Penggunaan CHLORDIN 100/200 SC pada Tanaman Bawang Daun
Penggunaan CHLORDIN 100/200 SC pada tanaman bawang daun di Wonosobo, Jawa Tengah memberikan hasil maksimal. Ulat langsung mati setelah terkena larutan semprot. Paket perlindungan kombinasi dengan Lannate 25 WP dan Lannate 40 SP serta UNICAL 100/125 SC.
MAJALAHTEBAR.com. Sukses launching produk baru CHLORDIN 100/200 SC dari PT Mitra Kreasidharma di Nganjuk, Jawa Timur menjadi harapan baru petani. Produk ini mampu memberikan perlindungan maksimal pada tanman budidaya sehingga petani mudah dalam pemeliharaan hingga panen.
Gambaran ini terlihat pada budidaya tanaman bawang daun di Dusun Klowoh Banyumudal Kalikajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Hamparan bawang daun tumbuh subur mulus, menyenangkan bagi petani dan warga yang melintas.
Daerah ini merupakan sentra sayuran di lereng Gunung Sumbing yang indah dah sejuk. Tanaman yang subur dan hijau pun makin mempercantik kawasan ini.
SUKSES RAIH PANEN
Borex, petani setempat sudah langsung mencoba saat produk ini resmi beredar. Tidak lain karena dia sudah percaya pada produk MKD yang telah banyak membantu petani sukses meraih panen.
Menuru Borex, setelah aplikasi CHLORDIN 100/200 SC dengan cara semprot daun, ulat yang diluar atau yang terkena kontak langsung pada saat aplikasi langsung mati. “Ini tidak perlu menunggu lama, hari itu juga ulat yang kena semprot langsung mati. Sedangkan di hari ketiga setelah aplikasi baru terlihat ulat yang di dalam daun pada tanaman bawang daun mati,” ungkapnya.
Borex mengaku senang menggunakan insektisida baru MKD ini karena hemat. Penggunaan cukup dengan dosis 1 ml/liter.
Chlordin 100/200 SC merupakan insektisida sistemik aksi ganda dengan dua bahan aktif: Klorantraniliprol 100 g/L dan Klorfenapir 200 g/L. Target sasaran berupa hama ulat, kutu-kutuan, dan tungau pada tanaman seperti padi, kubis, dan bawang merah atau bawang daun.
Insektisida ini efektif mematikan telur hama dan larva yang resisten (kebal). Dosis aplikasi kecil, efikasi yang tinggi.
Keunggulan lain dari insektisida dua bahan aktif ini berspektrum luas dan hasil aplikasi bertahan lama.Mempunyai efek sebagai akarisida, bisa mengendalikan hama dari golongan tungau, lalat. Tidak menyebabkan keracunan pada tanaman pokok dan lingkungan.
Untuk meningkatkan efektifitas pengendalian, Borex menggunakan paket bawang daun yakni mengkolaborasikan dengan Lannate 25 WP dan Lannate 40 SP. Berikut fungisida sistemik duo bahan aktif Azoksistrobin dan Difenokonazol.
Selain Borex, para petani baawang daun di Banyumudal juga menggunakan paket perlindungan tanaman bawang daun, sehingga panennya maksimal.*










