Lomba Panen Padi 10 Ton GKP Per Ha PT Saprotan Utama Nusantara di Demak, Jawa Tengah Sarana Produksi yang Tepat untuk Meningkatkan Panen
Lomba Panen Padi 10 ton GKP per Ha PT Saprotan Utama Nusantara di Demak, Jawa Tengah Sarana produksi yang tepat untuk meningkatkan panen. Tanaman terlindungi dari gangguan hama, penyakit maupun gulma. Petani tidak lagi bergantung pada pupuk subsidi.
MAJALAHTEBAR.com. Meraih produksi tinggi bukan hanya mimpi. Melalui penggunaan sarana produksi yang tepat, petani padi di Demak berhasil membuktikannya.
Bukti nyata terlihat dari hasil pengumuman Lomba Lomba Panen Padi 10 Ton GKP per Hektar PT Saprotan Utama Nusantara di Demak, Jawa Tengah baru-baru ini. Lomba Panen Padi 10 GKP per Ha, sebelumnya di kab Sragen, Jawa Tengah dan sedang jalan di kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Lebih dari 200 petani dari enam kecamatan menghadiri kegiatan yang berlangsung meriah di Desa Tologorejo Kecamatan Wonosalam, Demak. Fatkur Rozi, Kepala Desa Tlogorejo mengikuti acara dengan penuh antusias mendukung warganya.
Pemerintah Kabupaten Demak juga turut mendukung yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, S.IP.,MM. Hadir pula Kepala BPS kabupaten Demak, Komarudin. S.ST. Polsek Kecamatan Wonosalam Ruswanto. PPL dan Petugas POPT Kecamatan Wonosalam.
Hadir dari PT SUN, H. Sriyanto, RSM Wilayah Jawa Bali Nusra. Berikut petugas lapangan wilayah Demak dan pantura Jawa Tengah.
LAHAN DPP
Sebelum acara inti, petani melihat langsung lahan DPP sambil mendapatkan penjelasan penggunaan paket lengkap PT SUN untuk tanaman padi. Acara juga diselingi dengan penjualan langsung.
Peserta Lomba Panen Padi 10 GKP per Ha adalah petani padi se willayah Kabupaten Demak. Produk yang digunakan antara lain Perthipos, NPK 16-16-16 Pak Tani dan tetap menggunakan pupuk Subsidi.
Petani yang menanam di musim tanam kedua tersebut jug menggunakan Pupuk Soluble: KNO3, Ultradap, Magnesium. Paket pemupukan ini untuk fase vegetatif membuat akar banyak, anakan banyak dan batang kuat.
Sementara, untuk meningkatkan produksi menggunakan Pupuk MKP dan Magnesium. MKP bisa di Campur Fungisida Torbinol.
Tidak ketinggalan penggunaan herbisida baru TODAN 50/10 OD dan ULTRON 25/18 WP yang merupakan duet maut untuk melindungi tanaman padi. Pengendalian wereng dengan TORAM 25 SP.
Setelah mendapatkan penilaian dengan ketentuan lomba, terpilih sebagaia pemenang Seko Utomo, petani Desa Wonosalam Kec Wonosalam dengan hasil ubinan 9.80 Kg atau setra dengan 13.6 Ton/ha setelah dipotong 15%.
Juara 2 Sutikno patani dari Desa Sidomulyo Kecamatan Dempet dengan hasil ubinan 9.32 Kg (12.7 Ton setelah dipotong 15%). Juara 3 Mukaidi Petani dari desa Jali Kecamatan Bonang. Hasil Ubinan 8.71 Kg (11.9 Ton setelah dipotong 15%.
Agus Herawan. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada petani yang penuh semangat mengikuti kegiatan tersebut. Agus juga mengucapkan selamat sekaligus memberikan secara simbolis kepada pemenang Lomba Panen Padi 10 ton GKP perr hektar. termasuk dalam lomba padi.
SARANA PRODUKSI TEPAT
Sriyanto, RSM PT SUN Wilayah Jawa Bali Nusra mengucapkan terima kasih kepada para undangan yang hadir khususnya kepada petani se-Kabupaten Demak. “Melalui Lomba Panen Padi 10 Ton GKP Per Hektar dari PT SUN petani bisa membuktikan dengan sarana produksi yang tepat mampu meningkatkan produksi. Petani jangan sungkan untuk bertanya tentang budidaya padi karena Petugas lapangan dari PT SUN siap membantu mendampingi,” ungkapnya.
PT SUN Ikut berpartisipasi mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit. Melakukan pendampingan terhadap petani agar dapat meningkatkan hasil produksi dan kualitas hasil panen.
Selain itu kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit. Meningkatkan income/penghasilan petani.*










