Tiba-Tiba Posisi Mobil Di Makam
MAJALAHTEBAR.com. Pengalaman yang bersifat misteri dan tidak bisa dinalar akal manusia ini saya alami sendiri di jalan raya menuju Semarang, Jawa Tengah. Tepatnya di jalan yang menurut riwayat jalan tersebut adalah membelah makam (kuburan) atau orang menyebut di jalan Tugu menuju Semarang. Di jalan itu memang angker. Kecelakaan maut sering terjadi.
Ketika itu kebetulan pas malam Jum’at Kliwon. Dari arah barat setelah bertugas di wilayah Pantura mau pulang rumah di Semarang.
Sampai di tempat itu jam dua malam. Untuk mencegah ngantuk saya menyiram badan dengan air. Disamping itu juga menyetel music. Tentu diikuti goyang-goyang. Sekali lagi biar tidak mengantuk. Maklum tinggal sebentar lagi sampai rumah.
‘’Bentar lagi sampai, kita paksakan dan berusaha agar tetap bisa nyetir,’’ kata saya.
Namun setelah berkata demikian saya merasa berjalan dan kondisi jalan raya itu merasa aneh. Melihat jalan ke depan jalannya tiba-tiba membentuk seperti ular. Tak lama kemudian tiba-tiba muncul ada mobil putih seperti L300 muncul di depan saya. Seketika saya kaget. Dan yang membingungkan lagi ada kernet yang berdiri di samping mobil itu berpakaian berjubah hitam.
‘’Apa-apaan ini. Kok suasana terang seperti siang. Dalam hitungan detik mobil putih tersebut malang melintang di jalan. Seketika itu juga saya mengendalikan dan mengerem mobil sekuat tenaga.
‘’Astafirllah,’’ kata saya. Mobil yang semula menghadap ke timur berbalik menghadap ke barat. Dan saya perhatikan mobil putih yang tadi melintang sudah menghilang tidak kelihatan lagi entah kemana. Pada saat itu juga terlihat di depan saya suasana makam, batu-batu makam atau batu-batu nisan berjajar di tengah jalan.
“Ini ditengah makam,” kata hati saya.
Suasana tersebut, jelas sekali sampai saat ini terngiang di mata saya. Saya tetap di dalam mobil, tidak bisa apa-apa. Mau maju atau mundur jelas tidak bisa karena posisi mobil di makam. Bahkan sepertinya ban-ban mobil juga menggantung di nisan.
“Aneh, “ kata hati saya lagi. Mau berucap susah. Badan semakin merindibg ketakutan. Dalam pada itu saya terus membaca do’a sesuai keyakinan saya. Tiba-tiba mesin mati dan suasana gelap gulita. Mata saya pejamkan khawatir melihat yang aneh-aneh.
MERINDING
Untuk menghibur diri, saya membaca agak keras. Sambil ada rasa khawatir tubuh saya yang merinding tidak karuan itu diganggu makhluk. Namun tak terasa karena tertutup rasa merinding dan tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Dalam suasana itu mata saya tetap terpejam.
Setelah sekian lama, perlahan-lahan saya membuka mata dan melihat suasana. Sudah tidak ditengah makam. Kemudian saya amati lagi posisi mobil hampir saja menabrak pohon yang ada ditepi jalan itu. Memang di situ pinggir jalan ada pohon besar. Dan kondisi jalan sudah pulih kembali seperti sebenarnya.
Dengan tertatih-tatih saya melanjutkan perjalanan, dan akhirnya sampai ke rumah. Begitu di teras langsung merobohkan badan dan lemas tak berdaya (thenger-thenger dalam bahasa Jawanya). Istri saya keluar. ‘’Ada apa Mas,’’ Tanya istri. ‘’Hampir saja celaka tadi saya Bu,’’ jawab saya. Lantas disambung istri ‘’ Ya sudah yang penting selamat sampai rumah. Ini air putih diminum,’’ jawab istri sambil memberikan air putih.
Pagi harinya, ketika saya berangkat mau keliling lapangan di wilayah Kendal, ternyata tempat kejadian semalam, mungkin setelah kejadian saya dan saya sudah pergi. Terjadi kecelakaan yang dahsyat yaitu tabrakan antara truk tronton dan mobil pribadi, yang menyebabkan dua orang tewas di tempat.
Untuk itulah saya berpesan sebagai orang lapang hati-hatilah dalam menghadapi segala medan yang ada.*










