Home / Pupuk

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Panduan Praktis Pemupukan Berimbang untuk Maksimalkan Produktivitas Bawang Putih Lokal

Panduan Praktis Pemupukan Berimbang untuk Maksimalkan Produktivitas Bawang Putih Lokal

MAJALAHTEBAR.com. Bawang putih (Allium sativum L.), yang pernah dijuluki “berlian putih” pada era 1996–1998, merupakan komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi dan kultural tinggi di Indonesia. Pada tahun tersebut Indonesia mampu swasembada bawang putih sehingga kesejahteraan petani bawang putih dalam negeri meningkat.

Namun berubahnya kebijakan pasar membuka kran impor bawang putih membuat popularitas bawang lokal menurun. Menurun pula minat masyarakat yang berdampak pada harga jual bawang putih lokal anjlok.

Bawang putih impor konon memiliki penampilan fisik yang lebih menarik serta harga yang jauh lebih murah. Masuknya bawang putih impor secara terus-menerus membuat masyarakat Indonesia bergantung pada komoditas impor tersebut.

Bahkan saat ini 95% bawang putih yang beredar di pasaran berasal dari impor. Total kebutuhan nasional per tahun mencapai 600–650 ribu ton. Sementara produksi dalam negeri masih <10% dari kebutuhan tersebut (BPS, 2023).

Namun, Survei (Puslitbang Hortikultura, 2022) cukup mengejutkan. Sebanyak 65% konsumen hotel dan restoran lebih memilih bawang lokal untuk cita rasa masakan autentik. Bawang putih lokal memiliki kandungan senyawa sulfur dan allicin yang lebih tinggi menghasilkan cita rasa bawang putih lokal lebih kuat dibandingkan dengan bawang putih impor.

Baca juga  Memetik Cuan dari Paprika Hidroponik Berkat Racikan Nutrisi Akurat

Keunggulan bawang putih lokal yang lainnya adalah memiliki daya simpan yang lebih lama dibandingkan bawang putih impor.  Ini menunjukkan berkembangnya potensi pasar bawang putih dalam negeri.

Namun budidaya bawang putih dalam negeri masih masih ada persoalan rendahnya produktivitas. Kualitas benih, serangan OPT, kondisi agroklimat, dan kualitas umbi menjadi faktor utama.

Kualitas benih tak jarang telah terkontaminasi patogen yang terbawa dari penanaman sebelumnya sehingga dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, dikembangkan berbagai manajemen benih untuk meningkatkan mutu benih serta berbagai sumber benih seperti hasil dari kultur jaringan.

Budidaya bawang putih umumnya hanya dilakukan pada musim kemarau karena memiliki kondisi agroklimat paling mendukung. Bawang putih kurang cocok ditanam pada musim hujan. Kelembapan yang tinggi akan menghambat pembentukan siung dan potensi serangan penyakit relatif tinggi.

PERBAIKAN MELALUI PEMUPUKAN

Perbaikan kualitas umbi selain dari benih juga bisa dari pemupukan. Penyediaan nutrisi bagi tanaman untuk membentuk organ tanaman bawang putih khususnya bagian umbi. Pemupukan terbagi dalam tiga tahap yakni pemupukan dasar, pemupukan fase vegetative, dan pemupukan fase generatif.

Baca juga  Ini Rahasia Bawang Daun Majalengka Banyak Diminati

Aplikasi pupuk dasar dengan cara tabur menggunakan SS (AMMOPHOS) dan NPK Mutiara 16-16-16. Fase vegetatif awal pada 25 HST menggunakan KARATE PLUS BORONI dan NPK Mutiara PROFESSIONAL 9-25-25.

Fase pembentukan umbi usia 55–60 HST pemupukan lanjutan menggunakan NPK Mutiara PROFESSIONAL 9-25-25 dan Suburkali BUTIR untuk memperbesar ukuran umbi dan meningkatkan kualitas panen. Selain tabur, aplikasi pupuk secara foliar akan membantu mengoptimalkan hasil bawang putih.

Caranya, pada 3,4,5 MST berikan pupuk MerokeFITOFLEX, Meroke MAG-S, MerokeMKP, dan MerokeCALNIT. Selanjutnya pada 6-7 MST dapat kombinasi pupuk daun dengan pupuk MerokeFITOFLEX, Meroke MAG-S, MerokeKALINITRA, dan MerokeCALNIT.

Dengan manajemen budidaya yang baik, besar kemungkinan terjadi peningkatan produktivitas bawang putih lokal. Dengan potensi pasar yang ada saat ini dan keunggulan spesifik bawang putih lokal, Indonesia bisa kembali meraih masa kejayaan bawang putih sebagai berlian putih.*

**Untuk melihat program pemupukan tanaman, download App Petani Cerdas di Google Play Store dan Apple App Store.

Share :

Baca Juga

Pupuk

Peran Ajaib Pupuk Kalsium untuk Pertumbuhan Tanaman

Pupuk

Apresiasi PT Saprotan Utama Nusantara untuk Mitra Berprestasi Melayani Petani dengan Produk Kualitas Prima, Harga Terjangkau dan Tepat Waktu

Pupuk

Peran Kalium pada Bawang Merah, Benarkah Sensitif Pada Klor???

Pupuk

Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara Tanaman Padi: Harga Gabah Naik Petani Makin Untung

Pestisida

Tri Ligayanti, ST, MSi: Industri Pupuk dan Pestisida Terus Tumbuh

Pupuk

Pupuk Organik untuk Produktivitas Tanaman

Pupuk

Memetik Cuan dari Paprika Hidroponik Berkat Racikan Nutrisi Akurat

Pupuk

Sinergi Penyuluh dengan Petani Sukses Hadapi Perubahan Iklim