MAJALAHTEBAR.com. Tanaman anggur adalah salah satu tanaman buah yang populer di Indonesia. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena buahnya yang lezat dan kaya manfaat.
Namun, tanaman anggur juga rentan mengalami defisiensi hara yang dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas buahnya? Penyebabnya ada berbagai faktor, seperti kondisi tanah, interaksi antar hara, dan jenis pupuk.
Salah satu faktor yang mempengaruhi ketersediaan hara bagi tanaman anggur adalah pH tanah atau tingkat keasaman tanah. Tanaman anggur membutuhkan pH tanah ideal antara 5,5 sampai 6,5, pada kisaran ini hara yang dibutuhkan tanaman tersedia dalam bentuk yang mudah diserap oleh akar.
Jika pH tanah terlalu asam, dapat menambahkan kapur, dolomit, atau abu sekam untuk menaikkannya. Jika pH tanah terlalu basa, dapat menambahkan pupuk organik, pupuk asam, atau gipsum untuk menurunkannya.
UNSUR HARA DAN PENGARUHNYA
Unsur hara utama bagi tanaman anggur adalah nitrogen (N). Kekurangan N, gejala yang muncul berupa daun berwarna kuning atau klorosis (hilangnya klorofil pada daun). Pertumbuhan tanaman terhambat, batang yang tipis dan lemah, serta buah yang kecil dan kurang manis.
Pupuk N ada dua macam bentuk, yaitu ammonium dan nitrat. Sebaiknya porsi amonium dikurangi dan diminimalkan untuk tanaman anggur. Sumber pupuk yang tepat antara lain adalah KARATE PLUS BORONI untuk tabur, dan pupuk MerokeKALINITRA atau MerokeCALNIT untuk semprot.
Sementara, Fosfat penting sebagai sumber energi yang membentuk adenosin trifosfat (ATP) untuk tanaman. Jika ingin memberikan pupuk fosfat melalui tabur, ada baiknya dijenuhkan dahulu sehingga akan naik konsentrasinya dan diserap oleh tanaman. Sumber fosfat tabur adalah SS (AMMOPHOS) dan MerokeTSP. Namun jika ingin memberi secara foliar bisa memakai MerokeMKP atau MerokeMAP.
Unsur hara penting yang ketiga adalah kalium (K). Pemberian K untuk tanaman anggur sangat berpengaruh signifikan pada produksi. Ada baiknya memberikan pupuk K bebas klor, karena tanaman anggur merupakan salah satu tanaman yang sensitif terhadap klor.
Sumber pupuk bebas klor untuk tanaman anggur antara lain Suburkali Butir untuk tabur, dan MerokeKALINITRA atau MerokeSOP. Laukan penyemprotan secara rutin setiap satu minggu sekali.
Unsur hara keempat yang penting bagi tanaman anggur adalah kalsium (Ca). Rekomendasi pupuk Ca untuk tanaman anggur yakni KARATE PLUS BORONI dan MerokeCALNIT. Pupuk Ca ini harus diberikan langsung ke sasaran, yaitu pentil buah sejak dini, agar kandungan Ca dalam buah bisa cukup dan tidak mengalami pecah buah.
Unsur hara yang kelima bagi tanaman anggur adalah magnesium (Mg). Gejala defisiensi hara Mg ditandai dengan pinggiran daun berwarna kuning sebagai tanda bahwa klorofil atau pigmen hijau dalam daun ini berkurang, sehingga produksi buah akan berkurang. Untuk mengantisipasinya, kita bisa memberikan pupuk dengan kandungan Mg yang cukup seperti Suburkali Butir dan MerokeMAG-S.
Demi mencegah dan mengatasi defisiensi hara, kita perlu mengetahui kebutuhan hara tanaman anggur, gejala defisiensinya, dan memberikan pupuk yang tepat. Untuk memberikan unsur hara yang sesuai, kita perlu memperhatikan pula bentuk, porsi, dan sumber pupuk.
**Untuk dosis dan cara pemakaian, download Apps Petani Cerdas di Google Playstore.










