Strategi Balik Modal Kilat dalam 34 Hari! Cuan Ekspress dari Budidaya Mentimun dengan Teknik Nutrisi Intensif
MAJALAHTEBAR.com. Mentimun memiliki masa panen yang sangat cepat, yakni sekitar 33 hingga 34 hari setelah tanam. Sayuran satu ini memberikan cash flow yang dinamis karena masa produktivitasnya yang intens.
Karena siklus hidupnya yang sangat singkat, mentimun tergolong tanaman yang sangat rakus nutrisi. Pertumbuhan vegetatif dan generatif yang terjadi hampir bersamaan menuntut asupan hara yang tinggi dan berkelanjutan. Jika kebutuhan nutrisi ini tidak terpenuhi secara presisi, tanaman akan mudah stres, rentan penyakit, dan masa panennya menjadi sangat singkat.
Sebelum memasuki kebutuhan nutrisi tanaman, budidaya mentimun sangat membutuhkan air mengingat kandungan air dalam buah mentimun sangat tinggi hingga mencapai 95%. Oleh karenanya, pemenuhan kebutuhan air dengan irigasi menjadi kunci penentu keberhasilan budidaya.
Tanaman mentimun yang kekurangan air dapat mengakibatkan buah menjadi pahit karena akumulasi senyawa cucurbitacin yang muncul karena cekaman kekeringan. Penyiraman harus dilakukan secara konsisten terutama saat pengisian buah agar kebutuhan air tetap terpenuhi. Penggunaan mulsa juga sangat disarankan karena dapat menjaga kelembapan tanah agar kebutuhan air tanaman tetap stabil.
Poin penting selanjutnya adalah penggunaan ajir atau lanjaran. Mentimun merupakan tanaman dengan karakeristik merambat sehingga penggunaan ajir dapat memaksimalkan ruang secara vertikal untuk fotosintesis maksimal. Pengajiran dengan pengaturan jarak tanam yang tepat dapat menciptakan sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman menjadi lebih baik sehingga meminimalisir kelembapan berlebihan yang dapat memicu serangan jamur seperti Downy Mildew. Selain itu, pemangkasan tunas air (wiwil) pada 3-5 ruas pertama dari bawah perlu dilakukan agar energi tanaman terfokus pada pertumbuhan batang utama dan pembentukan bunga awal, sehingga tanaman tidak hanya rimbun daun tetapi juga produktif berbuah.
PUPUK DASAR
Tahapan budiaya mentimun dapat diawali dengan pengolahan lahan dengan menggemburkan tanah kemudian dilakukan pemberian pupuk dasar. Pemberian pupuk dasar dapat dilakukan dengan memadukan kotoran hewan, MerokeFOSFAT dan NPK Mutiara 16-16-16. Kandungan bahan organik pada kotoran hewan membantu menyuburkan tanah, dengan penambahan MerokeFOSFAT sebagai sumber hara Fosfat tanaman dan NPK Mutiara 16-16-16 dengan kandungan Nitrogen, Fosfor, dan Kalium yang sehimbang sehingga perpaduan pupuk tersebut cocok untuk mendukung pertumbuhan awal tanaman mentimun.
Pada fase vegetatif awal, selanjutnya dilakukan pengocoran dan penaburan menggunakan Karate Plus Boroni serta NPK Mutiara 16-16-16. Tambahan unsur hara Kalsium dan Boron dari pupuk Karate Plus Boroni berguna untuk memperkuat fondasi tanaman agar tanaman kuat dan mampu bereproduksi di fase generatif. Memasuki fase generatif, fokus beralih menggunakan pupuk NPK Mutiara Grower, MerokeMOP, dan Karate Plus Boroni guna memaksimalkan bobot buah, yang diperkuat dengan aplikasi foliar rutin menggunakan Mag-S, MerokeFitoflex, serta Profit Hijau. Adapun panduan dosis dan jadwal aplikasi secara lengkap dapat Sahabat Mutiara temukan langsung melalui aplikasi Petani Cerdas.
PETIKAN NAMBAH JADI 20 KALI
Kang Putra, petani muda dari Sumedang, Jawa Barat melakukan pemupukan intensif, hasilnya pun tidak main-main. Jika sebelumnya hanya mampu panen dengan 7-10 kali petikan dalam satu kali musim tanam. Setelah penggunaan nutrisi intensif dari PT Meroke Tetap Jaya, ia mampu memperpanjang masa produktif tanamannya hingga 15 sampai 20 kali petikan dalam satu kali musim tanam.
Perpanjangan masa panen ini tentu saja berdampak langsung pada akumulasi tonase yang didapat. Hanya dari populasi tanaman dalam seperempat hektar, sekali petik Kang Putra mampu meraup total hasil panen hingga sampai 2 ton. *
**Untuk melihat program pemupukan tanaman, download App Petani Cerdas di Google Play Store dan Apple App Store.










