Home / Pestisida

Jumat, 7 Oktober 2022 - 09:29 WIB

Kondisi Petani dan Krisis Regenerasi Petani Muda

Para petani muda yang siap memberi kontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Para petani muda yang siap memberi kontribusi pada ketahanan pangan nasional.

MAJALAHTEBAR.com. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Beberapa tahun terakhir, sektor ini terus tumbuh dan bahkan tetap tumbuh postif saat sektor lain terpuruk di masa pandemi. Saat sektor lain seperti industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi bangunan menurun, namun di sektor pertanian tetap mampu bertahan.

Sektor pertanian yang memiliki peluang besar dalam perekonomian dan pembangunan nasional ini masih sering dianggap kurang menguntungkan terutama oleh para orang tua dan generasi muda. Banyak orang tua yang lebih mendukung anak-anak mereka untuk bekerja di sektor lain.

Apalagi para orang tua yang bekerja sebagai petani dengan kesejahteraan rendah, mereka cenderung tidak menginginkan anaknya menjadi seorang petani juga karena khawatir nasibnya akan seperti mereka. Pandangan bahwa bekerja di sektor pertanian ini kurang menguntungkan timbul karena memang faktanya masih banyak petani yang kurang sejahtera akibat berbagai permasalahan yang terjadi mulai dari pembiayaan hingga pasca panen.

Ada tiga hal yang menyebabkan generasi muda kurang berminat menjadi petani, antara lain:

  1. Rendahnya kesejahteraan petani, rendahnya kesejahteraan petani membuat anak muda enggan menjadi petani. Pendapatan riil petani sangat rendah. Beban biaya produksi cukup tinggi. Apalagi rata-rata petani padi di Indonesia hanya menguasai lahan kurang dari 1 hektar.
  2. Makin tingginya alih fungsilahan pertanian di Indonesia. Saat ini banyak lahan pertanian yang beralih menjadi industri dan real estate. Sawah terus menyusut dan berpotensi membuat profesi petani semakin menurun. Di daerah sentra produksi pertanian masih banyak lahan sawah produktif beralih fungsi menjadi Perumahan, Perkantoran, Pertokoan dan lan-lain.
  3. Semakin tingginya tingkat pendidikan pemuda di pedesaan, maka mereka semakin selektif dalam memilih pekerjaan. Mereka enggan untuk bekerja di pedesaan karena adanya ketidaksesuaian antara ketrampilan dan tingkat pendidikan yang dimiliki dengan ketersediaan lapangan pekerjaan di perdesaan. Padahal Indonesia membutuhkan petani-petani yang produktif untuk memaksimalkan produksi pangan.
Baca juga  Exclusive R1 Gathering Jawa Tengah dan Grand Launching Produk Baru PT Saprotan Utama Nusantara

Rendahnya kesejahteraan petani ini disebabkan adanya kendala mulai dari pengadaan modal usaha hingga pasca panen. Para petani yang tidak mendapatkan upah setiap bulan seperti pekerjaan lain, kerap meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ketika panen tiba, para petani kecil sering terpaksa menjual hasil panennya kepada tengkulak dengan harga yang murah. Kemudian mereka menggunakan uang tersebut untuk membayar hutang ataupun untuk kebutuhan mendesak lainnya. Sehingga ketika masa tanam tiba, mereka sering mengalami kekurangan modal. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab rendahnya kesejahteraan petani. Kendala-kendala yang sering dialami para petani, khususnya petani kecil tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan dan informasi petani.

Baca juga  MISTERI: Thuyul di Kamar Hotel

Dalam mengatasi ancaman regenerasi petani ini, hal utama yang harus dicapai yaitu peningkatan minat petani muda yang lebih mudah beradaptasi dan berinovasi terhadap kemajuan teknologi pertanian. Butuh sosialisasi kepada petani untuk mengkases permodalan seperti KUR, dan juga memberikan subsidi pertanian seperti peralatan pertanian, pupuk dan benih secara merata. Selain itu, tanpa meningkatkan kesejahteraan petani, semua orang khususnya generasi muda akan semakin enggan bertani dan akibatnya perekonomian maupun ketahanan pangan indonesia akan terpuruk.

Upaya peningkatan minat generasi muda untuk bertani merupakan langkah yang tepat dalam mengatasi ancaman regenerasi petani. Apabila upaya-upaya tersebut dilakukan secara optimal maka keberlanjutan pertanian indonesia sebagai negara agraris akan dapat tercapai.

Ketika keberlanjutan pertanian indonesia dapat diwujudkan, maka ketahanan pangan pun juga akan lebih mudah dicapai. Ketika Pertanian Indonesia maju dan petani sebagai pelaku utamanya dapat sejahtera maka tentunya pertanian akan dianggap sebagai sektor yang menguntungkan. Dengan demikian, petani akan lebih bersemangat dan generasi muda pun tidak akan ragu untuk bekerja di sektor pertanian.*

Bangga Jadi Petani

Maju Bersama Petrosida

 

Share :

Baca Juga

Pestisida

Tour Bali PT SAPROTAN UTAMA NUSANTARA Gunakan Produknya Petani Makmur, Kios Untung

Pestisida

Mengendalikan Gulma Tanpa Menyemprot

Pestisida

Pertanian Modern Ala Petani Petrosida

Pestisida

Daya Tahan Kuat Ditengah Pancaroba

Pestisida

Budidaya Sehat Panen Meningkat

Pestisida

Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara Tanaman Padi: Tanaman Subur Terlindungi Maksimal

Pestisida

Petrosida Gresik Jungle Land at Petro Agrifood Expo 2023

Pestisida

Lutfi Anshori: Bantu Petani Menemukan Solusi