Sosok Manusia Tinggi
MAJALAHTEBAR.com. Ini bukan asal cerita. Namun sungguh-sungguh terjadi. Sekitar 20 tahun lalu ketika saya menunaikan ibadah haji. Kejadian yang saya alami ketika bermalam di Mina. Langsung saja begini cerita misterius tersebut.
Malam itu terasa dingin. Angin semilir. Saya dan teman-teman di dalam tenda masing-masing dengan kesibukannya. Sebagian mereka termasuk saya dan sebagian teman sibuk menyiapkan akan melempar jumaroh. Kemudian berangkat jalan kaki. Cukup lumayan jarak yang ditempuh sekitar 11 km dari Mina Jadid ke lokasi tempat melempar kerikil ke jumaroh.
Rombongan kami yang berasal dari salah satu bimbingan haji asal Yogyakarta kemudian berangkat, namun tiba-tiba teman akrab saya bernama Herman terasa mau kencing. Terpaksa saya istri dan istri Herman menunggu. Sementara teman-teman rombongan sudah tak ada ditempat itu pada berangkat dengan dipandu petugas dari bimbingan haji.
Setelah Herman selesai, kami berempat menyusul rombongan. Namun tidak bertemu entah lewat jalan setapak diantara tenda sebelahmana. Akhirnya berempat memutuskan jalan sendiri berbaur dientara rombongan entah dari negara mana.
Sekitar satu jam perjalanan kami berempat didepan terlihat akan melewati terowongan Mina. Bagi penglihatan saya suasana berubah jadi sepi sekali hanya ada kami berempat.
Dalam pada itu ketika saya melihat arah terowongan sekitar kurang 50 meteran lagi, saya pribadi melihat sosok aneh. Kondisi penerangan lampu malam terlihat jelas oleh saya di depan terowongan Mina itu ada sosok manusia tinggi besar. Ideal antara tinggi dan besarnya.
TINGGI DAN TAMPAN
Sosok manusia tinggi itu terlihat tampan, rambut hitam rapi muka tampan sempurna seperti orang kebanyakkan Timur Tengah khususnya Arab Saudi. Menurut perkiraan saya tingginya sekitar 50 meter. Ia memakai kain ikhram putih-putih. Warna kulit karena diantara pakai kain ikhram tidak bisa saya sampaikan dalam tulisan ini.
Batin saya seketika ingat penyempaian salah satu ustazd bahwa Nabi Adam itu orangnya tinggi 40 meter lebih. Gambaran phisik yang menurunkan manusia dibumi tersebut seperti manusia kita saat ini. Mulai dari rambut, wajah dada perut tangan dan kaki.
Pada waktu itu dalam benak saya bertanya pada diri saya sendiri: ‘’Apakah ini sosok gambaran manusia jaman Nabi Adam? Ataukah jangan-jangan ini ya Kanjeng Nabi Adam, manusia pertama di bumi ini.’’?
Begitulah gejolak pertanyaan dalam diri jiwa saya terkait ketika melihat sosok makhluk tersebut. Dan tiba-tiba sosok yang saya lihat kepalanya mau menggeleng, ternyata…..dalam perasaan saya menatap kearah saya.
Saya bertemu pandang dan saya merasa sangat kecil sekali mungkin kalau ditafsirkan saya berpendapat dengan sosok manusia tersebut, saya hanya segede jempol sosok tersebut.
Sosok manusia itu tersenyum saya balas dengan senyum juga. Terus sosok itu mengucapkan salam, saya balas salam. Suaranya menurut perasaan saya waktu itu seperti menggema seantero wilayah itu. Dan sssssstttt…. entah kemana menghilang.
Bersamaan dengan menghilangnya sosok itu, posisi saya dalam kondisi sedang jalan istri berada disamping saya sedang Herman dan istrinya berjalan di belakang saya, dan persis melangkah di mulut masuk terowongan Mina.
Kami berempat berjalan diterowongan dengan terdengar suara kipas memenuhi terowongan Mina itu. Kami berempat berjalan sambil bercerita kejadian Mina yang menewaskan banyak jemaah haji kala jauh sebelumnya.
Kejadian yang saya alami melihat sosok tersebut untuk saya sendiri saja. Karena kalau diceritakan tentu timbul banyak hal yang menurut saya malah kurang baik. *
(Demikian Pak Agus disampaikan kepada TEBAR).










