Hantu Orang Utan di Rawa
MAJALAHTEBAR.com. Sore menjelang malam itu saya dicarikan sebuah hotel di wilayah Kalimantan Selatan tepatnya dimana rahasia. Teman lapangan saya karena waktu mendesak yang penting dapat kamar hotel bisa untuk tidur, maklum di daerah agak terpencil, jadi terbatas kesediaan hotel.
Saya seorang diri dari Jawa yang ditugaskan di Kalimantan Selatan yang letaknya sekitar 4 jam perjalanan dari pusat kota. Kebetulan saya baru sekali itu menginjak kaki di Pulau Kalimantan, saya tidak tahu pokoknya ngikut saja.
Saya sempat menengok- nengok sekeliling hotel. Belakang hotel sudah menunjukkan lahan rawa. Menurut pengamatan saya, memang disepanjang jalan sudah banyak berdiri bangunan, namun bagian belakangnya kebanyakkan berupa lahan rawa dan umumnya berwujud semak belukar.
Begitu masuk kamar, menjelang matahari terbenam, saya bukak jendela, terlihat jelas di kejauhan merupakan lahan rawa dan pepohonan rumput semak belukar. Lama saya memperhatikan hal tersebut, di bagian ujung terlhat baru saja lampu menyala.
Saya tutup jendela dan korden kainnya. Lampu kamar saya nyalakan. Saya sendiri di kamar itu. Sementara teman yang mengantar saya ke hotel sudah pulang, tidak jauh dari hotel itu, katanya, makanya pulang tidak menemani saya.
Di kejauhan terdengar adzan Magrib. Saya sholat jamak dengan sholat Isha’. Karena penasaran setelah selesai do’a, saya bangkit dari duduk dan melihat suasana belakang hotel dari jendela. Saya membuka korden kain saja. Jendela tetap tertutup. Jadi suasana di luar itu hanya terlihat dari beningnya kaca jendela.
Penerangan lampu di luar lumayan terang. Sehingga semua kelihatan begitu jelas. Saya menengok jam di hp baru menunjukkan sekitar jam 19, entah mengapa dalam benak saya timbul yang aneh-aneh. Mungkinkah ada hantu di tempat seperti ini?
BADAN GEMETAR
Begitu pertanyaan pada pikiran saya, bersamaan dengan itu saya merasa aneh. Badan terasa bergetar (prindang prinding: bahasa Jawa). Pada kesempatan itu saya tangkis sendiri. “Wah, perasaan saya saja,” kata saya sambil tetap mengamati di sekeliling sejauh mata bisa memandang di malam itu.
Membayangkan orang hutan, yang besar, ular yang besar, ikan beraneka ragam dan lain-lain. Kondisi lahan rawa yang sulit dilalui, air yang asam serta tanaman semak belukar yang sulit dikendalikan.
Ketika mengambil hp di tas, saya merasa dari kamar mandi yang letaknya di samping kiri belakang saya berdiri, ada sesuatu yang melintas. Ini saya tangkis lagi, mungkin saya terlalu lelah. Dalam kamar saya menatap tajam seluruh bagian ruangan yang ada.
“Tidak ada apa-apa,” kata saya. Namun mengapa badan ini merasa bergetar semakin kencang, sepertinya ada sesuatu yang mempengaruhi. Dalam benak dan pikiran timbul yang aneh – aneh. “Hotel ini angkerkah (penuh misteri),”.
MAKHLUK ANEH
Baru saja berpikir demikian, tiba-tiba di jendela tempat saya melhat di lorong bagian luar oleh saya terlihat jelas sekali makhluk aneh. Berupa orang hutan besar muncul dari semak belukar lahan rawa tersebut. Orang hutan besar itu mengekuarkan suara mengaum keras, yang membuat saya semakin merinding, dan badan bergetar kencang.
Tapi seketika saya tangkis, itu orang hutan di kejauhan sana, tak mungkin ke sini. “ ini kan jendela dilapisi jeruji besi,” kata batin saya.
Orang hutan itu bagi perasaan saya walaupun di kejauhan hanya dengan terangnya sorot lampu, melotot memperhatikan saya. Saya merasa semakin takut, namun mau berbuat apapun tidak bisa. Tangan mau bergerak menutup korden jendela tidak bisa digerakkan.
Suara orang hutan itu mengaum semakin keras. Terlihat jelas oleh mata saya, orang hutan itu bulunya kecoklatan, lebat, lama-lama bau apeg bikin pusing kepala, anehnya sorot mata merah menyala.
Seketika dalam benak saya, ini orang hutan hantu atau iblis. Pada waktu itu juga saya langsung membaca ayat-ayat sesuai keyakinan saya. Orang hutan itu semakin menjadi suaranya, namun tetap pada tempatnya, tidak mendekat ke saya.
Saya keluar keringat dan melihat ke bagian perut. Dalam pada itu saya memperhatikan lagi orang hutan itu tiba-tiba menghilang entah kemana. Saya yakin itu hantu. Jadi makhluk tadi adalah hantu orang hutan. Salah satu ciri menonjol sorot mata merah menyala. Dan hilang secepat kilat.
Pada waktu itu juga, saya menghubungi petugas lapangan yang mencarikan hotel saya tersebut, untuk pindah kamar bagian depan yang dekat dengan pos keamanan atau reseptionis.
Bagi saya kejadian-kejadian aneh antara lain seperti di atas suatu hal yang biasa. Namun menurut saya, tergolobg tidak menyeramkan.
Demikian kisah dari pembaca TEBAR








