Bikin Penasaran! Ternyata Begini Cara Mengalahkan Hama di Kebun Jeruk dan Dapat Buah Melimpah!
MAJALAHTEBAR.com. Kebun jeruk milik Dinas Pertanian Jawa Tengah mengembangkan dua varietas unggulan, yaitu jeruk Siam Pontianak dan jeruk Trigas. Kedua varietas ini selain memiliki potensi hasil yang tinggi, juga memiliki karakteristik buah yang berbeda dan menarik bagi konsumen.
Baru-baru ini, Mas’ul Hadi, seorang agronomis berpengalaman, melakukan kunjungan ke kebun jeruk tersebut dan disambut oleh Bowo selaku staf kebun. Populasi tanaman jeruk di kebun tersebut sekitar 2.000 pohon. , terbagi rata antara jeruk Siam Pontianak dan jeruk Trigas.
“Jeruk Siam Pontianak dikenal dengan buahnya yang lebat, bahkan satu tangkai bisa berbuah hingga empat buah. Sementara jeruk Trigas memiliki rasa yang manis dan cukup langka, sehingga peminatnya sangat banyak,” jelas Bowo.
Kombinasi kedua varietas ini diharapkan dapat memenuhi preferensi konsumen yang berbeda dan memperluas pasar jeruk dari kebunnya. Keragaman varietas juga menjadi strategi untuk mengurangi risiko kegagalan panen akibat serangan hama atau penyakit tertentu.
Jarak tanam yang diterapkan di kebun ini adalah 4 x 7 meter, dengan 4 meter untuk arah timur-barat dan 7 meter untuk arah utara-selatan. “Jarak 7 meter ini sengaja dipilih agar operasional perawatan seperti pemupukan, penyiraman, dan panen bisa dilakukan dengan mudah menggunakan kendaraan roda empat atau sepeda motor,” imbuh Bowo.
PERSIAPAN LAHAN
Persiapan lahan dengan membersihkan gulma dan dibuat lubang tanam berukuran 60x60x60 cm. Tanah bagian atas (top soil) disimpan terpisah dan dicampur dengan pupuk kandang ayam petelur yang sudah kering serta pupuk MerokeROCK yang mengandung fosfat, yang berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan akar.
“Kami mencampur pupuk kandang dengan top soil dan bahan tambahan lain secara merata agar media tanam menjadi subur dan siap mendukung pertumbuhan bibit jeruk,” jelas Bowo.
Pemilihan bibit jeruk minimal memiliki ketinggian satu meter dari batang bawah. Cabang yang sudah terbentuk dan dipangkas rapi agar saat penanaman sudah memiliki struktur yang kuat dan siap tumbuh.
Sementara, kendala budidaya menurut Bowo, yaitu kutu dompolan atau kutu kleper dan ulat papilio. “Ulat papilio biasanya menyerang daun muda di bagian bawah, menyebabkan daun menggulung dan mengeluarkan kotoran putih yang lama-kelamaan berubah menjadi hitam dan bisa menimbulkan bercak pada buah,” jelasnya.
Bowo menyarankan agar petani melakukan pengendalian secara cepat dan tepat dengan menggunakan insektisida yang sesuai serta melakukan pemantauan rutin. Perlu edukasi petani untuk mengenali tanda-tanda serangan hama sejak dini agar tindakan pengendalian bisa sebelum hama berkembang lebih luas.
Tidak kalah pentingnya, menurut Bowo, dalam fase generatif atau saat tanaman mulai berbuah, perrlu pemupukan. Langkah ini untuk mendukung pertumbuhan buah dan menjaga kesehatan tanaman.
Bowo merekomendasikan kombinasi pupuk NPK Mutiara GROWER, KARATE PLUS BORONI, dan pupuk Suburkali BUTIR dengan perbandingan 3:1:1. “Pupuk ini kami aplikasikan secara tepat agar tanaman mendapatkan nutrisi lengkap yang mendukung pembentukan buah berkualitas dan meningkatkan hasil panen,” jelasnya.
Pemupukan yang tepat waktu dan dosis yang pas dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap stres lingkungan dan serangan hama. Perawatan yang baik sangat berpengaruh pada kualitas dan kuantitas hasil panen jeruk.
Dari kunjungan ini, terlihat jelas bahwa pengelolaan kebun jeruk yang baik meliputi pemilihan varietas unggul, pengaturan jarak tanam yang efisien. Persiapan lahan yang matang, pemilihan bibit berkualitas, pengendalian hama yang cepat dan tepat, serta pemupukan yang sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman. Semua langkah ini menjadi poin utama keberhasilan budidaya jeruk yang produktif dan menguntungkan.
**Untuk melihat detail program pemupukan, download App Petani Cerdas di Google Play Store dan Apple App Store.










