Home / Terobosan Teknologi

Kamis, 27 Juni 2024 - 14:26 WIB

Ini Strategi Panen Kentang yang Lebih Manteb

Ahmad, petani kentang Desa Serang, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah

Ahmad, petani kentang Desa Serang, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah

Ini Strategi Panen Kentang yang Lebih Manteb

Ini strategi panen kentang yang manteb. Pupuk dan fungisida jangan sampai telat terutama di musim hujan. Menggunakan pupuk non subsidi seperti NPK 16-16-16 PAK TANI, MKP PAK TANI dan FERTIPHOS. Pengendalian busuk daun menggunakan MANTEB 80WP dan KUDANIL 75WP.

MAJALAHTEBAR.com. Tanaman kentang merupakan komoditi budidaya utama para petani di Wonosobo, Jawa Tengah. Setiap musim baik saat kemarau maupun musim hujan tetap tanam kentang.

Serangan jamur pada musim hujan meningkat khususnya jamur penyebab penyakit Phytophthora infestans (busuk daun). Pilihannya, menunda tanam atau meningkatkan intensitas pemeliharaan terutama dalam penggunaan fungisida.

Ahmad, petani kentang Desa Serang, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah mengakui frekuensi penyemprotan di musim hujan meningkat. “Jika musim hujan fungisidanya, jangan sampai telat. Jarak tanam juga direnggangin dan ditambah pupuknya. Pas kemarau jarak tanam bisa lebih rapat,” ujar petani muda ini.

Baca juga  Exclusive R1 Gathering Jawa Tengah dan Grand Launching Produk Baru PT Saprotan Utama Nusantara
PUPUK DAN FUNGISIDA JANGAN SAMPAI TELAT

Jarak tanam saat musim hujan bisa dengan 70 x 40 cm agar penyinaran optimal. Saat kemarau bisa menggunakan jarak 30 x 35 cm.

Kunci utama budidaya kentang menurut pengalaman Ahmad, terletak pada dua hal penting yakni pupuk dan fungisida. Pupuk untuk memberi nutrisi tanaman, menambah produksi. Fungisida untuk melindungi tanaman dari gangguan penyakit utama kentang yakni Phytopthora infestans.

Pupuk kandang merupakan hal wajib. Namun, jika masih mendapat subsidi petani menggunakannya.

Namun, Ahmad menambahkan pupuk non subsidi seperti NPK 16-16-16 PAK TANI, MKP PAK TANI, FERTIPHOS dan lainnya untuk memperkokoh tanaman dan membesarkan umbi. FERTIPHOS mengandung pula hara makro dan mikro seperti Kalsium, Silika, Sulfur, Boron dan Magnesium. Pupuk ini juga dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar, memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH yang asam. Meningkatkan daya tahan tanaman dan meningkatkan produksi serta kualitas hasil.

Baca juga  Cara Kelik Hasilkan Tanaman Lebih Seger dan Keker

“Kalau musim hujan lebih sering nyemprot kalau musim kemarau lebih sering nyiram. Pupuk dan fungisida harus selalu siap. Dengan dua hal itu, menyiapkan pupuk dan fungisidanya yang sudah terbukti mantap saya kira sudah cukup,” tutur petani dengan panen rata-rata 20 ton di musim kemarau ini.

Pengendalian Phytopthora infestans Ahmad mengandalkan MANTEB 80 WP dan KUDANIL 75WP. Kadang ditambah pula dengan TAFT 75WP.

Siapa yang bisa efisien dalam penggunaan sarana produksi, maka cuannya makin besar. Saat harga kentang mencapai Rp 9.000/kg, Ahmad bisa mengantungi pendapatan mencapai Rp 120 juta/ha per musim.*

Share :

Baca Juga

Terobosan Teknologi

Panen Lebih Cepat dengan Pemupukan Lengkap dan Nyemprot Tepat

Terobosan Teknologi

Cara Ini Banyak Hasilkan Semangka Grade A Padahal di Lahan Pasir

Terobosan Teknologi

Sarana Produksi Mumpuni untuk Raih Produksi Tinggi

Terobosan Teknologi

Tanaman Sehat, Panen Cabai Mantap

Terobosan Teknologi

Fungisida Baru Kentang Hadir! Jamur Tak Berkutik, Panen Makin Mantap

Terobosan Teknologi

Panen Kubis Bebas Ulat dan Cepat Nge-Crop Setelah Sekali Mupuk

Terobosan Teknologi

Begini Cara Desra Panen Maksimal

Terobosan Teknologi

Panen Padi Langsung Giling Tanpa Jemur