Home / Profil

Senin, 30 Juni 2025 - 21:11 WIB

Kuat dan Tidak Gampang Tumbang

Kuat dan Tidak Gampang Tumbang

MAJALAHTEBAR.com. Dua hal yang menentukan sukses panen petani jagung dan bawang merah adalah pemupukan berimbang dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang tepat. Keduanya mendukung tanaman tumbuh sehat, kuat dan tidak gampang tumbang.

Hingga kini, banyak petani menggunakan pupuk subsidi baik urea maupun NPK untuk budidaya jagung. Pupuk tersebut memberikan hara makro atau kebutuhan pokok bagi tanaman.

Jika ingin tanamannya mendapatkan nutrisi lengkap untuk pertumbuhan jagung yang terisi penuh, tongkol besar, petani perlu memberikan pupuk tambahan. Fairuz menyarankan menggunakan kombinasi hara makro Nitrogen Phospore dan Sulfur 16-20+12S.

“Pupuk ini mudah larut dalam air cocok untuk fase vegetatif memperkuat batang, perakaran lebih sempurna dan daun lebih hijau,” terang wanita yang sering memberikan pendampingan petani.

Baca juga  Ash Karnoto, Petani Surabaya, Jawa Timur: Menyiapkan Cem-ceman

Tidak kalah pentingnya, untuk melindungi tanaman jagung dari gangguan gulma. Menurut R&D PT Saprotan Utama Nusantara ini petani beruntung karena ada banyak pilihan.

Fairuz menyarankan, agar tepat sebaiknya menggunakan herbisida sistemik selektif pra dan purna tumbuh berbentuk pekatan suspensi. Memiliki spektrum efikasi yang luas untuk gulma berdaun lebar maupun gulma berdaun sempit.

“Hemat dan mudah dalam penggunaan, tidak perlu dicampur dengan herbisida lain. Hanya satu kali pemakaian tanaman jagung bebas gulma hingga panen,” jelasnya.

Baca juga  Kios Istana Tani, Ponorogo, Jawa Timur

Sementara, untuk tanaman bawang merah bisa menggunakan pupuk yang sama 16-20+12S.  Memasuki kemarau petani patut waspada. “Tanaman rentan cekaman stres yang berdampak produksi menurun. Solusinya berikan yodium yang mampu melindungi tanaman dari stres lingkungan. Penggunaannya cukup 2 kg/ha pada fase generatif,” sarannya.

Fairuz tidak menafikan diantara petani ada yang senang mencoba dengan caranya sendiri. Jika hasilnya positif, bisa memberikan nilai lebih.

Namun sebaiknya, kata Fairuz, dosis  atau konsentasi larutan pestisida yang dibuat, hendaknya mengikuti rekomendasi. Jika membutuhkan pendampingan, hubungi petugas lapangan dari PT Saprotan Utama Nusantara yang siap membantu,” pungkasnya.*

Share :

Baca Juga

Profil

Koperasi Cepoko Mulyo Raharjo (Cemoro) Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur

Profil

Arief Rakhman: Memberikan Solusi Sesuai Rekomendasi

Profil

Kios Manunggal Tani, Banyuasin, Sumatera Selatan

Profil

Kios Bagus Makmur, Gunungkidul, DIYogyakarta

Profil

Kios Waluya Tani, Karawang, Jawa Barat

Profil

Kios RIIBRI PUTRA, Karawang, Jawa Barat

Profil

APKP : Bisa Panen Kentang Setahun 6 Kali

Pestisida

Lutfi Anshori: Bantu Petani Menemukan Solusi