Kuntilanak di Saung
MAJALAHTEBAR.com. Kuntilanak di saung. Sore itu di sawah daerah Jawa Tengah dekat tempat tinggal saya sedang hujan rintik-rintik tambah lagi hari sudah gelap dan lampu-lampu jalan menyala. Makanya, saya terus pulang. Jarak sawah dengan rumah sekitar dua kilometer. Karena jalan kecil dan kebanyakan penampang saja, hanya jalan kaki kalau ke sawah.
Ketika saya berjalan mau melewati sebuah saung yang berdisi di tengah hanya beberapa meter dari penampang yang saya lewati, dalam pandangan saya terlihat jelas ada sosok wanita semampai pakai baju serba putih rambut panjang duduk disaung tersebut. Pada kesempatan itu saya tidak berpemikiran yang aneh-aneh. Biasa saya senyum dan menyapa dengan wanita itu.
Bayangan sekilas wanita itu seperti yang saya sampaikan diatas, dalam batin saya merasa bahwa wanita itu cantik sekali, jelita cantik. Dia tersenyum. Aku pun membalasnya. Dan seperti biasa, jiwa saya merasa biasa-biasa saja. Karena hari begitu agak gelap hanya ada sinar lampu jalan. Mungkin kebetulan pas mati lampu disaung itu. Saya merasa itu wanita biasa yang beristirahat dari jalan jauh. Baunya wangi sekali. Enak, harum, dan …. Tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata di Tebar ini. Pokoknya, bau parfumnya enak sekali.
Setelah berjalan beberapa langkah dari saung itu, baru tersirat dipikiran. ‘’Masak, waktu sudah malam begini, dan tak mungkin ada mbak-mbak petani yang istirahat di saung itu. Apalagi disawah penampilan begitu, terlebih wangi enak sekali,’’ pikir saya.
SI JELITA
‘’Jangan-jangan si jelita itu kuntilanak,’’ pikirku lagi. Seketika itu saya menoleh kearah saung yang tadi ada si jelita. Dan setelah saya perhatikan sudah tidak ada. Pada saat itu juga, saya merinding, berdiri bulu kuduk. ‘’Berarti si jelita tadi kuntilanak,’’ batin saya. Dan saya sambil berjalan berpemikiran yang aneh-aneh, jangan-jangan mengikuti di belakang saya. Namun saya tangkis sendiri tak mungkin, itu makhluk gaib. Kalau ngikuti ya biarin, asalkan tidak mengganggu.
Dengan pikir diselimuti was-was, namun saya tetap biasa saja. Karena bagi saya, hal-hal yang terkait makhluk halus itu adalah suatu hal yang saya anggap biasa-biasa saja. Apalagi makhluk halus yang wujudnya mengenakkan. Sebaliknya, kalau wujud yang menakutkan memang sebagai manusia biasa, juga takut dan merinding gemetaran juga. Harapan saya, jangan sampai menemui yang demikian.
Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, menurut informasi dari rekan-rekan petani, memang di saung itu, kalau hari sudah gelap sering ketemu wanita tersebut dan kadang terlihat sosok jelita dengan bau yang wangi enak tersebut. Namun tidak mengganggu. Cuma terlihat saja dengan penampilan yang boleh dibilang menggoda kaum lelaki.
Tetapi, anehnya, setiap lelaki yang melihat makhluk tersebut dibuat lupa sebagai lelaki, sehingga menganggap biasa-biasa saja, termasuk saya yang baru saja mengalami demikian. Inilah kekuatan atau mungkin sudah kehendak Tuhan.*










