Home / Pestisida

Senin, 17 April 2023 - 17:56 WIB

Budidaya Pertanian Untuk Mendapatkan Harga Yang Maksimal

Pengujian SAPTABIO pada lahan kelompok tani desa Banjarsari Kecamatan Cerme  Gresik, Jawa Timur. Terjadi peningkatan produktivitas hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan lahan tanpa menggunakan saptabio. Aplikasi oleh hampir 50 petani dengan luasan 10 hektar padi.

Pengujian SAPTABIO pada lahan kelompok tani desa Banjarsari Kecamatan Cerme Gresik, Jawa Timur. Terjadi peningkatan produktivitas hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan lahan tanpa menggunakan saptabio. Aplikasi oleh hampir 50 petani dengan luasan 10 hektar padi.

MAJALAHTEBAR.com. Budidaya pertanian pada tanaman pangan maupun hortikultura menghadapi tantangan berupa musim yang berubah-ubah.  Harga jual juga kadang meningkat tajam. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal saat harganya tinggi maka perlu memperhatikan pengolahan lahan yang sempurna, pengendalian OPT dan perlakuan saat pasca panen.

PENGOLAHAN LAHAN

Pengolahan lahan yang sempurna merupakan tolak ukur keberhasilan dalam budidaya pertanian. Ini merupakan sebagai pondasi awal dari bercocok tanam. Karenanya harus memenuhi beberapa kriteria seperti PH yang normal ( PH 6), banyak kandungan unsur organik dan mikroba di dalam tanah, bebas bakteri dan jamur yang merugikan.

Apabila lahan tersebut belum memenuhi kriteria maka di dalam budidaya pengolahan lahan akan terjadi beberapa serangan hama dan penyakit yang disebabkan dari tanah.Untuk memperbaiki struktur tanah saat pengolahan lahan  bisa di gunakan produk SAPTABIO dari PT. Petrosida gresik yang merupakan pupuk hayati yang didalamnya terdapat beberapa kandungan mikroba yang baik untuk tanah.

Penggunaan pupuk hayati SAPTABIO sangat mudah. Bisa mendukung berbagai jenis tanaman. Caranya dengan sebar pada saat pengolahan lahan, mencampurkan bebarengan pada saat pemupukan pupuk kimia. Bisa juga dengan cara pengocoran. Untuk dosis SAPTABIO pada tanaman padi menggunakan 50 kg/H sedangkan untuk tanaman hortikultura 100kg/H.

Baca juga  Tantangan Dan Strategi Pengendalian Hama Menggunakan Permifos  555 EC

Untuk tanaman hortikultura peran utama terpenting SAPTA BIO dalam pengendalian layu oleh jamur maupun bakteri. Oleh sebab itu PT.Petrosida gresik membuat terobosan terbaru untuk menanggulangi serangan tersebut dengan produk TRICOSIDA.

Produk ini mengandung beberapa mikroba yang berfungsi untuk memperbaiki akar pada tanaman. Untuk tanaman Hortikultura penggunaan TRICOSIDA dengan cara pengocoran dengan kosentrasi 3-5 gr/L. Lakukan minimal 3 kali pengocoran dengan interval 2 minggu sekali.

Panen hasil aplikasi SAPTA BIO dan TRICHOSIDA
PENGUJIAN SAPTABIO

Secara pengujian lapangan produk SAPTA BIO ini oleh hampir 1.000 petani. Secara keseluruhan menunjukkan tingkat kepuasan petani terhadap produk ini juga luar biasa.

Data terbaru pengujian oleh kelompok tani desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.  Hasilnya terjadi peningkatan produktivitas hasil panen yang lebih tinggi daripada lahan tanpa menggunakan saptabio. Pada saat pengenalan tersebut aplikasi sapta bio oleh hampir 50 petani dengan luasan 10 hektar padi.

Dari hasil tersebut menunjukkan penggunaan SAPTA BIO memang mampu meningkatkan produtivitas hasil yang nyata. Bukan kaleng-kaleng dan bukan asal obrolan sales keliling.

Namun secara riset, pengujian lahan dan pembuktian secara terbuka bersama dinas Kabupaten, Kecamatan dan pihak pemerintahan Desa. Menunjukkan pula penyampaian informasi produk tidak terputus.

Baca juga  Soft Launching Produk Baru PT Saprotan Utama Nusantara NPK 9-15-6 dan KOZIMA 50SC

Cara aplikasi SAPTA BIO yang baik adalah sebelum tanam atau setelah tanah diratakan (garu). Kemudian apabila terlambat belum aplikasi lakukan penaburan bersama pupuk kimia di usia 15 HST dan maksimal aplikasi adalah 35 HST.

Aplikasi sapta bio bersama pupuk kimia tidak menjadi kendala.  Namun harus saat itu juga ditaburkan, apabila tidak pupuk kimia akan cepat meleleh dan susah untuk ditabur.

Respon positif dari POPT Sukoco dan Koordinator penyuluh pertanian Kec. Cerme Sriyono. Hasil panen ini memang luar biasa. Kalo melihat kondisi awal, tidak tega melihat padi yang menguning, akar tidak mau berkembang, tanah masam dan berbagai masalah yang ada.

“Namun setelah berkoordinasi dengan Petrosida Gresik dan mengikuti pola budidayanya. Alhamdulillah ubinan kok dapat 7,4 Kg atau setara 10 Ton perhektar. Sekali lagi sungguh diluar dugaan,” ujar Sukoco yang diiyakan Sriyono.

Respon serupa juga disampaikan oleh Camat Cerme Umar Hasyim. Menurutnya, hasil panen padi musim ini memuaskan dan membanggakan.

Untuk kegiatan edukasi dan konsultasi terkait budidaya tanaman padi yang optimal dapat langsung menghubungi official kami di SIDACARE pada platform media social seperti instagram dan facebook.*

Share :

Baca Juga

Pestisida

Maksimalkan Pertanian Menggunakan Teknologi Drone

Pestisida

Mau Modal Tanam Murah Panen Bertambah, Ini Caranya

Pestisida

Dosis Tepat Saat Kemarau

Pestisida

Gebyar Pengundian Fertiphos PT SUN Jabar-Banten 2024 Meningkatkan Produksi Menguntungkan Petani

Pestisida

Likat Kuning Kendalikan Virus Kuning

Pestisida

R1 Gathering Jabar-Banten dan Grand Launching Produk Baru PT Saprotan Utama Nusantara

Pestisida

R1 Gathering PT Saprotan Utama Nusantara Pati, Jateng Menu Utama untuk Panen yang Lebih Baik

Pestisida

Bertani di Musim Pancaroba, Untungkah Petani Kita!!!!!!