Cara Memperkuat Daya Tahan Tanaman Di Musim Pancaroba
Cara memperkuat daya tahan tanaman di musim pancaroba. Untuk pengendalian hama ulat menggunakan EMAZO Red dengan kosentrasi 2ml/L dan pengendalian kutu daun menggunakan SIDAMEC BLACK kosentrasi 2ml/L. Mengendalian layu bakteri dengan SAPTABIO dosis 100kg/H. Tabur bersamaan pengolahan lahan dan TRICOSIDA dengan kosentrasi 5 gr /L dengan cara pengocoran.
MAJALAHTEBAR.com. Di Indonesia, musim pancaroba terjadi di antara musim hujan dan musim kemarau. Kondisi ini biasanya ditandai dengan terjadinya cuaca yang tidak menentu, seperti angin yang bertiup sangat kencang, diikuti dengan curah hujan yang relatif tinggi.
Pancaroba adalah masa di mana terjadinya transisi atau pergantian satu musim ke musim yang lainnya. Seperti contohnya yang biasa terjadi di Indonesia, dari musim penghujan terdapat pergantian musim ke musim kemarau dan begitu juga sebaliknya.
Musim pancaroba umumnya ditandai dengan cuaca yang cenderung tidak menentu. Musim pancaroba tentunya juga memiliki pengaruh sendiri terhadap sektor pertanian.
Pasalnya, pada musim pancaroba curah hujan dan intensitas matahari menjadi tidak menentu yang pastinya akan berpengaruh pada kegiatan pertanian. Musim pancaroba dikenali dengan cuaca yang tidak stabil, termasuk hujan yang tak terduga, variasi suhu udara, dan perubahan pola angin. Fenomena ini dapat memiliki dampak yang signifikan pada berbagai sektor kehidupan, dari pertanian hingga kesehatan.
Pada musim pancaroba banyak terjadi serangan hama dan penyakit mendadak akibat dari perubahan alam dan lingkungan. Oleh sebab itu kita harus mengetahui jenis hama penyakit yang biasa menyerang di musim pancaroba.
Untuk mengetahui ledakan hama dan penyakit yang menyerang pada tanaman kita bias berkolaborasi dengan Dinas Pertanian (POPT)Pengamat Hama dan Penyakit di masing masing wilayah. Meski demikian, namun faktanya musim pancaroba cocok untuk melakukan budidaya tanaman jenis tertentu.
Agar dalam budidaya mendapatkan hasil produksi yang maksimal maka perlu dilakukan mulai dari pengolahan lahan kebersihan lahan pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit dan pemanenan harus di atur dan di jadwalkan secara terperinci agar dalam berbudidaya tanaman bias berhasil.
Tanda tanda terjadinya musim pancaroba seringkali terjadi di pengaruhi beberapa factor Antara lain:
PERUBAHAN SUHU
Perubahan suhu yang terjadi selama musim pancaroba merupakan fenomena alami yang memberikan pengalaman yang berbeda bagi masyarakat. Pada saat siang, udara yang lebih sejuk dapat memberikan kenyamanan dan mendorong aktivitas di luar ruangan.
Namun, perubahan suhu yang drastis pada malam hari juga menuntut kesiapan untuk menghadapinya dengan penyesuaian yang tepat Dengan memahami perubahan suhu ini, kita dapat lebih siap menghadapi perubahan musim dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk tetap nyaman dan sehat selama berlangsungnya musim pancaroba.Perubahan suhu dapat menyebabkan tanaman pada daun menjadi lebih tebal dan agak keriting dan dan lambat dalam pertumbuhannya yang bias disebabkan oleh kutu daun maupun Ulat.
Untuk pengendalian hama ulat menggunakan EMAZO Red dengan kosentrasi 2ml/L dan pengendalian kutu daun menggunakan SIDAMEC BLACK kosentrasi 2ml/L. Pola tanam yang telah direncanakan juga bisa terganggu oleh kondisi cuaca yang tidak menentu, menyebabkan penundaan dalam penanaman atau panen yang berpotensi mengurangi pendapatan petani.
Selain itu, potensi cuaca ekstrem seperti badai, banjir, atau tanah longsor dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan infrastruktur pertanian, serta mengganggu aktivitas pertanian secara keseluruhan. Dampak negatif ini pada akhirnya bisa memengaruhi pendapatan dan kesejahteraan petani.
PERUBAHAN PULA HUJAN
Perubahan pola hujan yang mencolok selama musim pancaroba sering kali menghasilkan fenomena hujan sporadis. Hujan sporadis ini merupakan jenis hujan yang tidak mengikuti pola atau jadwal tertentu.
Dapat terjadi secara tiba-tiba dan hilang dengan cepat tanpa adanya pola yang konsisten. Ketidakpastian ini dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, terutama bagi petani dan nelayan yang sangat bergantung pada cuaca untuk menjalankan kegiatan pertanian dan perikanan.Perubahan pola hujan sering kali berakibat tanaman menjadi layu maupun tanaman terjadi serangan Xantomonas.
Untuk pengendalian layu bakteri dapat di cegah menggunakan pupuk hayati SAPTABIO dengan dosis 100kg/H dengan cara di tabur bersamaan pengolahan lahan dan TRICOSIDA dengan kosentrasi 5 gr /L dengan cara pengocoran.Sedangkan untuk Xantomonas maupun antracnosa dapat di cegah menggunakan Downmid maupun SIDABIN 200/150 SC dengan kosentrasi 2ml/L.
Dengan demikian, penting bagi pelaku ekonomi dan pemerintah untuk memperhatikan dan mengantisipasi dampak musim pancaroba terhadap sektor-sektor utama ini. Langkah-langkah mitigasi dan adaptasi perlu diterapkan untuk meminimalkan kerugian ekonomi serta menjaga kelangsungan dan ketahanan sektor-sektor ini selama periode perubahan cuaca yang tidak menentu.
TERJADI PERUBAHAN POLA ANGIN
Perubahan ini dapat memiliki dampak signifikan pada pola cuaca dan suhu di suatu wilayah. Misalnya, ketika angin bertiup dari laut ke daratan, ini seringkali menyebabkan peningkatan kelembaban di udara dan meningkatkan kemungkinan hujan. Di sisi lain, angin yang bergerak dari daratan ke laut cenderung membawa udara yang lebih kering, yang dapat menghasilkan kondisi cuaca yang cerah dan kering.
Perubahan pola angin akan berakibat tanaman menjadi robah maupun tanaman menjadi kekeringan karena dampak angin yang tidak kondusif dan stabil. Perubahan dalam aktivitas fauna selama musim pancaroba mempengaruhi ekosistem secara keseluruhan. Ini dapat mempengaruhi populasi hewan, rantai makanan, dan interaksi antar spesies.
Selain itu, perubahan ini juga dapat mempengaruhi manusia, terutama para petani dan nelayan yang bergantung pada fauna untuk mata pencaharian mereka. Dengan memahami perubahan ini, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi keanekaragaman hayati dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Dengan adanya musim pancaroba maka, jika ingin mendapatkan produktifitas hasil yang maksimal maka petani harap mengetahui kendala kendala yang berpengaruh meliputi serangan hama dan penyakit. Begitu juga dengan varietas unggul. Tanaman yang tahan terhadap kekeringan maupun terhadap angin kencang serta data pendukung dari POPT pada Dinas Pertanian setempat.*










