Home / Pestisida

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Pestisida Bermutu, Produksi Terjaga Swasembada Jadi Nyata!

Pestisida Bermutu, Produksi Terjaga Swasembada Jadi Nyata!

Pestisida bermutu produksi terjaga swasembada jadi nyata. Peran penting produsen pestisida berkualitas seperti PT Mitra Kreasidharma memberikan solusi terbaik bagi petani. Pestisida bukan hanya alat perlindungan, tetapi juga investasi untuk keberlanjutan panen.

MAJALAHTEBAR.com Pemerintah berhasil meraih swasembada delapan komoditas dan kini akan menuntaskannya dengan capaian swasembada bawang putih. Sebuah tujuan yang bermakna untuk kemandirian bangsa.

Menarik gebrakan pemerintahan baru yang bertekad meraih swasembada pangan dalam empat tahun. Namun sebagian sudah terwujud di tahun pertama seperti beras dan jagung.

Kunci dari kesuksessan meraih swasembada terletak pada kemampuan produksi pangan dalam negeri yang mampu mencukupi kebutuhan konsumsi. Bahkan mampu surplus.

BPS mencatat produksi padi nasional Indonesia pada tahun 2025 mencapai 60,21 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).  Luas panenmencapai sekitar 11,32 juta hektare (naik 12,69% dari 2024).

Produksi Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 71,95 juta ton. Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 60,21 juta ton (naik 13,29% dari 2024).Produksi beras (Konsumsi Pangan) sebesar 34,69 juta ton (naik 13,29% dari 2024).

Kebutuhan nasional sekitar 30–31 juta ton (atau spesifiknya tercatat di angka 31,08 juta ton). Dengan produksi sekitar 34,69 hingga 34,77 juta ton berarti Indonesi surplus lebih dari 3 juta ton sehingga mencatatkan swasembada tanpa impor.

PERLINDUNGAN TANAMAN

Agar produksi terjaga, maka panen perlu mendapat perlindungan dari gangguan pada panen komoditi baik dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), perubahan iklim hingga terkikisnya lahan oleh pembangunan infrastruktur. Butuh upaya cermat agar bisa melewati rintangan tersebut.

Baca juga  Pestisida Bermutu Amankan Produksi Menuju Swasembada Pangan

Perubahan iklim telah menjadi salah satu faktor utama yang menghambat produktivitas pertanian di Indonesia. Petani kini menghadapi musim tanam yang sulit diprediksi, ditambah dengan intensitas hujan dan kekeringan yang ekstrem. Hal ini memengaruhi siklus pertumbuhan tanaman, membuat hasil panen sulit diandalkan.

Sebagai contoh, di beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat, petani melaporkan penurunan hasil panen hingga 30% akibat curah hujan yang tidak menentu. Tanpa sarana pendukung seperti pestisida yang tepat untuk mencegah kerusakan akibat hama yang berkembang di kondisi ekstrem ini, ancaman terhadap ketahanan pangan semakin nyata.

Selain perubahan iklim, serangan hama dan penyakit menjadi masalah besar. Hama seperti wereng coklat, ulat grayak, dan kutu daun telah menyebabkan kerugian besar bagi petani padi, jagung, dan hortikultura.

Di Sulawesi Selatan, misalnya, serangan ulat grayak pada tahun 2022 menyebabkan kerugian hingga 15 miliar rupiah. Ini hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak kasus yang terjadi di berbagai daerah.

PESTISIDA BERMUTU

Khusus dalam perlindungan gangguan OPT, butuh sarana produksi berupa pestisida bermutu dan menerapkan sesuai prinsip 6 (Enam) TEPAT Pestisida. Penggunaan pestisida yang tepat dapat menjadi solusi utama untuk mengendalikan hama ini.

Namun, banyak petani masih menggunakan produk yang tidak sesuai atau kualitasnya rendah, sehingga efektivitasnya tidak optimal. Di sinilah peran penting produsen pestisida berkualitas seperti PT Mitra Kreasidharma dalam memberikan solusi terbaik bagi petani.

Baca juga  Ini Syarat Agar Petani Selalu Untung

Pestisida bukan hanya alat perlindungan, tetapi juga investasi untuk keberlanjutan panen. Pestisida yang dirancang dengan teknologi modern mampu memberikan perlindungan menyeluruh terhadap tanaman sekaligus menjaga ekosistem. Sebagai contoh, insektisida berbasis mikroba kini semakin banyak digunakan karena lebih ramah lingkungan dan aman bagi predator alami seperti lebah dan serangga penyerbuk.

Pestisida juga membantu petani mengatasi ancaman hama yang sulit dikendalikan secara manual. Sebagai contoh, ulat grayak yang menyerang daun tanaman jagung biasanya menyebar dengan cepat, dan tanpa pengendalian yang tepat, kerugian dapat meluas hingga ke area pertanian lain dalam radius beberapa kilometer.

MENDUKUNG PENINGKATAN PANEN

Menggunakan pestisida yang tepat tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga kesehatan tanaman untuk siklus tanam berikutnya. Dengan mengurangi risiko penyakit tanaman, petani dapat menanam ulang dengan lebih percaya diri, memastikan keberlanjutan hasil produksi. Data menunjukkan bahwa penggunaan pestisida berkualitas tinggi dapat meningkatkan hasil panen hingga 20-30%, tergantung pada jenis tanaman dan wilayah.

PT Mitra Kreasidharma telah berdiri sejak lebih dari dua dekade lalu dengan visi mendukung pertanian Indonesia yang berkelanjutan. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan produk pestisida yang efektif, aman, dan ramah lingkungan. Dengan jaringan distribusi yang luas, PT Mitra Kreasidharma memastikan bahwa petani di daerah terpencil sekalipun dapat mengakses produk mereka dengan mudah.

Selain itu, perusahaan ini aktif dalam memberikan edukasi kepada petani yang mencakup pelatihan tentang penggunaan pestisida yang tepat dan pengelolaan hama terpadu.*

Share :

Baca Juga

Pestisida

Cara Menguntungkan Aplikasi Pestisida di Musim Kering

Pestisida

Awal Kesuksesan Dalam Budidaya Tanaman Padi

Pestisida

Retailer Gathering PT Saprotan Utama Nusantara di Kalimantan Tengah : Utama dalam Kualitas Meningkatkan Produktivitas

Pestisida

Retailers Gathering PT Saprotan Utama Nusantara di Jember dan Banyumas: Program Mantap, Usaha Makin Berkembang

Pestisida

Drone Sprayer Membangkitkan Pertanian Indonesia

Pestisida

Perlindungan Maksimal untuk Panen Bawang Merah Berkualitas

Pestisida

Tantangan Dan Strategi Pengendalian Hama Menggunakan Permifos  555 EC

Pestisida

Memperkenalkan Teknologi Canggih Terbaru ke Petani