Ikuti 5 Aturan Penting Menanam Jagung Agar Panen Berlimpah
Ikuti 5 aturan penting dalam menanam jagung agar panen berlimpah. Pemilihan benih berkualitas, pengolahan lahan yang baik, penanaman yang tepat, perawatan tanaman yang intensif, dan panen pada waktu yang tepat.
MAJALAHTEBAR.com. Pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat untuk dapat mempertahankan hidup. Oleh karena itu, kecukupan pangan bagi setiap orang setiap waktu merupakan hak azasi yang layak dipenuhi.
Berdasarkan kenyataan tersebut masalah pemenuhan kebutuhan pangan bagi seluruh penduduk setiap saat disuatu wilayah menjadi sasaran utama kebijakan pangan bagi pemerintahan suatu negara. Jagung merupakan salah satu bahan pangan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan lokal.
Jagung selain sebagai bahan pangan juga digunakan untuk pakan dan bahan baku industri. Kebutuhan jagung nasional pada tiap tahun meningkat secara signifikan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.
Jagung sebagai bahan pangan dapat memberikan nilai gizi dalam jumlah yang cukup besar jika dibandingkan dengan biji-bijian lain. Secara umum, komponen dasar biji jagung terdiri atas pati, protein, lemak, vitamin, mineral, dan bahan organik lain. Jagung dapat menyumbangkan 15 – 56% total kalori harian dan dapat digunakan sebagai pengganti protein hewani di negaranegara berkembang.
Mengingat pentingnya komoditas jagung, perlu adanya upaya untuk peningkatan produktivitasnya. Jagung di Indonesia ditanam pada agroekosistem yang beragam, mulai dari lingkungan berproduksi tinggi (lahan subur) sampai yang berproduktivitas rendah (lahan suboptimal dan marginal).
Penanaman jagung pada lingkungan yang demikian menjadikan produktivitas jagung tidak dapat maksimal sehingga diperlukan teknologi produksi spesifik lokasi sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Penerapan teknologi budidaya jagung oleh petani yang sekarang berlaku pada umumnya masih bersifat parsial, khususnya bagi wilayah berproduktivitas rendah.
Penggunaan benih varietas unggul bermutu merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang produktivitas jagung. Pemilihan suatu varietas unggul yang sesuai kondisi lingkungan setempatdengan penggunaan benih bermutu merupakan langkah awal menuju keberhasilan.
Berikut adalah 5 aturan penting dalam menanam jagung: pemilihan benih berkualitas, pengolahan lahan yang baik, penanaman yang tepat, perawatan tanaman yang intensif, dan panen pada waktu yang tepat.
PEMILIHAN BENIH
Pilih benih jagung yang berkualitas, sehat, dan tidak terserang penyakit. Pilih varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan Anda.
Pengolahan Lahan
Lahan harus gembur dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Lakukan pengolahan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak, Biarkan lahan terkena sinar matahari dan angin selama sekitar satu minggu. Jika pH tanah di bawah 5, lakukan pengapuran dengan dolomit, untuk lahan yang kurang gembur bisa diberikan pupuk Saptabio atau Sidanik yang berguna untuk memperbaiki struktur tanah.
Penanaman
Tanam benih jagung pada awal musim hujan atau saat tanah cukup lembab. Buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 3-5 cm dan jarak tanam yang sesuai.
Tanam 1-2 benih per lubang, lalu tutup dengan tanah dan siram secukupnya. Dan pada saat penanaman jagung untuk mengendalikan penyakit Bulai sejak dini lebih baik dilakukan pencampuran dengan fungisida Suhle 60 wp (2 gr/kg benih) atau juga dengan Insektisida Fipros Red
Perawatan Tanaman
Lakukan penyulaman jika ada benih yang tidak tumbuh,Lakukan penyiangan gulma secara teratur untuk mencegah persaingan nutrisi, Lakukan pemupukan susulan sesuai kebutuhan tanaman.
Untuk pengendalian gulma yang biasanya muncul di usia 0 – 20 hst bisa menggunakan beberapa herbisida GISENTRO ataupun NITRO.
Perawatan tanaman Jagung ada bebera hal yang diperhatikan terkait pemupukan dan pengendalian hama :
PEMUPUKAN
Pemupukan dasar saat tanam atau sebelum tanam menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos. Pemupukan susulan pertama saat tanaman berumur 10-21 hari setelah tanam (HST), menggunakan urea dan NPK.
Pemupukan susulan kedua saat tanaman berumur 30-40 HST. Dosis dan jenis pupuk yang sama dengan pemupukan susulan pertama.
Pemupukan susulan ketiga (opsional) pada usia 45-50 HST. Jika diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
Penting untuk memperhatikan dosis dan jenis pupuk yang digunakan, serta menyesuaikannya dengan kondisi lahan dan varietas jagung yang ditanam. Pemupukan yang tepat akan membantu tanaman jagung tumbuh optimal dan menghasilkan buah yang berkualitas.
Pengendalian Hama
Umur 2 – 8 hst waktu munculnya ulat grayak. Kendalikan menggunakan insektisida EMAZO 75 EC ( 1ml/L) dengan SIDAPYR 325 EC (1ml/L) SIDATAN XR 525 SL (2ml/L) Interval penyemprotan 7-10 HST.
Serangan belalang umumnya pada 15 – 60 hst. Umur 40 – 70 hst adanya penggerek batang dan penggerek tongkol dan busuk pelepah waktu pengendaliannya pada umur 30-50 hst. Pengendalian hama tersebut perlu aplikasi dan untuk pengendalian nya dengan produk COZENE SYDAPIR 325 EC dan FIPROS
Panen
Panen jagung saat sudah matang. Ciri-cirinya adalah kelobot menguning, lapisan hitam pada dasar biji, dan daun sebagian besar menguning. Waktu panen biasanya sekitar 3-4 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya. *










