Lindungi Bawang Merah Saat Harga Tinggi
Lindungi bawang merah saat harga tinggi dari gangguan hama dan penyakit. Jika serangan berlanjut, produk fungisida dan insektisida dari PT Petrosida Gresik menjadi solusi.
MAJALAHTEBAR.com. Bawang merah memang termasuk tanaman yang jarang dibudidayakan sendiri. Banyak orang beranggapan tanaman bawang merah cukup sulit untuk dirawat. Salah satu perawatan yang perlu dilakukan adalah melindungi tanaman dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
Sebenarnya, bawang merah cukup mudah dirawat. Berikut ini langkah-langkah merawat tanaman bawang merah. OPT sering kali menyebabkan tanaman bawang merah mengalami gagal panen. Jenis serangga pengganggu bawang merah adalah ulat daun (Laphygma exigua) dan hama bodas atau hama lier (Thrips tabaci).
Kedua serangga hama ini menyerang tanaman melalui daunnya. Ulat daun merusak daun dengan cara memotong ujungnya, sedangkan hama bodas mengisap cairan hingga daun kering.
Tahap Pertama adalah dimulai dari pemilihan Varietas Unggul dimana Varietas Tahan Penyakit, yang artinya memilih varietas bawang merah yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit tertentu dapat mengurangi risiko gagal panen. Yang kedua dimana Kualitas Benih Menggunakan benih unggul yang sehat dan berkualitas akan menghasilkan tanaman yang lebih kuat dan tahan terhadap serangan.
Tahap kedua adalah dengan menerapkan Praktik Budidaya yang Baik, mulai dengan Pengolahan Lahan, Pengolahan lahan yang baik, termasuk pemberian pupuk kandang atau kompos, dapat meningkatkan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman. Selanjutnya dengan Pemberian pupuk yang tepat dan berimbang sesuai kebutuhan tanaman akan membantu pertumbuhan optimal dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit.
Jangan lupa untuk melakukan Pengamatan Rutin terhadap tanaman untuk mendeteksi dini adanya serangan hama dan penyakit, Penyiraman yang teratur dan sesuai kebutuhan akan membantu menjaga kelembaban tanah dan mencegah tanaman stres, serta membersihkan gulma secara rutin akan mengurangi persaingan unsur hara dan mencegah penyebaran hama dan penyakit.
Tahap Ketiga upaya yang di lakukan adalah Pengendalian Hama dan Penyakit, diantaranya adalah Pengendalian Terpadu (PHT), dimana Penerapan PHT melibatkan beberapa langkah seperti penggunaan perangkap feromon dan lampu perangkap untuk memantau dan mengurangi populasi hama. Kemudian melakukan Rotasi Tanaman dengan mengganti tanaman bawang merah dengan jenis tanaman lain secara berkala dapat membantu memutus siklus hidup hama dan penyakit, serta pengendalian pestisida.
FUNGISIDA DAN INSEKTISIDA JADI SOLUSI
Jika serangan hama dan penyakit sudah parah, penggunaan fungisida dan insektisida dapat menjadi solusi. Selanjutnya Penggunaan Kelambu. Pemasangan kelambu di sekitar lahan dapat melindungi tanaman dari hama seperti ulat grayak. Kemudian memperhatikan Sanitasi Lahan, Menjaga kebersihan lahan dengan membersihkan gulma dan sisa tanaman dapat mencegah penyebaran hama dan penyakit.
Untuk tanaman bawang merah, Petrosida Gresik memiliki beberapa produk pestisida dan pupuk yang tepat. Beberapa pestisida yang menjadi rekomendasi adalah Sidathion 210/15 EC (Insektisida sistemik berbentuk larutan dalam) dan Clarazeb 60 WP (Fungisida berbentuk tepung yang dapat disuspensikan). Selain itu, ada juga Sidasat 75SP (Insektisida sistemik berbentuk tepung yang larut dalam air) dan Emazo 75 EC (Insektisida berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan), dan Yasithrin (Insektisida racun kontak.) Untuk pupuk, Petrosida Gresik memiliki Nutri-comp B (Pupuk lengkap dengan kandungan Nitrogen (N), Fosfor (P2O5), Kalium (K2O), dan Magnesium (Mg). ) dan Petrhikaphos ( Pupuk hayati yang mengandung mikroba bermanfaat untuk kesuburan tanah).
Dengan menerapkan langkah-langkah perlindungan tanaman bawang merah secara komprehensif, petani dapat mengurangi risiko kerugian akibat hama dan penyakit. Meningkatkan hasil panen yang berkualitas.*










