Home / Pupuk

Sabtu, 7 November 2026 - 11:15 WIB

Saprotan Utama Hadiri Panen Raya Padi GP 65 yang Capai 10 Ton/Ha Wujud Dukungan Swasembada Pangan

Saprotan Utama Hadiri Panen Raya Padi GP 65 yang Capai 10 Ton/Ha Wujud Dukungan Swasembada Pangan

Saprotan Utama hadiri Panen Raya Padi GP 65 yang capai 10 Ton/Ha. Wujud dukungan swasembada pangan berkelanjutan. momentum bersama untuk melihat potensi pertanian dan memperkuat semangat ketahanan pangan.

MAJALAHTEBAR.com. Hamparan sawah di di Dusun Kedungpring, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, menjadi saksi capaian produktivitas padi yang menggembirakan.

Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar 10 ton per hektare, bahkan mencapai 12,54 ton per hektare di lahan demplot pada panen raya kali ini (17/92026).

Padi MSP 65 merupakan bibit unggul yang dikembangkan Mangontang Simanjutak, kader PDI Perjuangan.  Nama MSP sendiri merupakan kependekan dari Mari Sejahterakan Petani.

Uji coba penanaman GP 65 Bogor atau MSP 65 di Jombang atas inisiatif Sadarestuwati selaku Anggota Komisi IV DPR RI. Lebih lanjut dijelaskan bahwa MSP 65 ditanam lebih akhir dibandingkan sejumlah varietas lain, seperti Inpari 32, Inpari 49 dan Inpari 42. Namun, dalam uji coba di lahan demplot tersebut, MSP 65 justru memasuki masa panen lebih awal.

Baca juga  DPP PT Saprotan Utama Nusantara di Sukoharjo, Jateng dan Bojonegoro, Jatim

MSP 65 memiliki masa tanam relatif pendek pada kisaran 65-80 hari hingga masa panen. Dapat bertahan dari serangan hama penyakit dan relatif tahan pada kondisi cuaca yang ekstrem dampak dari El Nino. Selain dari umur panen yang relatif pendek, MSP 65 juga diuji coba dengan sistem pengairan hemat melalui pipanisasi.

PANEN 10 TON PER HEKTARE

Hasil yang mencapai 10 ton gabah per hektare, menurut Sadarestuwati tidak lepas dari proses budidaya yang dilakukan melalui sejumlah tahapan pengolahan lahan.Tanah terlebih dahulu dibalik, kemudian diberi biodekomposer sebelum dilakukan proses pengomposan dan pengolahan menggunakan rotary. Dia juga mengapresiasi produk-produk dari PT Saprotan Utama Nusantara yang turut membantu mensukseskan panen raya kali ini.

Pada kesempatan yang sama, Ganjar Pranowo dalam pidatonya mengatakan penanaman GP 65 Bogor di Jombang merupakan salah satu lokasi uji coba yang perlu terus diamati. pengembangan padi genjah seperti MSP 65 perlu dilihat sebagai salah satu ikhtiar menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca juga  Budidaya Paprika: Peluang Menguntungkan Bagi Petani

Kegiatan panen raya turut dihadiri oleh Direktur Utama PT Saprotan Utama Nusantara (PT SUN), Markus Wibowo, Direktur PT Saprotan Utama Nusantara Yuri Wibowo beserta sejumlah tokoh nasional dan kepala daerah, termasuk Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Eri Cahyadi, Ony Anwar Harsono, Marhaen Djumadi, dan Sadarestuwati. Kalangan petani dan kelompok tani dari Jombang dan sekitarnya juga hadir pada kegiatan ini.

PT Saprotan Utama Nusantara, turut membuka stand yang ramai diserbu pak tani yang hadir dalam kegiatan ini. Menawarkan produk-produk unggulan dari Pak Tani disertai harga yang terjangkau dengan tambahan hadiah menarik setiap pembelian selama acara berlangsung.

Kegiatan Panen Raya Padi GP 65 Bogor (MSP 65) 10 Ton/Ha di Desa Bareng, Jombang, Jawa Timur menjadi momentum bersama untuk melihat potensi pertanian dan memperkuat semangat ketahanan pangan.*

Share :

Baca Juga

Pupuk

Ternyata Cara Ini Membuat Kualitas Mawar Bagus dan Tahan Lama

Pupuk

Prof. Budi Mulyanto : Lahan Sehat Produktivitas Tanaman Meningkat

Pupuk

Resep Jitu Budidaya Si Raja Buah: Apa Rahasianya???

Pupuk

Pupuk Organik untuk Produktivitas Tanaman

Pestisida

Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara Maksimalkan Hasil Panen, Petani Senang

Pupuk

Sinergi Penyuluh dengan Petani Sukses Hadapi Perubahan Iklim

Pupuk

Mengapa Kalsium Jadi Kunci Pertahanan Hadapi Cuaca Ekstrem?

Pupuk

Trio Nutrisi untuk Hasil Panen Kentang Berkualitas