Pupuk dan Fungisida yang Bisa Diandalkan di Musim Hujan
Pupuk dan fungisida yang bisa diandalkan di musim hujan untuk panen kentang maksimal. MKP dan Fertiphos bahkan merupakan menu wajib Yunus, petani Wonosobo, Jawa Tengah.
MAJALAHTEBAR.com. Sebagai petani hortikultura di sentra pengembangan tanaman kentang Yunus, mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah. Pupuk subsidi masih berlanjut. Ada pula bantuan alsintan dan pembiayaan.
Petani Desa Igermanah, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah ini mengaku budidaya kentang sekarang jauh berbeda dengan dahulu. “Walaupun hama dan penyakitnya masih sama. Tapi sekarang jauh beda dengan dahulu. Bulan Agustus kadang masih hujan, giliran Oktober November kadang malah masih kering. Tidak gampang diprediksi,” ujarnya.
Petani, menurut Yunus, mengandalkan fungisida dan pupuk. Khusus untuk pupuk, dari subsidi ditambah dengan pupuk lengkap dari perusahaan agar hasilnya maksimal.
Penggunaan benih 8 kwintal pupuk tambahan berupa NPK 16-16-16 PAK TANI hanya 75 kg. Jauh lebih irit dibandingkan dengan pupuk subsidi minimal 2 kwintal.
MKP DAN FERTIPHOS
Yunus juga menambahkan MKP Pak Tani. Juga menggunakan FERTIPHOS untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar. Pupuk ini mengandung pula hara makro dan mikro seperti Kalsium, Silika, Sulfur, Boron dan Magnesium. Mampu memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH yang asam. Meningkatkan daya tahan tanaman dan meningkatkan produksi serta kualitas hasil.
Memasuki musim hujan, saat petani libur menanam kentang Yunus kadang masih berani lanjut. Penanaman dengan jarak yang lebih renggang untuk mengurangi serangan jamur Phytophthora infestans.
Jarak tanam 70 x 40 cm. Saat kemarau bisa menggunakan jarak 30 x 35 cm.
“Tapi nyemprotnya jadi lebih sering, jika saat kering semingu sekali. Saat curah hujan tinggi nyemprot fungisidanya bisa 2 – 3 hari sekali. Pupuknya yang penting karena kalau hanya mengandalkan pupuk subsidi tidak cukup,” ujarnya saat mengikuti pertemuan dengan perusahaan sarana pertanian asal Semarang di balai pertemuan Kejajar, Wonosobo beberapa waktu lalu.
Yunus mengandalkan penggunaan fungisida seperti TAFT 75 WP, MANTEB 80 WP, PENTACUR 722 SL sebelum tanam kentang. Produk dari PT Saprotan Utama Nusantara (PT SUN) tersebut sudah sangat familier di petani karena terbukti mampu mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman kentang.
Karena rutin menggunakan produk PT SUN, Yunus pun mendapat apresiasi dari perusahaan berupa perlengkapan rumah tangga dan hadiah lainnya. Petani muda satu ini mengaku bangga menggunakan produk PT SUN.
Selain produknya mudah didapatkan di kios pertanian, juga mampu meningkatkan panen. Petani dengan lahan lebih dari 1 ha bisa memetik panen 20 ton/ha saat kemarau.*










