Home / Pestisida

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:59 WIB

Perlindungan Maksimal untuk Panen Bawang Merah Berkualitas

Perlindungan Maksimal untuk Panen Bawang Merah Berkualitas

Perlindungan maksimal untuk bawang merah berkualitas. Gangguan hama dan penyakit serta dampak perubahan iklim bisa terkendali menggunakan produk perlindungan tanaman bermutu. Manfaatkan biostimulan FORSIL untuk mengoptialkan tanaman dalam menyerap hara sehingga panen berlimpah.

MAJALAHTEBAR.com. Saat petani bawang merah di Brebes, Jawa Tengah meradang lantaran tanamannya rusak oleh serangan penyakit “Janda Pirang”, beberapa petani binaan PT Mitra Kreasidharma (MKD) malah girang. Tanaman bawang merah mereka tetap tumbuh dan berkembang optimal, dengan hasil serta kualitas panen yang memuaskan.

Penyakit ini juga menimbulkan keresahan petani di sentra bawang merah lainnya seperti di Jawa Barat, dan Jawa Timut dan daerah lainnya. Menjadi ancaman serius yang karena Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) mencatat pada beberapa musim lalu seranganya mencapai 200 ribu hektar khususnya di Pulau Jawa.

Gejalanya adalah daun menguning serempak, tetapi umbinya tidak membusuk. Tim ahli IPB menduga penyakit ini berrkaitan dengan populasi thrips. Tanaman yang terserang di Brebes berumur lebih muda, yaitu sekitar 25 hari dan belum membentuk umbi, sehingga kerugiannya dapat mencapai 100 persen atau puso karena bawang menjadi tidak dapat dipanen.

JANDA PIRANG

“Kala itu, dari pengamatan kami, sekitar 40% kebun bawang yang ada di Brebes terserang penyakit Janda Pirang,” ujar Bambang Hermawan, Agronomist PT Mitra Kreasidharma wilayah Jawa Barat dan Brebes.

Menurut para petani binaan MKD di Brebes, perubahan cuaca mendorong intensitas serangan hama dan penyakit. Jangankan ada perubahan iklim, pada cuaca normal pun, setiap musim tanam bawang merah tidak bisa lepas dari rongrongan hama maupun penyakit.

Ikhwanto, petani bawang merah di Kendawa, Jatibarang, Brebes menyebutkan, dampak El Nino dengan panas ekstrem, hama utama seperti trip (Thrips tabaci), ulat grayak (Spodoptera exigua), dan hama gurem (tungau) menyerang berbarengan. “Tingkat serangannya pun sangat tinggi, kemudian muncul serangan penyakit “janda pirang,” tutur Ikhwanto petani bawang yang menanam seperempat hektar pada musim hujan Februari ini.

Baca juga  Tantangan Dan Strategi Pengendalian Hama Menggunakan Permifos  555 EC

Tentu saja petani dimana pun tak mau wabah “janda pirang” ini terulang kembali dikemudian hari. Lantaran itu pula, para petani dituntut untuk lebih cerdas dalam melindungi dan merawat tanaman selama melaksanakan budidaya.

Bambang mengatakan, saat tanaman terserang hama atau penyakit, umumnya petani akan fokus bagaimana cara mengatasinya dengan menyemprot. Saat serangan trip melonjak dengan populasi per rumpun hingga ratusan, menyemprot insektisida akan kurang efektif.

“Mereka belum berpikir bagaimana cara agar tanamannya tetap bertahan walaupun terserang hama atau penyakit. Demikian juga pihak industri pestisida lebih fokus kepada cara mengatasi pengganggu tanaman, tidak fokus pada cara agar tanaman tidak terganggu,” terang Bambang.

Belajar dari kasus tersebut, lanjutnya, MKD sudah melakukan edukasi kepada para petani secara bertahap. Diharapkan, dalam budidaya hortikultura, termasuk bawang merah, petani lebih memperhatikan kesehatan tanaman. Caranya, dengan menerapkan langkah-langkah preventif dalam penanganan hama maupun penyakit.

RESEP AMPUH MKD

MKD mempunyai resep ampuh untuk meningkatkan ketahanan tanaman yaitu menggunakan biostimulan FORSIL. “Saat terjadi wabah Janda Pirang, beberapa petani bawang merah di Brebes mengaplikasikan FORSIL ditambah beberapa produk perlindungan andalan MKD. Hasilnya, tanaman bawang merah mereka selamat dan hasil panennya memuaskan,” tandasnya.

Sebagai biostimulan, FORSIL bekerja melindungi dengan meningkatkan imunitas tanaman. FORSIL juga mampu mengoptimalkan tanaman dalam menyerap unsur hara, sekaligus menahan kehilangan air dari tanaman. Tak hanya itu, FORSIL pun mampu mendongkrak produksi, sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.

Baca juga  Rasakan Hasil Lebih dari Biasa dengan Pemupukan Lengkap Bawang Merah

Syarifudin, merasakan hal serupa. Petani bawang merah yang berpengalaman budidaya mandiri sejak tahun 2003 ini, sudah memanfaatkan METINDO 40 SP untuk melindungai tanamaannya dari gangguan hama.

“Namun baru awal 2020 pestisida yang saya gunakan semuanya dari MKD. Selain METINDO 40 SP, produk unggulan MKD yang kini saya andalkan insektisida GORDON 320 EC, tiametoksam 141g/l + lamda sihalotrin 106 g/l (Unirex 141/106 ZC), oksamil 10% (Nemaguard 10 GR), dan sipermetrin 250 g/l (Brasso 250 EC),” jelasnya.

Tak hanya Ikhwanto dan Syarifudin, Abdul Rojak pun banyak menikmati keuntungan setelah beralih memanfaatkan produk-produk unggulan MKD. Rojak mengaku sudah belajar tanam bawang merah sejak 2015 di lahan milik orang lain dan mulai mandiri pada 2017 dengan mengupayakan lahan satu kotak (1/8 hektare). Kini, petani milenial itu rata-rata sudah mampu mengusahakan 3/8 hektar permusim tanam.

Dalam melindungi tanaman dari ancaman hama dan penyakit, Rojak sudah seluruhnya menggunakan produk MKD sejak awal tahun 2020. “Alhamdulillah lahan saya hasilnya selalu bagus. Malahan, saat yang lain kena bencana Janda Pirang, keuntungan dari hasil panen saya mampu membeli sepeda motor,” ujarnya seraya bersyukur.

Hasil panen Rojak, rata-rata sebanyak 1 ton per kotak. Lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan produk MKD paling 800 kg.

Menurut pengalaman Rojak selama ini, produk-produk MKD tidak mengecewakan petani. “Selain kualitas produknya dapat diandalkan, harganya sangat terjangkau, produknya juga mudah diperoleh di kios-kios pertanian. Ditambah lagi, petugas lapangannya seperti keluarga sendiri dan mudah dihubungi untuk diajak berdiskusi”.*

 

Share :

Baca Juga

Pestisida

Aplikasi Drone PT. Saprotan Utama Nusantara di Sumba Barat Angkat Kesejahteraan Petani Jagung

Pestisida

Teknologi Untuk Peningkatan Produktivitas Pertanian

Pestisida

APROPI Berhasil Menyelenggarakan Event Tahunan Bagi Pelaku Usaha Pestisida Bersama Agrochembiz Show Indonesia 2024

Pestisida

Meskipun Harga Cabe Tidak Stabil Tapi Panen Tetap Maksimal

Pestisida

Kondisi Petani dan Krisis Regenerasi Petani Muda

Pestisida

Label Bukan Sekadar Kelengkapan Kemasan Pestisida, Tapi Wajib Diindahkan

Pestisida

Dizzo Hadir Mengatasi Ulat Bawang Merah

Pestisida

Ikuti Cara Wardi Meraih Panen 14,1 Ton/Ha dan Menyabet Juara Lomba Padi