Home / Pestisida

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:08 WIB

Bekal Petani untuk Produksi Tinggi

Bekal Petani untuk Produksi Tinggi

Bekal petani untuk produksi tinggi yakni menggunakan sarana produksi tepat. MKD memiliki produk berkualitas yang telah terbukti melindungi tanaman dari gangguan hama dan penyakit yang sulit dikendalikan. Meningkatkan kesejahteraan petani.

MAJALAHTEBAR.com. Tantangan terberat pertanian Indonesia selain meraih wasembada pangan juga mempertahankannya di masa selanjutnya. Petani yang menjadi ujung tombak dalam mewujudkan swasembada sering kali menghadapi kendala yang tidak dapat mereka atasi sendiri.

Perubahan iklim, degradasi lahan, hingga ancaman hama dan penyakit tanaman menjadi faktor pembatas produksi. Karenanya, butuh dukungan sarana pertanian yang berkualitas peralatan modern.

PT Mitra Kreasidharma melalui produk pestisida unggulan yang telah membantu petani di berbagai wilayah Indonesia. Selain tanaman sehat dan produktif, banyak petani yang merasakan kesejaheraannya meningkat.

PERUBAHAN IKLIM

Perubahan iklim telah menjadi salah satu faktor utama yang menghambat produktivitas pertanian di Indonesia. Petani kini menghadapi musim tanam yang sulit diprediksi, ditambah dengan intensitas hujan dan kekeringan yang ekstrem. Hal ini memengaruhi siklus pertumbuhan tanaman, membuat hasil panen sulit diandalkan.

Sebagai contoh, di beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat, petani melaporkan penurunan hasil panen hingga 30% akibat curah hujan yang tidak menentu. Tanpa sarana pendukung seperti pestisida yang tepat untuk mencegah kerusakan akibat hama yang berkembang di kondisi ekstrem ini, ancaman terhadap ketahanan pangan semakin nyata.

Selain perubahan iklim, serangan hama dan penyakit menjadi masalah besar. Hama seperti wereng coklat, ulat grayak, dan kutu daun telah menyebabkan kerugian besar bagi petani padi, jagung, dan hortikultura. Di Sulawesi Selatan, misalnya, serangan ulat grayak pada tahun 2022 menyebabkan kerugian hingga 15 miliar rupiah. Ini hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak kasus yang terjadi di berbagai daerah.

Baca juga  Jangan Panik Menyemprot Bisa Jadi Tanaman Kurang Pupuk

Penggunaan pestisida yang tepat dapat menjadi solusi utama untuk mengendalikan hama ini. Namun, banyak petani masih menggunakan produk yang tidak sesuai atau kualitasnya rendah, sehingga efektivitasnya tidak optimal. Di sinilah peran penting produsen pestisida berkualitas seperti PT Mitra Kreasidharma dalam memberikan solusi terbaik bagi petani.

Pestisida bukan hanya alat perlindungan, tetapi juga investasi untuk keberlanjutan panen. Pestisida yang dirancang dengan teknologi modern mampu memberikan perlindungan menyeluruh terhadap tanaman sekaligus menjaga ekosistem. Sebagai contoh, insektisida berbasis mikroba kini semakin banyak digunakan karena lebih ramah lingkungan dan aman bagi predator alami seperti lebah dan serangga penyerbuk.

Pestisida juga membantu petani mengatasi ancaman hama yang sulit dikendalikan secara manual. Sebagai contoh, ulat grayak yang menyerang daun tanaman jagung biasanya menyebar dengan cepat, dan tanpa pengendalian yang tepat, kerugian dapat meluas hingga ke area pertanian lain dalam radius beberapa kilometer.

Zulhamtoni, petani tomat di Kawasan Agam, Sumatera Barat menanam kurang lebih 7.000 tanaman tomat pada luasan 5.000m2. Penanaman tomat ia tumpangsarikan dengan cabai dan caisim.

Menurut Toni, sapaan akrab Zulhamtoni, peluang usaha tani sayuran di wilayah Agam masih sangan menjanjikan. “Sudah 15 tahun saya menjadi petani sayuran, dan Alhamdulillah hasilnya sangat menggembirakan. Keluarga dapat hidup sejahtera, anak-anak bisa sekolah, mampu membangun rumah, dan membeli kendaraan,” akunya.

Baca juga  Menumbuhkan Kompetensi, Meningkatkan Produktivitas: Pelatihan Product Knowledge Lannate®
TEPAT MENGGUNAKAN PESTISIDA

Sementara, Lochkung Sihombong petani dengan 3.000 tanaman tomat di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara mengungkapkan, butuh cara tepat untuk mengendalikan hama dan penyakit tomat. Hama yang paling susah dikendalikan adalah Thrips yang mengakibatkan penyakit brekele (keriting). Sedangkan penyakitnya yaitu busuk daun, terlebih pada musim hujan.

Namun, sejak mengenal MKD dua tahun lalu, pengendalian hama penyakit menjadi lebih mudah. Selain harganya lebih terjangkau, kualitas produk MKD bagus dan bisa diandalkan.

“Pertama kali saya percaya kepada produk MKD waktu kejadian tanaman kentang saya rusak oleh penyakit busuk daun. Setelah ditangani dengan Folirfos 400 SL, Nemispor 80 WP dan Potanil 75 WP, tanaman saya pulih kembali,” bebernya.

Sejak itu Sihombing terus mengandalkan produk-produk MKD pada budidaya sayuran. “Selain kualitas dan harganya terjangkau, kehadiran produk MKD didukung para petugas di lapangan. Mereka selalu hadir, dapat diajak berdiskusi kapan saja kalau ada masalah di lapangan, dan mereka memberi solusi,

Menggunakan pestisida yang tepat tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga kesehatan tanaman untuk siklus tanam berikutnya. Dengan mengurangi risiko penyakit tanaman, petani dapat menanam ulang dengan lebih percaya diri, memastikan keberlanjutan hasil produksi. Bahkan meningkatkan hasil panen hingga 20-30%, tergantung pada jenis tanaman dan wilayah.*

Share :

Baca Juga

Pestisida

PAGUYUBAN FORMULATOR LATUBO: Memperkuat Silaturahim Meski Bersaing Pasar

Pestisida

Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara Berikan Nutrisi Seimbang Hasil Maksimal

Pestisida

Meskipun Harga Cabe Tidak Stabil Tapi Panen Tetap Maksimal

Pestisida

Tanamannya Sehat Produksinya Meningkat

Pestisida

Dizzo Hadir Mengatasi Ulat Bawang Merah

Pestisida

PT Saprotan Utama Nusantara Berikan Apresiasi Kepada Mitra Berprestasi

Pestisida

Mengapa Hama Menjadi Sulit Dikendalikan? Ini Penyebabnya

Pestisida

Aplikasi Drone PT. Saprotan Utama Nusantara di Sumba Barat Angkat Kesejahteraan Petani Jagung