Home / Pupuk

Selasa, 18 April 2023 - 14:21 WIB

Move On dari Bencana Donggala, Asep Panen Tomat 70 Ton/Ha

Asep Triwahyudi, Petani Sayuran Donggala, Sulawesi Tengah.

Asep Triwahyudi, Petani Sayuran Donggala, Sulawesi Tengah.

MAJALAHTEBAR.com. Setelah 6-7 bulan pasca gempa, kondisi pemasaran dan jalur distribusi hasil panen belum pulih seperti sedia kala. Jalan-jalan penghubung masih dalam tahap perbaikan. “Namun pelan-pelan masyarakat berbenah dan bangkit dari keterpurukan,” ujar Asep Triwahyudi, petani di Donggala yang mulai bertani dari tahun 2014.

Setelah mulai bertanam kembali, Asep membudidayakan tomat untuk dataran rendah dengan hasil yang terbilang fantastis yaitu sekitar 70 ton per Ha.

“Alhamdulilah sekarang sudah normal lagi. Bisa panen tomat 70 ton per Ha. Bencana di Donggala, memang cobaan terbesar yang saya alami selama 9 tahun menjadi petani,” sambungnya.

PANEN TOMAT 70 TON/HA

Agar mendapatkan hasil produksi tanaman yang optimal, ada banyak faktor yang harus diperhatikan. Di antaranya faktor tanah, pengendalian hama & penyakit, manajemen penanaman dan pemupukan.

Baca juga  Efektifitas Pemberian Pupuk Bio pada Tanaman Kedelai

Untuk jarak tanamnya, 50 cm x 50 cm. Tomatnya dibudidayakan dengan menggunakan mulsa. Sebelum dipasangi mulsa, diberikan juga pupuk kandang sebayak 300 karung per Ha atau 6-7 ton per Ha.

“Kualitas tanah di wilayah kami cukup baik, terbukti dari tingkat keasaman atau pH tanahnya 6,5. Dengan baiknya kualitas tanah di sini, maka pengapuran atau pemberian kapur pertanian hanya di lakukan 1 kali selama 2 periode tanaman dengan dosis sekitar 1,5 ton per Ha,” jelasnya.

PEMUPUKAN TOMAT

“Setelah menggunakan program pemupukan dari PT Meroke Tetap Jaya, panen tomat yang dihasilkan lebih besar dan optimal, selain itu kualitas ukuran buahnya antara ujung, tengah, dan bawah sama,” ucap Bang Asep yang biasanya memanen tomat pada 60 HST, kemudian bisa berlanjut sampai mendekati umur 5 bulan lebih.

Baca juga  3 Nutrisi Utama Untuk Panen Jagung Berlimpah

Pupuk dasar yang digunakan: SS (AMMOPHOS) dan NPK Mutiara 16-16-16. Keduanya diberikan dengan cara ditabur.

Sementara itu, memasuki masa vegetatif, diaplikasikan NPK Mutiara 16-16-16 dan KARATE PLUS BORONI dengan cara dikocor. Memasuki fase generatif, pengocoran tetap dilakukan dengan NPK Mutiara GROWER 15-9-20+TE dan KARATE PLUS BORONI.

Dalam memenuhi kebutuhan unsur hara mikronya, diberikan MerokeFITOFLEX dari 1 MST hingga 18 MST, dengan dosis 2,5 gram per tangki semprot.

“Saya juga pakai pupuk-pupuk daun dari PT Meroke Tetap Jaya, untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tanaman. Saat tanaman kenyang, hasil produksi tanaman bisa semakin maksimal,” sambungnya.

**Untuk melihat dosis pupuk dalam program pemupukan tomat, unduh Apps Petani Cerdas di Google Playstore.*

 

Share :

Baca Juga

Pestisida

Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara Berikan Nutrisi Seimbang Hasil Maksimal

Pestisida

Pupuk Ini Bisa Maksimalkan Produksi

Pupuk

Trio Nutrisi untuk Hasil Panen Kentang Berkualitas

Pupuk

Pupuk Organik untuk Produktivitas Tanaman

Pupuk

Petani Kakao di Lampung Sudah Bisa Menebus NPK Formula Khusus

Pupuk

Mau Panen Kopi Berlimpah di Musim Kemarau dan Hujan, Begini Caranya!

Pestisida

Drone Spraying Solusi Pertanian Masa Kini

Pestisida

Penggunaan Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara Menjaga Produksi Tetap Tinggi Tiap Musim