Home / Pestisida

Kamis, 13 November 2025 - 11:33 WIB

Wamen Faisol Riza Lepas Ekspor 120 Ton Pestisida ke Filipina

Wamen Faisol Riza Lepas Ekspor 120 Ton Pestisida ke Filipina

Wamen Faisol Riza lepas ekspor 120 ton pestisida ke Filipina. Ekspor karbofuran granul ini diproduksi oleh PT Yanno Agroscience Indonesia bekerjasama dengan PT Inti Everspring Indonesia.

MAJALAHTEBAR.com. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza resmi melepas keberangkatan peti kemas eksor pestisida tujuan Filipina dai pabrik PT Yanno Agro Science Indonesia, Klari, Karawang, Jawa Barat awal November 2025. Ekspor formulasi pestisida ini menunjukkan perusahaan di sektor industri agro kimia Indonesia mampu mendukung program ketahanan pangan dengan memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri dan melakukan ekspor pestisida yang dibutuhkan pasar global.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Industri Kimia Hulu Direktorat Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Wiwik Pudjiastuti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Karawang Drs. H. Asep Hazar, M.Sc. Dirut PT Yanno Agro Science Indonesia Yanurius Nunuhito, Direktur PT Inti Everspring Indonesia Zulnofri dan anggota Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (APROPI).

Wamen Faisol dalam menyatakan, industri manufaktur non migas termasuk di dalamnya industri agro kimia mampu berkontribusi untuk meningkatkan nilai ekspor nasional. Bahkan tahun 2024 kontribusinya 74,3% dari total ekspor nasional dengan nilai lebih dari 264 miliar US dolar.

“Ekspor produk pestisida 65.670 ton dan tahun ini kita harap bisa meningkat. Pemerintah tentu mendukung. Selama kebutuhan dalam negeri bisa terpenuhi tentu ekspor bisa kita lakukan. Dan kita melihat produksi dalam negeri bisa mensuppot program ketahanan pangan nasional,” kata Wamen kepada awak media.

Baca juga  Apropi Agrochembiz Show Indonesia 2025 Mengawal Swasembada dengan Pestisida Bermutu

Direktur Industri Kimia Hulu Ditjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT), Wiwik Pudjiastuti menambahkan, dengan adanya kebijakan pemerintah melalui program swasembada pangan permintaan produk pestisida mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan ini tentunya menjadi potensi bagi para industri di dalam negeri untuk mensuplai.

Sementara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kab Karawang Drs. H. Asep Hazar, M.Sc mengatakan, Karawang berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan dan mempertahankan lumbung padi di Jawa Barat.

“Kami direpotkan dengan adanya serangan hama di persawasan seperti wereng penggerek batang dan lain-lain. Perusahaan pestisida bisa berkolaborasi dengan petani untuk melakukan demplot dan membangun komunitas yang bisa menghasilkan 10 ton/ha. Ini akan membantu Karawang dalam mengejar target produksinya,” ujar Asep.

EKSPOR KARBOFURAN

Ekspor pestisida dengan bahan aktif karbofuran ke Filipina tersebut dalam bentuk granul dengan volumen 120 ton. Produk pestisida ini merupakan hasil kerjasam PT Yanno Agro Science Indonesia dengan PT Everspring Indonesia.

Direktur Utama PT Yanno Agro Science Indonesia Yanurius Nunuhito menyatakan, ekspor formulasi pestisida bahan aktif karbofuran ini selain ke Filipina juga ke Malaysia. Rencana pengembangan ke seluruh ASEAN, Asia Selatan hingga Afrika.

Baca juga  Panen Raya Jagung PT SUN di Kediri, Jawa Timur

“Pestisida yang diekspor ini  buatan Indonesia. Kita punya  keunggulan kompetitif  bahan aktif dan formulasi Indonesia. Saingan kita hanya India tapi dia tidak produksi bahan aktif. Boleh dibilang Indonesia  akan menjadi eksportir (karbofuran) terbesar,” ujarnya opptimistis.

Yano sapaan akrab Yanurius Nunuhito menambahkan, pabriknya memiliki kapasitas 3.000 ton produk pestisida granul dan 300 ton powder per tahun. “Kami bangga produk PT Yanno Agro Science Indonesia bisa diterima di luar negeri. Dan kami berharap pada pemerintah agar memberikan dukungan kepada industri pestisida dalam negeri sehingga mampu bersaing di pasar global,”  tandas Yano yang juga Ketua APROPI.

Senada dengan yano, Zulnofri, Direktur PT Inti Everspring Indonesia, karena China sudah tidak memproduksi bahan aktif karbofuran. “Maka saat ini Indonesia satu-satunya negara merupakan produksi karbofuran. Bahan aktif bentuk granul ini untuk formulasi insektisida yang dapat mengendalikan hama di dalam tanah,” terang Zul.

Wamen Faisol pun berharap ekspor ini bisa menjadi contoh perusahaan lain dalam meningkatkan investasi dan ekspor produk pestisida. Menunjukkan ke pasar global bahwa Indonesia siap mendukung ketahanan pangan global melalui ekspor perusahaan agrokimia.*

Share :

Baca Juga

Pestisida

6 TEPAT PENGGUNAAN PESTISIDA

Pestisida

Melindungi Tanaman Mulai dari Akar

Pestisida

Meningkatkan Ketahanan Pertanian dalam Menghadapi Tantangan Iklim

Pestisida

Gathering dan Reward Distributor Jawa Nusra PT Saprotan Utama Nusantara

Pestisida

Soft Launching Produk Baru PT Saprotan Utama Nusantara NPK 9-15-6 dan KOZIMA 50SC

Pestisida

Menumbuhkan Kompetensi, Meningkatkan Produktivitas: Pelatihan Product Knowledge Lannate®

Pestisida

Trik Jitu Budidaya Cabai Berhasil Sepanjang Tahun

Pestisida

PT Saprotan Utama Nusantara Berikan Apresiasi Kepada Mitra Berprestasi