Hasil Panen Naik Drastis Umbi Lebih Banyak dan Jumbo
Hasil panen naik drastis umbi lebih banyak dan jumbo. Sejak awal pertumbuhan tanaman mendapatkan pupuk lengkap. Daya tahan kuat tidak gampang tumbang oleh rongrongan hama dan penyakit.
MAJALAHTEBAR.com. Sebagai sentra pengembangan bawang merah nasional, lahan di kawasan Brebes, Jawa Tengah menghasilkan panen setiap hari. Truk besar dan kecil mengangkut panen petani menuju pasar lokal, naional hingga ekspor.
Setiap petani di daerah ini berharap meraih panen maksimal, termasuk para petani di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari. H. Warsito, petani sekaligus tokoh masyarakat setempat mengungkapkan, lahannya sering menjadi lokasi kunjungan petani dan pihak terkait untuk kajian budidaya bawang merah.
Namun ada hal berbeda dari tanaman miliknya, yang membuat petani setempat heran karena mendapat kunjungan ratusan petani dari sekitar Brebes beberapa waktu lalu. Hasil cabutan dari petak lahan tokoh masyarakat ini menunjukkan jumlah umbi yang lebih banyak dibandingkan lahan lainnya. Daunnya juga tampak masih lebih hijau segar. Nyaris tidak terlihat adanya gangguan hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman bawang merah.
“Dari awal saya amati pertumbuhannya seperti lebih cepat. Daunnya hijau keker. Pas dicabut, umbinya terlihat lebih banyak. Otomatis hasil panennya juga lebih banyak,” ujarnya bangga.
PANEN LEBIH BAIK
H. Warsito yang semula heran, akhirnya bisa menyimpulkan penggunaan sarana produksi berkualitas menghasilkan panen yang lebih baik. Petani senior ini menuturkan telah menggunakan paket lengkap PT Saprotan Utama Nusantara.
Pemupukan lengkap membuat tanaman subur. Pupuk dasar FERTIPHOS 200 kg /ha, pengecoran NPK 16-16-16PAK TANI 3 kg + KNO3 merah 2kg / 200 liter air.
“Pupuk seperti SAPRODAP sudah rutin (digunakan) tiap musim.Batangnya besar umbinya besar dan banyak. Kenapa banyak yang pakai? Ya karena bagus dan harganya juga terjangkau,” terangnya.
Selain itu H Warsito juga melakukan pengocoran (pemupukan dengan cara kocor) NPK 16-16-16 PAK TANI 3 kg + KNO3 putih 2 kg /200 liter dan KAMAS 3 kg/200 liter.. menggunakan FERTIPHOS, MKP dan KAMAS yang terbukti bagus untuk tanaman bawang merah. MKP bagus untuk pembuahan, pemakaian umur 35-40 HST.
Tanaman bebas penyakit moler setelah menyemprot TORBINOL 480 SC. Pemakaiannya sedikit hanya 10 ml. Insektisida menggunakan OXAR. KOZIMA 50SC. Tidak ketinggalan herbisida GOAL 240EC. Herbisida dengan bahan aktif Oxyfluorfen pertama di Indonesia, diikat baik oleh tanah, sehingga biji gulma sulit berkecambah
Panen bawang merah H. Warsito pun meningkat drastis. Pada kondisi cuaca mendukung, panen mencapai 17 ton/ha. Biasanya sekitar 12 ton/ha.*










