Home / Pestisida

Selasa, 15 April 2025 - 21:46 WIB

Rahasia Tanaman Kokoh Meski Terendam

Rahasia Tanaman Kokoh Meski Terendam

Rahasia tanaman kokoh meski terendam. Selain memilih varietas tahan, lakukan monitoring, pemupukan dan ZPT, berikan perlindungan maksimal dengan produk MKD.

MAJALAHTEBAR.com. Musim hujan sering kali menjadi tantangan besar bagi para petani. Tanaman yang terus-menerus tergenang air bisa mengalami stres, pertumbuhan terhambat, bahkan berujung pada kematian. Namun, bukan berarti semua harapan pupus. Dengan perawatan yang tepat dan penggunaan produk berkualitas, tanaman tetap bisa tumbuh kokoh meski terendam. Berikut adalah strategi yang dapat diterapkan oleh petani agar tanaman tetap sehat dan produktif di tengah genangan air.

PILIH VARIETAS TAHAN GENANGAN

Salah satu langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memilih varietas tanaman yang memiliki ketahanan terhadap genangan air. Beberapa jenis tanaman seperti padi, jagung, dan kedelai telah dikembangkan dengan sifat toleransi terhadap kondisi basah yang ekstrem. Pemilihan varietas ini sangat penting untuk mengurangi risiko gagal panen akibat genangan berkepanjangan.

Untuk tanaman padi, varietas seperti Inpari 42, Inpari 30, dan IR64 Sub1 dikenal memiliki daya tahan lebih baik terhadap kondisi tergenang. Varietas ini dikembangkan secara khusus agar tetap dapat bertahan dalam air selama beberapa hari tanpa mengalami penurunan produksi yang signifikan.

Sementara itu, untuk jagung, varietas seperti Pioneer P35T36 dan Bisi 816 memiliki akar yang lebih kuat dan toleransi tinggi terhadap kelebihan air, sehingga lebih mampu bertahan dibandingkan varietas biasa. Pemilihan benih yang tepat dapat membantu meningkatkan peluang keberhasilan panen, terutama di daerah yang sering mengalami banjir musiman.

Selain memilih varietas yang tahan genangan, petani juga dapat menerapkan teknik perendaman benih dengan zat perangsang tumbuh sebelum tanam. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat akar sejak dini sehingga tanaman lebih siap menghadapi kondisi lingkungan yang ekstrem.

PERBAIKAN DRAINASE

Memastikan lahan memiliki drainase yang baik sangat penting dalam menghadapi musim hujan. Drainase yang buruk dapat menyebabkan air menggenang dalam waktu lama, mengakibatkan akar tanaman kekurangan oksigen dan rentan terhadap penyakit akar.

Beberapa metode yang dapat diterapkan untuk meningkatkan sistem drainase antara lain:

  • Membuat Parit Drainase
Baca juga  Apropi Agrochembiz Show Indonesia 2025 Mengawal Swasembada dengan Pestisida Bermutu

Parit drainase di sekitar lahan pertanian dapat membantu mengalirkan air berlebih ke saluran pembuangan. Lebar dan kedalaman parit harus disesuaikan dengan jenis tanah dan volume air hujan di daerah tersebut.

  • Menerapkan Sistem Drainase Bawah Tanah (Subsurface Drainage)

Untuk lahan yang sering mengalami genangan berkepanjangan, pemasangan pipa drainase bawah tanah dapat menjadi solusi efektif. Pipa ini berfungsi mengalirkan kelebihan air dari dalam tanah ke saluran utama tanpa mengganggu struktur tanah di permukaan.

  • Pembuatan Guludan atau Bedengan

Guludan atau bedengan yang lebih tinggi dari permukaan tanah dapat membantu mencegah tanaman terendam air. Metode ini sangat efektif untuk tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan bawang.

  • Penggunaan Bahan Organik

Menambahkan bahan organik seperti kompos atau pupuk hijau ke dalam tanah dapat meningkatkan porositas tanah, sehingga mempercepat infiltrasi air dan mengurangi risiko genangan.

  • Memanfaatkan Saluran Irigasi yang Baik

Saluran irigasi yang dirancang dengan baik dapat berfungsi ganda sebagai sistem drainase saat musim hujan. Pastikan saluran irigasi tidak tersumbat oleh gulma atau sedimentasi agar aliran air tetap lancar.

Dengan penerapan sistem drainase yang optimal, petani dapat mencegah tanaman mengalami stres akibat genangan berkepanjangan serta meningkatkan produktivitas lahan.

GUNAKAN PUPUK DAN ZPT

Pupuk yang mengandung unsur mikro dan makro yang seimbang dapat membantu tanaman tetap kuat di tengah kondisi lingkungan yang kurang ideal. Selain itu, zat perangsang tumbuh dapat memberikan dorongan tambahan bagi tanaman agar tetap bertahan.

Dalam kondisi tergenang, akar tanaman sering kali mengalami kesulitan menyerap nutrisi dengan optimal. Oleh karena itu, pemilihan pupuk yang tepat sangat penting. Berikut beberapa strategi pemupukan yang dapat diterapkan:

  • Gunakan Pupuk yang Mengandung Fosfor (P) dan Kalium (K)

Fosfor membantu memperkuat akar tanaman sehingga lebih tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem, sedangkan kalium meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan stres akibat kelebihan air.

  • Aplikasikan Pupuk Daun untuk Menunjang Penyerapan Nutrisi

Saat kondisi tanah terlalu basah dan akar sulit menyerap nutrisi, pupuk daun menjadi alternatif yang efektif untuk memastikan tanaman tetap mendapatkan unsur hara yang dibutuhkan.

  • Gunakan Zat Perangsang Tumbuh
Baca juga  Panen Maksimal Meski Iklim Berubah

Zat perangsang tumbuh seperti auksin, sitokinin, dan giberelin dapat membantu mempercepat pertumbuhan tanaman meskipun dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan. Penggunaannya dapat meningkatkan perkembangan akar dan mencegah tanaman mengalami stres akibat kelebihan air.

  • Lakukan Pemupukan Bertahap

Hindari pemberian pupuk dalam jumlah besar sekaligus. Sebaiknya, aplikasikan pupuk dalam beberapa tahap untuk mengurangi risiko pencucian hara akibat aliran air berlebih.

Dengan strategi pemupukan yang tepat, tanaman dapat tetap tumbuh dengan baik dan memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap kondisi tergenang.

PERLINDUNGAN DENGAN PRODUK UNGGULAN MKD

Selain langkah-langkah di atas, penggunaan pestisida dan herbisida berkualitas juga berperan besar dalam menjaga tanaman tetap sehat. PT Mitra Kreasidharma memiliki beberapa produk unggulan yang dapat membantu tanaman tetap kokoh meski terendam:

  • Everxone 135 SL

Produk ini sangat efektif dalam mengendalikan gulma yang sering muncul di lahan tergenang, memastikan tanaman utama tetap mendapatkan nutrisi yang optimal.

  • Topzone 276 SL

Dengan formula khususnya, Topzone 276 SL membantu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama yang lebih aktif di lingkungan lembap.

  • Draxone 150 SL

Produk ini berfungsi sebagai herbisida kontak yang bekerja cepat dalam menekan pertumbuhan gulma, terutama pada kondisi basah yang sering mempercepat penyebaran gulma.

  • Rotraz 200 EC

Rotraz 200 EC memiliki kemampuan sebagai fungisida yang efektif dalam mencegah serangan jamur akibat kelembapan tinggi, menjaga tanaman tetap sehat dalam kondisi cuaca ekstrem.

MONITORING DAN PEMELIHARAAN RUTIN

Selalu pantau kondisi tanaman secara berkala, terutama saat musim hujan. Jika ada tanda-tanda stres seperti daun menguning atau pertumbuhan terhambat, segera lakukan tindakan dengan pemberian nutrisi tambahan dan perlindungan dari penyakit.

Dengan kombinasi strategi yang tepat dan dukungan dari produk-produk unggulan PT Mitra Kreasidharma, petani dapat tetap menjaga hasil panen yang optimal meski dihadapkan dengan tantangan genangan air. Dengan teknologi pertanian yang semakin berkembang, tidak ada lagi alasan bagi petani untuk khawatir menghadapi musim hujan!*

Share :

Baca Juga

Pestisida

Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara Berikan Nutrisi Seimbang Hasil Maksimal

Pestisida

Maksimalkan Produktivitas Tanaman Jagung

Pestisida

3 Langkah Ini Amankan Cabai dari Patek

Pestisida

Drone Sprayer Membangkitkan Pertanian Indonesia

Pestisida

Lutfi Anshori: Bantu Petani Menemukan Solusi

Pestisida

Petrosida Gresik Sabet Penghargaan Tertinggi Di Ajang TKMPN 2023

Pestisida

APROPI : Produksi Dalam Negeri Makin Banyak Diminati Petani

Pestisida

Drone Spraying PT Saprotan Utama Nusantara Petani Meraih Tambahan Untung