Home / Terobosan Teknologi

Senin, 24 Oktober 2022 - 12:52 WIB

Pemeliharaan Kentang Mudah Panen Maksimal

Mulyono (Jaket Biru), Petani Kentang Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah

Mulyono (Jaket Biru), Petani Kentang Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah

Penggunaan alsintan dan sarana produksi berupa pupuk dan pestisida yang tepat mempermudah petani dalam pemeliharaan tanaman. Hasil panen juga lebih baik.

MAJALAHTEBAR.com. Penggunaan sarana produksi pertanian baik pupuk, pestisida dan penggunaan alat dan mesin pertanian, merupakan input teknologi yang mendukung budidaya pertanian. Salah satu dampak yang nyata terasa di petani adalah pemeliharaan menjadi lebih mudah.

Para petani kentang Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah menggunakan mesin kompressor untuk aplikasi pestisida. Wadah larutan pestisida menggunakan drum sebagai pengganti tanki sprayer.

Kemudian larutan pestisida dihubungkan dengan selang yang panjang ke stick penyemprot. “Penyemprotan lebih cepat dan lebih mudah terutama untuk tanaman di atas umur 50 HST.  Sekali buat larutan dan langsung semprot tidak perlu ngisi-ngisi lagi seperti kalau mengggunakan tanki sprayer,” ungkap Mulyono Desa Pasurenan, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Baca juga  Bertani Irit, Harga Jual Lebih Tinggi

Petani dengan luas lahan 2 ha di dua lokasi ini mengaku, waktu aplikasi pesitida juga lebih cepat. Petak lahan seluas 2000 m2 hanya butuh waktu 10 – 15 menit. Bila menggunakan sprayer gendong maka waktunya lebih lama, bisa dua atau tiga kali lebih lama.

Aplikasi yang lebih cepat menguntungkan petani terutama di musim hujan. Apalagi, frekuensi penyemprotan di musim hujan juga lebih sering untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit.

Namun, menurut Mulyono ada yang lebih penting dari penggunaan sarana pemeliharaan tanaman kentang, yakni penggunaan pupuk dan pestisida harus tepat. “Penggunaan pupuk dan pestisida yang tepat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman dan produksi.  Tanaman subur, hama terkendali dan produksi meningkat. Itu harapan petani,” ungkap Mulyono yang berhasil panen dengan pola penggunaan benih dan produksi 1 : 10 (Setiap 1 kg benih menghasilkan panen 10 kg kentang).

Baca juga  Produksi Kopi Stabil, Pedagang Berani Beli Lebih Mahal

Mulyono menambahkan, dirinya dan petani di Batur, sudah percaya pada KNO3 Merah maupun MKP Pak Tani dan juga Neokristalon Hijau untuk fase vegetatif (dibawah 35 HST) dan Neokristalon Merah untuk fase generatif (diatas 40 HST). Sementara untuk pestisida menggunakan Starmex 18 EC, AVIDOR 25 WP dan MANTEB 80 WP.  “Selama ini hasilnya memuaskan. Apalagi ada yang baru insektisida AVIMAX 20/100 EC, nyemprot makin mudah,” ujarnya bangga.*

 

Share :

Baca Juga

Terobosan Teknologi

Tanaman Sehat, Panen Cabai Mantap

Terobosan Teknologi

Pilihan Basiran untuk Panen Istimewa

Terobosan Teknologi

Cara Ini Ampuh Mengendalikan Wereng, Banyak Petani yang Belum Tahu

Terobosan Teknologi

Panen Padi Langsung Giling Tanpa Jemur

Terobosan Teknologi

High Value Crop (HVC): Solusi Tingkatkan Pendapatan Petani

Terobosan Teknologi

Biaya Tanam Irit Tapi Orel Saputra Bisa Panen Kentang Maksimal

Terobosan Teknologi

NPK Ini Bisa Dongkrak Panen, Simak Caranya

Terobosan Teknologi

Panen Lebih Cepat dengan Pemupukan Lengkap dan Nyemprot Tepat