Cara Cerdas Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lewat Pemupukan Tepat
MAJALAHTEBAR.com. Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan petani. Semakin besar nilai NTP, semakin sejahtera pula taraf hidup petani.
Namun, harga pupuk yang terus melambung tinggi menyebabkan naiknya biaya produksi usaha tani. Oleh karenanya, penggunaan pupuk harus semakin efisiensi. Metode pemupukan yang tepat dirumuskan menjadi Prinsip 5T meliputi tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis, tepat cara, dan tepat sasaran.
BAGAIMANA PENERAPAN PRINSIP 5T?
Tepat Waktu. Aplikasi pupuk harus tepat sesuai fase pertumbuhan tanaman. Kebutuhan pupuk tanaman pada fase vegetatif berbeda dengan fase generatif. Pemupukan pada waktu siang yang terik juga tidak efisien karena berpotensi terjadinya penguapan sedangkan pemupukan saat hujan juga tidak efisien karena berpotensi tercuci.
Tepat Jenis. Pemilihan jenis pupuk perlu disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tanaman dan kondisi tanaman budidaya. Berbagai jenis pupuk beredar di pasaran mulai dari pupuk tunggal, pupuk majemuk, dan pupuk foliar. Setiap jenis pupuk memiliki fungsi dan keunggulannya masing-masing.
Pupuk tunggal memang unggul dari segi harga beli yang lebih murah, namun membutuhkan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi untuk proses pencampuran dan aplikasi di lapangan. Sebaliknya, meski harga pupuk majemuk cenderung lebih tinggi namun dapat terkompensasi penuh oleh penghematan waktu, tenaga tebar, serta kepastian keseragaman nutrisi bagi tanaman. Banyak juga pupuk majemuk yang sudah disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman seperti yang ada pada NPK Mutiara Series. NPK Mutiara SPRINTER 20-10-10 memiliki kandungan Nitrogen yang tinggi sehingga cocok untuk pertumbuhan awal vegetatif tanaman.
NPK Mutiara 16-16-16 dengan kadungan NPK yang seimbang cocok untuk fase vegetatif karena mencukupi kebutuhan hara tanaman dengan lengkap dan seimbang. NPK Mutiara GROWER 15-09-20+TE memiliki kandungan tinggi Kalium yang sangat cocok untuk fase generatif guna pembentukan dan pengisian buah. Sedangkan pupuk foliar umumnya digunakan sebagai tambahan pupuk yang digunakan untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman.
TEPAT DOSIS
Pemberian takaran pupuk disesuaikan rekomendasi atau hasil analisis tanah. Pemberian pupuk yang terlalu sedikit dapat menyebabkan tanaman kekurangan nutrisi sehingga pertumbuhan tidak optimal bahkan tanaman mengalami defisiensi hingga stress.
Pemberian pupuk yang terlalu banyak juga dapat beresiko menyebabkan tanaman keracunan dan menyebabkan pemborosan biaya pemupukan.
Tepat Cara. Terdapat berbagai metode pemupukan seperti ditabur, dibenamkan, dikocor, atau disemprotkan. Penggunaan metode ini disesuaikan dengan bentuk pupuk, kondisi lingkungan, dan jenis tanamannya. Pada kondisi lahan yang kering atau musim kemarau, aplikasi sebaiknya dilakukan dengan cara dibenamkan ke dalam tanah atau dikocor untuk mencegah hilangnya unsur hara akibat penguapan. Sebaliknya, pada kondisi lingkungan yang basah atau lembap, pupuk cukup ditaburkan di sekitar area perakaran secara merata guna meminimalisir risiko tercuci oleh air hujan
TEPAT SASARAN
Peletakkan pupuk sebaiknya juga ada di area perakaran yang aktif agar mudah diserap oleh tanaman dan tidak terbuang percuma ke aliran air atau menguap. Biasanya pada tanaman tahunan dibuat piringan sesuai dengan ukuran tajuk tanaman sebagai tempat pupuk diletakkan.
Penerapan prinsip 5T secara konsisten akan memangkas pemborosan biaya pemupukan, memperlebar margin keuntungan, dan pada akhirnya mengangkat kesejahteraan petani ke tingkat yang lebih tinggi. Ingin menyusun rekomendasi program pemupukan yang paling pas untuk komoditas Sahabat?
Temukan panduan lengkapnya dengan mengunduh aplikasi Petani Cerdas di Google Play Store dan Apple App Store sekarang juga! *










