Panen Oyong Lebih Cepat, Petikan Nambah
Panen oyong lebih cepat, petikan nambah. Caranya dengan menerapkan pemupukan lengkap PT Saprotan Utama Nusantara (SUN). Cocok untuk semua tanaman, termasuk untuk sayuran dan harganya terjangkau.
MAJALAHTEBAR.com. Tanaman oyong cocok untuk ditanam di lahan terbatas dengan sistem multikultur. Satu lahan terdiri dari beberapa jenis sayuran.
Seperti Susmanto, petani Desa Gondosuli, Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Meski lahan yang tesedia terbatas hanya sekitar 6500 m2, petani yang terkenal senang berinovasi ini mampu memaksimalkannya dengan budidaya oyong atau gambas.
Selain gambas, Susmanto juga mengisi lahannya dengan beberapa komoditi antara lain timun, pare, tomat, dan melon. Bahkan ada pula padi varietas IR64. “Selain untuk memutus siklus hama, agar ada hasil panen yang dinikmati terus setiap bulan. Saya sekaligus melakukan ujicoba dan Alhamdulillah dengan paket lengkap PT Saprotan Utama Nusantara, hama dan penyakit terkendali meski sedang endemik di wilayah muntilan,” terangnya.
Seakan sudah menjadi menu wajib di desanya, Susmanto menerapkan pemupukan dasar diberikan 2 Hari Sebelum Tanam (Saat tutup mulsa plastik). Pupuk menggunakan non subsidi yakni Saprodap.
Sesuai pengalamannya, dosis SAPRODAP 33 gram/tanaman dan CSN (ZA Pak Tani) 10 gram/tanaman. Pupuk ditabur merata di bedengan sebelum tutup mulsa. Bila tanpa mulsa plastik, pemupukan saat tanam ditabur di sekitar lubang tanam.
PUPUK SUSULAN
Pupuk susulan pada fase vegetatif menggunakan KNO3 Merah Pak Tani 1,5 gram/tanaman. Fase Generatif menggunakan KNO3 Putih Pak Tani dosis 1,5- 2 gram/tanaman dan MKP 1 gram/tanaman.
Menurut Susmanto, pengaruhnya nyata terlihat panen lebih cepat dan jumlah petikan bertambah. “Saya rasakan waktu panen bisa sedikit lebih cepat dari biasanya. Jumlah petikan juga nambah karena ada pembentukan tunas baru,” imbuh petani yang mengaku sudah mencoba hampir semua produk pupuk dan pestisida ini.
Hasil panen juga menggembirakan. Gambas 40 hari sudah bisa dipanen. Tiap petik bisa diperoleh 30 kg dan bisa sampai 15 kali petik.
Bila dengan harga rata-rata Rp 6000/kg maka dari gambas saja diperoleh hampir Rp 3 juta. Belum dari timun, cabai, tomat, pare dan melon. Setiap bulan Susmanto bisa mengantongi pendapatan lebih dari Rp 10 juta.
Paket lengkap PT SUN menurut Susmanto benar-benar sudah lengkap dan sesuai untuk semua tanaman. Petani tinggal menggunakan sesuai rekomendasi. “Jika mau mencoba sendiri, tidak masalah selama hasilnya bagus. Petugas lapangan juga mudah dihubungi, jika ada kendala dalam pemupukan atau pengendalian hama,” imbuhnya.*










