
Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara pada Tanaman Kentang
Saat petani meliburkan lahannya karena sedang curah hujan tinggi, petani kentang Wonosobo tetap panen maksimal. TAFT 75 WP dengan paket lengkap PT Saprotan Utama Nusantara melindungi dan menyuburkan tanaman.
MAJALAHTEBAR.com. Penyakit Phytophthora infestans (busuk daun) menjadi musuh utama petani kentang. Intensitas serangan penyakit ini meningkat di musim hujan.


Bagi petani berpengalaman seperti Ahmad Rozak, kondisi tersebut justeru menjadi peluang. Biasanya harga kentang sayur atau kentang konsumsi saat itu sedang tinggi. Petani hortikultura Desa Serangsari, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah ini mengaku tetap menanam kentang, walaupun tidak pada semua lahannya.
“Kalau pas musim hujan sebagian saya tanami kubis atau wortel. Atau jika tetap menanam kentang maka jarak tanam ditambah menjadi 70 x 40 cm agar penyinaran optimal. Saat kemarau bisa menggunakan jarak 30 x 35 cm. Intensitas nyemporot lebih sering. Alhamdulillah selama ini penyakit (Phytophthora) terkendali,” ujar Rozak menyampaikan kiatnya saat mengikuti Big Farmers Meeting dan Fieldtrip Bersama PT Saprotan Utama Nusantara di Wonosobo, September 2022 lalu.

Petani dengan lahan 2 ha ini menambahkan, untuk meningkatkan bobot umbi perlu menambahkan pemupukan. Rozak membandingkan benih 8 kwintal pemakaian pupuk NPK 16-16-16 PAK TANI hanya mendapatkan 75 kg, Bila menggunakan pupuk subsidi minimal 2 kwintal. “Saya coba cabut 15 batang rata-rata berat umbinya 2,2 kg per batang. Jika menggunakan pupuk subsidi hanya 1 kg lebih sedikit per batang,” terangnya.
Senada dengan Rozak yang lebih banyak menggunakan pupuk non subsidi seperti FERTIPHOS dan NPK 16-16-16 PAKTANI, Nuwan Nurohman, petani anggota dan juga petani di Desanya sebagian besar sudah siap sedia dengan TAFT 75 WP, MANTEB 80 WP, PENTACUR 722 SL sebelum tanam kentang. “Petani sudah sangat familier dengan produk dari PT SUN karena terbukti mampu mengendalikan hama dan penyakit kentang. Karena masih ada subsidi ya tetap digunakan. Tapi harus ditambah dengan pupuk seperti FERTIPHOS dan NPK 16-16-16 PAKTANI. Tanaman jadi subur, hasil (panen) nya juga maksimal,” ujar Ketua Kelompok Tani Tunas Muda, Desa Serangsari ini.
Sementara, Nuryanto yang mewakili petani kentang Gunungmalang Desa Serang, Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah yang melakukan fieldtrip ke Wonosobo menuturkan, PT SUN melalui produknya mampu merubah pola budidaya kentang para petani Gunungmalang. “Petugas lapangan dari PT SUN mampu merubah kebiasaan petani yang tadinya asal mupuk menjadi petani yang mengerti bagaimanaa cara menyuburkan tanah dan tanaman. Otomatis tanaman mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan sehingga panen maksimal meskipun di musim hujan,” jelasnya.
Mewakili PT Saprotan Utama Nusantara, Tasno Diarto mengucapkan terima kasih kepada petani yang telah menggunakan produk-produk dari PT SUN sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertaniannya. “Khusus pada tanaman kentang, perlindungan maksimal terhadap serangan Phytopthora sangat pentaing. Karenanya, dengan aplikasi TAFT 75 WP dan paket lengkap PT SUN petani tetap meraih panen maksimal meski di musim hujan. Bahkan petani dapat melihat langsung tanaman di lokasi fieldtrip. Tanaman umur 77 HST yang diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Biasanya banyak yang rusak bahkan nggak panen, tetap dengan menggunakan TAFT 75WP dan paket lengkap PT SUN masih tetap hijau, menunjukkan performa stabil,” terangnya.

Petani melihat langsung hasil aplikasi TAFT 75 WP dan paket lengkap PT SUN pada tanaman kentang. Petani juga mendapat penjelasan tentang kebutuhan sarana produksi pertanian untuk tanaman kentang.
Kegiatan Big Farmers Meeting dan Field Trip bersama PT SUN tersebut juga ada apresiasi kepada petani pengguna produk PT SUN. Yunus, petani Desa Serangsari, Kejajar, Wonosobo mendapatkan hadiah televisi. “Terima kasih saya sudah menggunakan produk PT SUN lebih dari lima tahun hasilnya bagus,” pungkasnya.*










