Aplikasi Drone PT. Saprotan Utama Nusantara di Sumba Barat Angkat Kesejahteraan Petani Jagung
Aplikasi drone PT. Saprotan Utama Nusantara di Sumba Barat angkat kesejahteraan petani jagung. Panen meningkat dari 1-2 ton per hektar menjadi 6 ton per hektar.
MAJALAHTEBAR.com. Salah satu sentra pengembangan tanaman jagung nasional berada di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Komoditi tanaman pangan satu ini merupakan komoditi utama petani.
Kabupaten Sumba Barat Daya ini memiliki luas tanam terbesar kedua di NTT setelah Timur Tengah Selatan.Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT merilis, luas tanam jagung di Kabupaten Sumba Barat Daya tahun 2023 mencapai 47.673,8 ha dengan produksi 128.040 ton dan produktivitas 27,51 kuintal/ha.
Pemerintaah setempat memberikan perhatian kepada petani jagung dengan berkolaborasi dengan pihak terkait. Selain membantu meningkatkan produktivitas tanaman jagung, kerjasama berbagai pihak ini juga membantu untuk meningkatan keterampilan budidaya jagung, perluasan akses pasar, dan penguatan ketahanan petani dengan pendekatan pengembangan sistem pasar.
MEMASTIKAN PANEN TERSERAP
Memastikan hasil panen terserap secara optimal dengan kualitas dan harga yang menguntungkan. Petani mendapatkan keuntungan lebih besar.
Selain itu, perhatian untuk petani jagung di SBD ini juga untuk meningkatkan ekonomi keluarga yang lebih kuat, anak-anak memiliki akses lebih baik pada gizi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
PT Saprotan Utama Nusantara pun menjadi bagian dalam program ini dengan mendukung sarana produksi pertanian. Bekerjasama dg organisasi Komit, save the children dan Cargill, PT SUN melakukan kegiatan peningkatan kesejahteraan petani jagung di Sumba Barat Daya.
Petani mendapatkan pendampingan budidaya melalui penggunaan pupuk dan pengendalian hama dan penyakit jagung. Tidak ketinggalan pemanfaatan teknologi drone spraying membantu meningkatkan efisiensi.
Dua hal yang menentukan hasil panen jagung yakni pemupukan berimbang dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang tepat. Pemupukan menggunakan pupuk lengkap antara lain ULTRADAP, MKP, Magnesium, dan TANIGROW.
Pengendalian hama menggunakan insektisida OXAR 100/50 SC dan TORAM 25SP. Penggunaan TORBINOL 480SC untuk mencegah jamur.
Khususnya dalam pengendalian gulma, petani memiliki pilihan tepat menggunakan SUTRAZIN 560 SC. Merupakan herbisida sistemik selektif pra dan purna tumbuh berbentuk pekatan suspensi.
Herbisida ini memiliki spektrum efikasi yang luas untuk gulma berdaun lebar maupun gulma berdaun sempit. Hemat dan mudah dalam penggunaan, tidak perlu dicampur dengan herbisida lain. Hanya satu kali pemakaian tanaman jagung bebas gulma hingga panen.
Paket pemupukan dan pengendalian hama serta penyakit dari PT SUN ini mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Kualitas panen jagung pun mampu memenuhi permintaan pabrik pakan ternak.
Para petani terlihat antusias mengikuti program ini karena aplikasi pupuk dan pestisida menggunakan drone. Ini pertama kali di Sumba Barat Daya.
Dengan penggunaan drone spraying membantu mempercepat dan mempermudah petani dalam meningkatkan hasil panen. Menariknya lagi, biaya produksi justeru lebih murah.
Petani pun tersenyum bangga karena biasanya petani jagung di Sumba Barat Daya, rata-rata menghasilkan panen jagung sekitar 1-2 ton per ha. Setelah menggunakan paket lengkap dari PT SUN dan aplikasi drone, perubahan besar terjadi.
Panen jagung meningkat menjadi 6 ton/ha. Kegiatan yang sudah berlangsung dari tahun 2022 hingga kini mampu meningkatkan meningkatkan produktivitas tanaman jagung di SBD. Kesejahteraan petani juga meningkat.*










