Home / Terobosan Teknologi

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:04 WIB

Sarana Produksi Mumpuni untuk Raih Produksi Tinggi

Purwanto, Petani Ngawi, Jawa Timur

Purwanto, Petani Ngawi, Jawa Timur

Sarana Produksi Mumpuni untuk Raih Produksi Tinggi

Sarana produksi mumpuni untuk produksi tinggi. Dengan paket lengkap PT Saprotan Utama Nusantara Purwanto, petani Ngawi, Jawa Timur meraih panen 13,3 Ton/Ha.

MAJALAHTEBAR.com. Irigasi lancar, benih dan pupuk tersedia cukup, mendorong petani terus mempertahankan penanaman padi dengan IP300. Tiap tahun panen berlangsung tiga kali dengan komoditas padi-padi-padi.

Harga gabah yang belakangan tinggi makin menambah semangat petani untuk fokus menanam padi. Petani mendapatkan harga beli gabah kering panen Rp 7.300/kg.

Ini pula yang menjadi alasan Purwanto, petani Desa Gempol, Kecamatan Karangjati, Ngawi, Jawa Timur memilih padi sebagai tanaman utama. “Karena daerah padi dan harga padi sedang bagus. Irigasi juga lancar. Yang penting perawatannya terutama pemupukan,” ujarnya.

Menurut Purwanto, pemupukan harus lengkap dari awal. Pupuk subsidi dikombinasikan dengan pupuk non subsidi seperti Fertiphos, NPK 16-16-16 Pak Tani dan KCl. Petani ini menggunakan pula Ultradap, MKP, CPN dan Magnesium. Untuk mendukung pertanian ramah lingkungan, petaniĀ  ini menggunakan Fertibio sebanyak 30 kg per 2.000m2.

Baca juga  Malam Gebyar Undian Mitra Pak Tani Kalbar

Penggunaan Pupuk Soluble KNO3, Ultradap, Magnesium, mendukung pertumbuhan tanaman terutama untuk fase vegetatif. Membuat akar banyak, anakan banyak dan batang kuat.

Pengendalian wereng dengan TORAM 25 SP dan KOZIMA 50SC untuk mengendalikan penggerek batang. Fungisida menggunakan TORBINOL 480SC.

Tidak ketinggalan, Purwanto dalam mengendalikan gulma menggunakan herbisida baru TODAN 50/10 OD dan ULTRON 25/18 WP. Merupakan duet maut untuk melindungi tanaman padi.

HASIL NAMBAH

Purwanto mengakui, memang biaya pemupukan lebih besar. “Tapi hasilnya juga nambah. Pengaruhnya kelihatan sekali di tanaman. Buat anakan dan pengisian buah bagus. Nambah bobotnya mantap. Melihatnya juga puas,” imbuhnya.

Baca juga  Hasil Nyata Setelah Menggunakan Pupuk Khusus Tanaman Sawit

Petani yang menanam varietas Logawa ini pun tidak ragu saat mendapat tantangan lomba padi 10 ton/ha. Karena perawatan serius, Purwanto berhasil mengumpulkan ubinan sebanyak 9,80 kg. Hasil per hektarnya mencapai berat bersih 13,328 ton. Angka tertinggi mengalahkan 415 peserta yang mengikuti lomba padi 10 ton/ha yang diselenggarakan PT Saprotan Utama Nusantara.

“Sebelum ada program lomba padi 10 ton/ha, saya juga sudah menggunakan produk dari PT SUN karena hasilnya kelihatan nyata. Perkembangan anakan bagus, buat nambah bobot juga cepat,” terangnya.

Bagi Purwanto, prestasi petani bukan hanya saat memenangkan lomba. Tetapi, bagaimana bisa mempertahankan panen tinggi dengan pemupukan berimbang dan pengendalian OPT secara tepat.*

Share :

Baca Juga

Terobosan Teknologi

Biaya Tanam Irit Tapi Orel Saputra Bisa Panen Kentang Maksimal

Terobosan Teknologi

Produksi Kopi Stabil, Pedagang Berani Beli Lebih Mahal

Terobosan Teknologi

2 Aplikasi untuk Raih Tambahan Keuntungan

Terobosan Teknologi

Panen Utomo Tembus 13,6 Ton/Ha Setelah Pakai Paket Lengkap Ini

Terobosan Teknologi

Panen Lebih Cepat dengan Pemupukan Lengkap dan Nyemprot Tepat

Terobosan Teknologi

Ini Strategi Panen Kentang yang Lebih Manteb

Terobosan Teknologi

Menu Wajib untuk Hasilkan Melon Bermutu

Terobosan Teknologi

Trik Jitu Hasilkan Buah Semangka