Home / Terobosan Teknologi

Senin, 10 Februari 2025 - 13:44 WIB

Meningkatkan Produksi Sawit Bukan Hal Sulit Asal Pemupukan Tepat

Meningkatkan Produksi Sawit Bukan Hal Sulit Asal Pemupukan Tepat

Meningkatkan produksi sawit bukan hal sulit asal pemupukan tepat dan harga stabil. Pemupukan dengan NPK Sawit Pak Tani 13-6-27-4+0,6B dan NPK Sawit Pak Tani 13-8-27-4+0,5B mendukung pertumbuhan tanaman dan panen menjadi lebih baik.

MAJALAHTEBAR.com. Menjadi kebahagiaan bagi petani atau pekebun sawit jika harga pasar sedang bagus dan produksi tinggi. Seperti yang terjadi di Kalimantan Barart (Kalbar) belakangan ini harga kelapa sawit berada pada level Rp 3.100 hingga Rp 3.400/kg.

“Saat ini petani sedang dalam masa panen. Rata-rata 2 minggu sekali panen sekitar 1 ton/ha untuk petani swadaya dan 2 – 3 ton untuk petani plasma yang menerapkan standar GAP (Good Agricultural Pratices),” ungkap Bernadus Mohtar, Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kalbar.

Bernadus menambahkan, perbedaannya bukan pada status petani, tetapi karena yang mengikuti GAP menerapkan pemupukan dan pengendalian gulma dengan lebih baik.

Seperti Bernadus yang menggunakan NPK Sawit Pak Tani 13-6-27-4+0,6B dan 13-8-27-4+0,5B. Kedua pupuk majemuk dari PT Saprotan Utama Nusantara (SUN) tersebut sudah dikaji dan teruji cocok untuk tanaman sawit.

Baca juga  Kiat Memupuk Agar Panen Wortel Meningkat

“Meraih peningkatan produksi sawit bukan hal sulit. Kuncinya harga sawit bagus, sehingga petani mampu membeli pupuk untuk pemeliharaan. Karena beberapa waktu lalu pemerintah sempat melarang ekspor, akhirnya harga jatuh sampai Rp 1.000 dan petani membiarkan tanamannya dipupuk seadanya sehingga produksi menurun,” terangnya.

Bernadus yang juga Ketua KUD Sido Makmur menggarap lahan sawit dengan luasan sekitar 40 ribu hektar. Penggunaan NPK Sawit PAK TANI 13-6-27-4+0,6B dengan dosis untuk Tanaman belum menghasilkan (1-3 tahun) sebanyak 1,25 – 1,62 kg/pohon. Aplikasi 2 kali per tahun.

Untuk TM (4 – 8 tahun) dosisnya 2,0 – 2,5 kg/pohon, TM (9 – 13 tahun) dosis 3 kg/pohon, TM (14 – 20 tahun) dosis 3 – 3,5 kg/pohon dan TM 20 tahun dosis 2,5 – 3 kg/pohon.

WAKTU APLIKASI

Waktu aplikasi sama 2 kali per tahun. Caranya, dengan dibenamkan ke dalam tanah 10 – 15 cm, di sekeliling tanaman dengan jarak dari batang radius 2/3 lebar tajuk.

Baca juga  Budidaya Padi Keren, H. Enda Makin Untung

Sementara, untuk pengendalian hama Ulat Api (Setothosea asigna) yang kerap mengganggu tanaman sawit, PT SUN merekomendasikan Marcis 25 EC. Konsentrasi yang direkomendasikan 0,5 – 1 ml/l air.

Aplikasi setelah timbul serangan dengan volume tinggi atau secara fogging. Henghentikan penyemprotan 14 hari sebelum panen.

Pengendalian gulma berdaun lebar (Ageratum conyzoides dan Chromolaena odorata) dan gulma berdaun sempit (Axonopus compressus, Otochloa nodosa, Paspalum conjugatum, dan Setaria plicata) maupun Mikania micrantha gunakan Posat 480 AS. Dosis pemakaian Posat 480 AS, sebanyak1 – 2  l/ha dengan volume air 400 – 600 l/ha.

Khusus untuk gulma sasaran Mikania micrantha dosisnya 2 – 4 l/ha dengan volume air 400 – 600 l/ha. Aplikasi dengan penyemprotan volume tinggi, tidak diaplikasikan pada tanaman pokok, lakukan pada saat gulma sedang tumbuh aktif. Penyemprotan pada pagi hari, estimasi hujan tidak turun dalam 3 – 4 jam setelah penyemprotan.*

Share :

Baca Juga

Terobosan Teknologi

NPK Ini Bisa Dongkrak Panen, Simak Caranya

Terobosan Teknologi

Formula Tepat untuk Panen Cabai Mantap

Terobosan Teknologi

Pondasi Kuat, Panen Cabai Meningkat

Terobosan Teknologi

Kiat Memupuk Agar Panen Wortel Meningkat

Terobosan Teknologi

Ketika Mustholih Melihat Sangat Jelas Hasilnya

Terobosan Teknologi

2 Aplikasi untuk Raih Tambahan Keuntungan

Terobosan Teknologi

Menu Wajib untuk Hasilkan Melon Bermutu

Terobosan Teknologi

Cara Kelik Hasilkan Tanaman Lebih Seger dan Keker