Home / Terobosan Teknologi

Rabu, 26 November 2025 - 12:37 WIB

Panen Kubis Bebas Ulat dan Cepat Nge-Crop Setelah Sekali Mupuk

Panen Kubis Bebas Ulat dan Cepat Nge-Crop Setelah Sekali Mupuk

Panen kubis bebas ulat dan cepat nge-crop setelah sekali mupuk sungguh menyenangkan. Penggunaan pupuk dan insektisida PT Saprotan Utama Nusantara menguntungkan petani.

MAJALAHTEBAR.com. Hama ulat daun (Plutella xylostella ) termasuk tantangan besar bagi petani kubis. Hama berukuran kecil ini membuat daun menjadi berlubang, produksi pun menurun. Cepat menyebar ke tanaman dalam satu petak bahkan satu hamparan.

Petani yang mampu mengendalikan ulat kubis alamat meraih panen menggairahkan. Hadirnya produk insektisida yang mampu mengendalikan ulat dengan cepat menjadi kabar gembira petani.

Sebagai petani kubis, Jajang Hendi tidak mau ketinggalan langsung mencoba insektisida baru OXAR 100/50 SC untuk ulat kubis beberapa waktu lalu. Merupakan insektisida sistemik dengan bahan aktif ganda Indosakarb dan Emamektin benzoat.

“Sekali semprot ulat ga kelihatan lagi. Tapi yang membuat petani di sini berkesan pupuknya. Kubis cepat nge-crop. Kita bisa untung gede karena satu buahnya bisa sampai dua kilo,” ungkap petani Desa Padasuka, Cikajang, Garut, Jawa Barat ini.

Baca juga  Produksi Kopi Stabil, Pedagang Berani Beli Lebih Mahal

Jajang menggunakan pemupukan lengkap khususnya pada pemupukan susulan menggunakan harga NPK 12-12-17-2 PAK TANI dengan dosis 4 kg per drum (200 liter) pertumbuhan kubis lebih cepat dengan bobot terbaik. Pemupukan susulan kedua dengan cara kocor dilakukan pada umur 25 Hari Setelah Tanam (HST).

Dosis yang sama digunakan pada pemupukan kocor ketiga pada 35 HST. Sedangkan pada pemupukan susulan kocor pertama pada 15 HST menggunakan NPK 16-16-16 PAK TANI.

ULAT KUBIS

Jajang mengaku sudah pernah mencoba beberapa pupuk non subsidi. Menyemprot dengan insektisida berbagai bahan merek untuk ulat kubis. Namun, katanya,  jarang melihat tanaman kubis bisa tumbuh bagus seperti perkembangan tanaman miliknya.

Baca juga  NPK Ini Bisa Dongkrak Panen, Simak Caranya

Petani yang murah senyum ini menambahkan, biasanya tanaman kubis pad umur 50 HST sudah banyak yang rusak oleh serangan ulat kubis. Nge-cropnya juga lama sehingga per tangkal (buah) dengan pemupukan maksimal paling besar bisa mencapai 1,5 kg.

Lahan jajang yang ditanami kubis sekitar 2.000 m2. yang digarapnya bisa muat 5.000 batang tanaman kubis varietas Green Nova.

Menurut Jajang, keengganan petani menambahkan pupuk karena ongkos tanam membengkak bukan alasan yang tepat. Pasalnya berdasarkan hitungan sederhana, belanja pupuk dan insektisida hanya menambah sedikit karena mengganti yang sebelumnya.

“Kalaupun nambah belanja gasampai dua juta. Tapi satu tangkal jadi dua kilo saja dah nambah bobot hampir dua kali. Ini jelas menguntungkan,” pungkasnya.*

Share :

Baca Juga

Terobosan Teknologi

Baru Tahu, Ternyata dengan Paket Pemupukan Ini Hasil Panennya Bagus Terus

Terobosan Teknologi

Cara Ini Ampuh Mengendalikan Wereng, Banyak Petani yang Belum Tahu

Terobosan Teknologi

Produksi Kopi Stabil, Pedagang Berani Beli Lebih Mahal

Terobosan Teknologi

Ketika Mustholih Melihat Sangat Jelas Hasilnya

Terobosan Teknologi

Ternyata Hanya dengan 2 Langkah Ini Budi Mampu Panen Jagung Berlimpah

Terobosan Teknologi

Rahasia Andel Tarigan Dapatkan Bunga Banyak dan Buah Jeruk Besar Serta Manis

Terobosan Teknologi

Hasil Panen Naik Drastis Umbi Lebih Banyak dan Jumbo

Terobosan Teknologi

Bertani Irit, Harga Jual Lebih Tinggi