-16 Pak Tani dan Fertiphos serta FERTIBIO untuk pertanian ramah lingkungan.
Tidak ketinggalan Pupuk Soluble: CPN, Ultradap, Magnesium. Paket pemupukan ini untuk fase vegetatif membuat akar banyak, anakan banyak dan batang kuat.
Sementara, untuk meningkatkan produksi menggunakan Pupuk MKP dan Magnesium. MKP bisa dicampur Fungisida Torbinol.Pengendalian gulma menggunakan herbisida TODAN 50/10 OD dan ULTRON 25/18 WP, duet maut untuk melindungi tanaman padi. Pengendalian wereng dengan TORAM 25 SP.*










