Optimalisasi Perawatan Tanaman Jagung
Optimalisasi perawatan tanaman jagung dengan pengendalian gulma menggunaan herbisida efektif. Produk Petrosida Gresik untuk langkah ini antara lain Gisentro 560 SC dan Mesotrion 60 g/l. Jika butuh cepat gunakan racun kontak seperti Sidaxone 276 SL.
MAJALAHTEBAR.com. Perawatan tanaman jagung sangat penting dilakukan untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang optimal. Perawatan dan pemeliharaan ini mulai dilakukan, sejak tanaman jagung masih dalam fase bibit hingga mencapai dewasa.
Untuk menghasilkan jagung yang berkualitas baik, diperlukan perawatan dan pemeliharaan tanaman setelah bibit ditanam. Berikut adalah beberapa tahapan yang tidak boleh terlewat ketika melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman jagung.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah pengendalian gulma, dimana pesaing tanaman jagung dalam mendapatkan nutrisi, air, dan cahaya matahari. Pengendalian gulma sangat penting untuk pertumbuhan optimal jagung.
Dimana produk yang di gunakan diantaranya adalah Gisentro 560 SC (Herbisida sistemik selektif pra-tumbuh dan purna-tumbuh. Mengandung bahan aktif Atrazin 500 g/l dan Mesotrion 60 g/l.
Efektif mengendalikan gulma berdaun lebar dan rumput pada tanaman jagung). Amegrass 500 SC ( Herbisida sistemik selektif pra-tumbuh dan purna-tumbuh.
Mengandung bahan aktif Ametrin 500 g/l. Efektif untuk mengendalikan gulma pada pertanaman jagung dan tebu.
Dapat mengendalikan gulma hingga 4 bulan). Sidaxone 276 SL: Herbisida kontak yang dapat mematikan gulma dalam satu hari. Efektif mengendalikan gulma berdaun lebar dan sempit.
Langkah selanjutnya adalah dengan pengendalian hama yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada tanaman jagung. Pemilihan insektisida dan waktu aplikasi yang tepat sangat penting.
Diantaranya dapat menggunakan Smack Down 100 EC (Insektisida racun kontak dan lambung dengan bahan aktif Sipermetrin 100 g/l. Efektif untuk berbagai jenis hama dan memiliki knock down effect yang cepat. Yasithrin 30 EC (Insektisida racun kontak dan lambung dengan bahan aktif Sipermetrin 30 g/l).
Mirip dengan Smack Down, efektif mengendalikan berbagai jenis hama. Sidamethrin 50 EC (Insektisida racun kontak dan lambung dengan bahan aktif Sipermetrin 50 g/l.
Efektif untuk mengendalikan hama penting pada pertanaman jagung, kakao, kapas, kedelai, kubis, sawi teh, dan tembakau) dan Sidabas 500 EC (Insektisida racun kontak dengan bahan aktif BPMC 500 g/l. Efektif untuk mengendalikan hama penting pada pertanaman bawang merah, cabai, jagung, kakao, kedelai, dan teh).
PENGENDALIAN PENYAKIT
Pengendalian penyakit tanaman jagung menggunakan fungisida Suhle 60 WP. Fungisida ini bersifat protektif dan sistemik berbentuk tepung yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur.
Kandungan bahan aktif, yaitu Dimetomorf 60 %. SHULE 60 WP berbentuk tepung yang dapat disuspensikan (Wettable powder/WP ) berwarna putih yang untuk mengendalikan penyakit penting yang disebabkan oleh jamur untuk mengendalikan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman Jagung dan Kentang.
Fungisida SUHLE 60 WP juga untuk mengendalikan penyakit dari luar dan dalam. Efektif untuk mengendalikan berbagai jenis penyakit tanaman.
Sementara, untuk pencegahan penggunaan fungisida untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit. Hama yang biasa menyerang tanaman jagung yaitu belalang, ulat tongkol, pengerek, ulat daun, ulat grayak, serta lalat bibit.
Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman jagung adalah bulai, gosong, busuk batang dan lain-lain. Kerusakan tanaman oleh serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan kerusakan hingga kematian pada tanaman. Sebelum itu terjadi mari kita mengantisipasinya lebih dulu.
KOTANI PROBOLINGGO
Penggunaan produk Petrosida Gresik untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman jagung melalui program KOTANI (Komunitas Petani Andalan Petrosida) salah satunya di Desa Sumber Anyar, Kecamatan Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Tanaman jagung di daerah ini pun mampu panen optimal.
Program ini mencakup lahan 700 ha. Petani menggunakan produk pestisida paket jagung dari Petrosida yang terdiri dari Herbisida Gisentro 560 SC, Insektisida Emazo 75 EC & Fungisida Suhle 60 WP. Gisentro 560 SC Herbisida sistemik selektif pra tumbuh dan purna tumbuh berbentuk pekatan suspensi yang dapat larut dalam air.
Untuk mengendalikan gulma berdaun lebar dan rumput pada tanaman jagung, dengan Surfaktan. Merupakan perata berbentuk larutan dalam air bewarna jernih yang berfungsi sebagai media untuk meratakan herbisida Gisentro 560 SC terhadap daun gulma sasaran sehingga daya kerja menjadi efektif.
Aplikasikan herbisida ini saat jagung berusia 7-13 HST sebelum gulma berbunga (atau gulma berdaun 2-4 helai). Dalam sekali tanam pemakaian cuma satu kali saja, Hemat dan mudah dalam aplikasinya.*










