Pilihan Basiran untuk Panen Istimewa
MAJALAHTEBAR.com. Petani sejati tidak pilih-pilih bahan atau mencari aman dengan sarana produksi beharga mahal. Sumberdaya yang ada mampu dia optimalkan menjadi hasil panen istimewa.
Dialah Basiran, petani padi di Jalur 17 Desa Banyuurip, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, Sumatera Selatan. Petani setempat banyak yang mengenalnya juga memiliki prediksi yang cermat.
Setiap musim tanam petani ini membutuhkan sarana produksi yang lebih banyak dari petani lainnya. Basiran mengelola lahan seluas 8 hektar.
Saat beberapa musim lalu menggunakan benih padi hibrida, tidak sedikit petani yang ragu. Varietas hibrida termasuk yang dihindari petani mengingat selain rawan serangan wereng, membutuhkan modal lebih besar untuk pemupukan.
Namun, ini menjadi tantangan bagi Basiran. Petani ini bisa membuktikan dengan hasil panen istimewa, mencapai 11,6 ton/ha.
Jika Basiran mengganti atau menggilir beberapa varietas di musim berikutnya, seperti Varietas Inpari 42, Ciherang dan lainnya. Ini lebih ke tujuan untuk memutus dan siklus hama dan penyakit.
Sebagai petani yang tergabung dalam kelompok tani, Basiran juga mendapatkan pupuk bersubsidi. Dia mengkombinasikan pupuk Urea dengan pupuk lainnya.
PEMUPUKAN LENGKAP
Pertama saat tanaman memasuki Umur 15 Hari Setelah Tanam (HST) Basiran menggunakan dosis pemupukan : UREA 150 kg dan Fertiphos: 200 kg. Sedangkan umur Umur 35 HST atau pemupukan kedua menggunakan Npk padi sebanyak 150 kg dan pupuk KCl 50 kg.
Tidak ketinggalan, petani ini juga menggunakan NPK 16-16-16 Pak Tani, FERTILA PADI 1, MKP Pak Tani, ultradap, kristalon. Pemupukan ini untuk memenuhi kebutuhan hara makro dan mikro tanaman sehingga pertumbuhan bagus dan produksi lebih baik.
Mengapa Basiran percaya dengan Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara (PT SUN)? Menurutnya, pemupukan menggunakan terobosan pemupukan PT SUN sudah terbukti cocok untuk semua komoditi.
Sementara, pengendalian hama utama padi menggunakan toram 25 SP, STARMEX 18 SC. Basiran melindungi tanaman dari serangan cendawan menggunakan torbinol 480SC, taft 80WP. Pengendalian gulma jadi efektif menggunakan ULTRON.
Kesuksesan Basiran menjadi sorotan banyak petani. Tidak sedikit pula petani lain yang mengikuti. *










