Home / Terobosan Teknologi

Rabu, 25 Juni 2025 - 14:29 WIB

Panen Oyong Lebih Cepat, Petikan Nambah

Panen Oyong Lebih Cepat, Petikan Nambah

Panen oyong lebih cepat, petikan nambah. Caranya dengan menerapkan pemupukan lengkap PT Saprotan Utama Nusantara (SUN). Cocok untuk semua tanaman, termasuk untuk sayuran dan harganya terjangkau.

MAJALAHTEBAR.com. Tanaman oyong cocok untuk ditanam di lahan terbatas dengan sistem multikultur. Satu lahan terdiri dari beberapa jenis sayuran.

Seperti Susmanto, petani Desa Gondosuli, Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Meski lahan yang tesedia terbatas hanya sekitar 6500 m2, petani yang terkenal senang berinovasi ini mampu memaksimalkannya dengan budidaya oyong atau gambas.

Selain gambas, Susmanto juga mengisi lahannya dengan beberapa komoditi antara lain timun, pare, tomat, dan melon.  Bahkan ada pula padi varietas IR64. “Selain untuk memutus siklus hama, agar ada hasil panen yang dinikmati terus setiap bulan.  Saya sekaligus melakukan ujicoba dan Alhamdulillah dengan paket lengkap PT Saprotan Utama Nusantara, hama dan penyakit terkendali meski sedang endemik di wilayah muntilan,” terangnya.

Baca juga  Meningkatkan Produksi Sawit Bukan Hal Sulit Asal Pemupukan Tepat

Seakan sudah menjadi menu wajib di desanya, Susmanto menerapkan pemupukan dasar diberikan 2 Hari Sebelum Tanam (Saat tutup mulsa plastik). Pupuk menggunakan non subsidi  yakni Saprodap.

Sesuai pengalamannya, dosis SAPRODAP 33 gram/tanaman dan CSN (ZA Pak Tani) 10 gram/tanaman. Pupuk ditabur merata di bedengan sebelum tutup mulsa. Bila tanpa mulsa plastik, pemupukan saat tanam ditabur di sekitar lubang tanam.

PUPUK SUSULAN

Pupuk susulan pada fase vegetatif menggunakan KNO3 Merah Pak Tani 1,5 gram/tanaman. Fase Generatif menggunakan KNO3 Putih Pak Tani dosis 1,5- 2 gram/tanaman dan MKP 1 gram/tanaman.

Menurut Susmanto, pengaruhnya nyata terlihat panen lebih cepat dan jumlah petikan bertambah. “Saya rasakan waktu panen bisa sedikit lebih cepat dari biasanya. Jumlah petikan juga nambah karena ada pembentukan tunas baru,” imbuh petani yang mengaku sudah mencoba hampir semua produk pupuk dan pestisida ini.

Baca juga  Panen Utomo Tembus 13,6 Ton/Ha Setelah Pakai Paket Lengkap Ini

Hasil panen juga menggembirakan. Gambas 40 hari sudah bisa dipanen. Tiap petik bisa diperoleh 30 kg dan bisa sampai 15 kali petik.

Bila dengan harga rata-rata Rp 6000/kg maka dari gambas saja diperoleh hampir Rp 3 juta. Belum dari timun, cabai, tomat, pare dan melon. Setiap bulan Susmanto bisa mengantongi pendapatan lebih dari Rp 10 juta.

Paket lengkap PT SUN menurut Susmanto benar-benar sudah lengkap dan sesuai untuk semua tanaman. Petani tinggal menggunakan sesuai rekomendasi. “Jika mau mencoba sendiri, tidak masalah selama hasilnya bagus. Petugas lapangan juga mudah dihubungi, jika ada kendala dalam pemupukan atau pengendalian hama,” imbuhnya.*

Share :

Baca Juga

Terobosan Teknologi

Terlanjur Percaya dengan Pupuk Ini Hasil Panen Jeruknya Bagus

Terobosan Teknologi

Cara Kelik Hasilkan Tanaman Lebih Seger dan Keker

Terobosan Teknologi

Paket Lengkap yang Membuat Bulir Padi Lebih Berbobot

Terobosan Teknologi

Rahasia Andel Tarigan Dapatkan Bunga Banyak dan Buah Jeruk Besar Serta Manis

Terobosan Teknologi

Panen Padi Langsung Giling Tanpa Jemur

Terobosan Teknologi

Menu Wajib untuk Hasilkan Melon Bermutu

Terobosan Teknologi

Trik Jitu Hasilkan Buah Semangka

Terobosan Teknologi

Begini Cara Hasilkan Buah Semangka Besar dan Manis