Peranan Penting Herbisida Dalam Mempersiapkan Budidaya Pertanian
Peranan penting herbisida dalam mempersiapkan budidaya pertanian. Herbisida sistemik efektif untuk mengendalikan gulma yang memiliki sistem perakaran yang luas. Salah satu contoh SIDAFOS 480 SL dan SEETOP 525 SL.
MAJALAHTEBAR.com. Pengendalian gulma secara tepat merupakan faktor penting agar produksi tanaman budidaya meningkat. Beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk mengendalikan gulma adalah biologi gulma, daur hidup, perkembangbiakan, cara penyebaran dan cara tumbuh.
Aplikasi herbisida yang tepat guna memainkan peran krusial dalam pengelolaan gulma dan peningkatan hasil pertanian. Pemilihan jenis herbisida yang sesuai dengan karakteristik gulma dan tanaman utama, serta penguasaan prinsip dasar aplikasi yang tepat, adalah langkah penting untuk memastikan efektivitas pengendalian gulma. Dengan mempertimbangkan dosis yang tepat, waktu aplikasi yang optimal, serta penggunaan alat yang tepat, petani dapat mengurangi pemborosan bahan kimia dan dampak negatif terhadap lingkungan.
Herbisida mempunyai karakteristik atau cara kerja yang berbeda-beda terhadap pengendalian gulma. Secara umum jenis herbisida berdasarkan cara kerjanya dapat dibebedakan menjadi 2 bagian, yaitu herbisida sistemik dan herbisida kontak.
Herbisida sistemik merupakan jenis herbisida yang diserap oleh tanaman dan didistribusikan ke seluruh bagian tanaman, termasuk akar, batang, daun, dan bahkan bunga dan biji. Ini berarti bahwa ketika gulma menyerap herbisida sistemik, gulma akan terpengaruh sepenuhnya, bahkan jika hanya beberapa bagian yang langsung terkena oleh herbisida. Herbisida sistemik efektif untuk mengendalikan gulma yang memiliki sistem perakaran yang luas. Salah satu contoh SIDAFOS 480 SL dan SEETOP 525 SL.
PARAKUAT
Parakuat adalah herbisida non-selektif yang sangat efektif dalam mengendalikan berbagai jenis gulma, termasuk yang tahan terhadap glyphosate. Ini bekerja dengan cepat, menghancurkan jaringan tanaman yang terkena kontak dan menyebabkan gulma mengalami kematian.
Sedangkan herbisida kontak adalah jenis herbisida yang hanya mempengaruhi bagian tanaman yang langsung terkena oleh herbisida. Herbisisa jenis ini tidak diserap dan didistribusikan ke seluruh bagian tanaman seperti herbisida sistemik.
Herbisida ini langsung mematikan jaringan-jaringan atau bagian gulma yang terkena larutan, terutama bagian gulma yang berwarna hijau. Herbisa kontak bereaksi sangat cepat dan efektif jika digunakan untuk memberantas gulma yang masih hijau, serta gulma yang masih memiliki sistem perakaran tidak meluas. Salah satu contoh SIDAXONE 276 SL dan LIUXONE 150 SL.
Herbisida ini bekerja dengan cara masuk ke dalam tubuh gulma memalui lapisan terluar gulma dan masuk ke bagian yang lebih dalam hingga bagian tersebut mati. Hal ini dikarenakan bahan aktif dari hebisida kontak nyaris tidak ditranslokasikan ke jaringan lain.
Jikalau hanya terbawa ke jaringan lain, biasanya hanya berjumlah sangat sedikit dan ditranslokasikan melalui pembuluh floem. Penggunaan herbisida jenis ini dinilai paling efektif dibandingkan dengan pengendalian gulma dengan metode lainnya.
Efektivitas herbisida ini diakibatkan dari cara kerja pengendalian gulma yang beraneka ragam, seperti menghambat pertumbuhan gulma, menimbulkan efek formatif, klorosis, nekrosis, dan kurangnya pembentukan kutikula.
Fungsi utama penggunaan herbisida tersebut mampu membantu dalah hal waktu pengerjaan lebih cepat,efektif dan mudah dalam pengaplikasiannya serta dapat megurangi biaya tenaga kerja.
Memilih dan menentukan jenis herbisida berdasarkan bentuk dan jenis gulma pada lahan pertanian merupakan langkah penting dalam mengendalikan pertumbuhan gulma secara efektif. Dalam penggunaan herbisida, juga penting untuk selalu mengikuti petunjuk label dengan hati-hati, termasuk dosis yang tepat, waktu aplikasi, dan langkah-langkah keselamatan.
Penggunaan yang tidak benar dapat berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan praktik pertanian atau pertamanan yang berkelanjutan yang meminimalkan ketergantungan pada herbisida kimia. Kombinasi antara pengendalian mekanis, seperti mencabut gulma secara manual, dan penggunaan herbisida secara selektif dapat membantu mengelola gulma dengan lebih efektif dan berkelanjutan.
ROTASI PENGENDALIAN
Penggunaan herbisida ketika cara pengendalian dengan metode lain tidak menghasilkan dampak yang signifikan atau ketika serangan gulma sudah mulai diluar kendali petani. Meskipun dinilai mengatasi gulma lebih cepat, rotasi pengendalian gulma menggunakan herbisida kontak terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
Dengan kata lain, gulma akan tumbuh lebih cepat di kemudian hari. Efektivitas herbisida kontak juga akan meningkat apabila kondisi lingkungan lahan mendukung, misalnya iklim dan cuaca pada lahan.
Saat musim hujan memang tidak disarankan untuk menggunakan herbisida ini karena akan menghilangkan sebagian besar bahan aktif herbisida tersebut. Selebihnya, efektivitas jenis kontak juga tidak lepas dari dosis dan cara pemberian yang tepat.
Penggunaan herbisida kontak sebagai salah satu upaya terakhir pengendalian gulma tentunya memilki keunggulan seperti mampu mengendalikan gulma pada waktu singkat. Dengan menggunakan herbisida kontak, pengendalian gulma hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 hingga 3 jam setelah disemprot.
Gulma akan didapati mati 2-3 hari setelahnya. Tentunya berbeda dengan cara lain misalnya secara mekanis – yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengendalikan gulma. Kecepatannya dalam mengendalikan gulma menjadikan herbisida kontak baik untuk digunakan sebelum waktu tanam dimulai.
Sebelumnya telah disinggung tentang penggunaan yang singkat dan cepat menjadi keunggulan penggunaan herbisida kontak ini.Tetapi Kelemahan Herbisida Kontak ini ternyata memiliki konsekuensi berupa gulma tumbuh kembali dalam waktu yang singkat.
Kira-kira diperlukan waktu sekitar 2 minggu setelah penyemprotan untuk gulma mulai tumbuh kembali. Kelemahan lain dari herbisida ini yaitu cara aplikasi yang benar. Sesuai dengan namanya, herbisida kontak mengharuskan herbisida ‘berkontak’ langsung pada bagian tubuh gulma agar bisa bekerja dengan baik. Jika herbisida initidak menyentuh permukaan gulma, maka pengendaliannya tidak akan efektif.
Maka dapat di simpulkan bahwa penggunaan herbisida secara bijak dan benar akan membantu dalam budidaya tanaman yang berkelanjutan.*










