Apropi Agrochembiz Show Indonesia 2025 Mengawal Swasembada dengan Pestisida Bermutu
Apropi Berhasil Meggelar Event Tahunan Bagi Pelaku Usaha Pestisida Bersama Agrochembiz Show Indonesia 2025. Mengawal swasembada pangan dengan menjaga pestisida bermutu dan meningkatkan produksi pestisida dalam negeri.
MAJALAHTEBAR.com. Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (APROPI) bekerjasama dengan Agrochembiz dan Union Agrochemical Trade (UAT) serta Kementrian Pertanian Republik Indonesia kembali menggelar Event tahunan bagi pelaku usaha Pestisida dan Pupuk di Swissotel Pantai Indah Kapuk Jakarta 16-17 September 2025. Event bertajuk APROPI Agrochembiz Show 2025 ini mengusung tema “Mengawal Program Swasembada Pengan dengan Menjaga Pestisida Bermutu”.
Peresmian oleh Kementrian Pertanian yang diwakili oleh Kepala Pusat Perlindungan Varitas Tanaman dan Perijinan Pertanian (PPVTPP) Dr. Ir. Lely Nuryati. Hadir pula Ir. Handi Arief, S.T., M.A.P, Direktur Pestisida, Ditjen PSP Kementan, ketua APROPI yaitu Yannuarius Nunuhitu, Direktur Eksekutif APROPI Bungsu Rusli.
Pembicara dalam panel disuksi antara Ashutosh Juyal, President & Director of PT. Stella Agri Indonesia, yang memaparkan tentang Solusi Biologi Bagi Pertanian Indonesia. Prof. Liu, Chairman of Biostimulants Asia Alliance, mempresentaasikan Pengembangan dan Peluang Biostimulan di Asia kedepan. Sementara Gong Yanjun, Technical Director of Qingdao Macroalga Co., Ltd., memaparkan Inovasi dalam Teknologi Biostimulan Rumput Laut dan Aplikasinya di China.
Selain seminar, kegiatan juga diisi dengan pameran produk pupuk dan pestisida. Hadi lebih dari 50 produsen pestisida dan pupuk yang berasal dari China dan India.
Kepala Pusat Perlindungan Varitas Tanaman dan Perijinan Pertanian (PPVTPP) Dr. Ir. Lely Nuryati mengungkapkan pemerintah bersama asosiasi (APROPI) terus melakukan sosialisasi ke petani agar menggunakan produk pestisida yang terdaftar di Kementan. Upaya ini untuk menjamin mutu dan keamanan produk pestisida yang digunakan.
“Kami juga menghimbau kepada produsen lain untuk bersama asosiasi meningkatkan produksi pestisida di Indonesia,” paparnya.
Sementara Ir. Handi Arief, S.T., M.A.P, Direktur Pestisida, Ditjen PSP Kementan mendorong kepada seluruh industri pestisida baik produsen dalam negeri maupun importir untuk mendukung swasembada pangan. “Peran dari pestisida ini penting dalam mengurangi loses seperti halnya penggunaan alsintan. Jika ada serangan dipakai,” tegasnya.
Handi menambahkan, terkait dengan penggunaan bahan baku pemerintah tidak membatasi dari produk lokal maupun impor. Kecuali untuk pengadaan baik di pusat maupun daerah produsen diwajibkan menggunakan komponen dalam negeri minimal 25%.
PESTISIDA BERMUTU
Ir. Yanurius Nunuhito, Ketua APROPI menyatakan, produk pestisida formulasi dalam negeri mulai mendapatkan simpati dari petani karena mutu yang baik dan harga yang lebih terjangkau. Anggota APROPI saat ini ada 11 perusahaan, menjadi terdepan dalam memproduksi formulasi yang berkualitas.
Yano sapaan akrab Yanurius Nunuhito, mengingatkan APROPI menghadirkan pestisida dengan kualitas baik harga terjangkau. Menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Kami berharap Kementerian Pertanian sebagai regulator yang mengatur peredaran pestisida dapat melihat potensi ini agar para pabrikan/produsen ini bisa setidaknya menjadi tuan rumah di negari sendiri. Syukur-syukur bisa seperti India yang mulai mampu mengejar China sebagai produsen pestisida,” harap Yano.
Industri pestisida sendiri merupakan bagian penting dari Agroindustri di Tanah Air. Mengisi pangsa pasar semakin besar. *










