Iblis Angin Rusak Tanaman
MAJALAHTEBAR.com. Apapun bentuknya terkait makhluk goib atau ada sebagian orang mengatakan hantu, jin, syetan, iblis dan lain-lain tidak ada habisnya. Ya, karena makhluk-makhluk tersebut menurut berbagai sumber informasi tidak akan mati sampai kiamat.
Memang ilmu goib atau misteri itu cukup menarik, dan saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang senang dengan ilmu goib atau ilmu misteri atau ilmu kebatinan tersebut. Bagi saya itu semua bertujuan satu yaitu mengetahui bukti kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, Allah.
Saya sering sendirian ditempat-tempat tertentu untuk berpikir merenung kebesaran Allah tersebut. Kesendirian itu kadang di masjid, mushola, rumah, sawah, kebun, pekarangan rumah, tepi kolam, tepi sungai, tepi laut, dekat hutan dan seterusnya. Namun ditengah kota jarang karena ramai hiruk pikuk tidak fokus untuk merenung kebesaran Allah.
Untuk merenung tersebut, paling sering saya lakukan ketika di sawah. Sesuai dengan pekerjaan pokok saya sebagai petani. Di sela-sela bekerja, terutama waktu sore hari sambil istirahat bekerja saya menatap sekeliling sawah atau kebun dengan berbagai tanaman atau kondisi yang ada. Matahari memancarkan sinar begitu indah menuju tenggelam.
Dalam pada itu saya membayangkan begitu ajaibnya alam ciptaan Tuhan, Allah ini. Saya melihat sekeliling begitu menyenangkan, berbagai tanaman hortikultura tumbuh subur cabai tomat, timun, dan lain-lain. Di sore menjelang matahari terbenam itu bagi saya merasa tenang dan senang sekali.
Entah dari mana asalnya tiba-tiba saya terdengar suara gemuruh. Saya menoleh melihat sekeliling dan sejauh-jauh mata memandang tak jelas dari mana sumber suara itu. Dan anehnya, oleh penglihatan saya tidak ada satupun petani. Jadi tinggal saya sendiri.
SUARA GEMURUH
Suara gemuruh itu semakin jelas saya dengar. Angin biasa-biasa saja. Saya merasa semakin khawatir, jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi pada saya. Saya gemetar, merinding, penuh tanda tanya. “Suara apa ya, baru kali ini saya mendengar suara seperti itu. Aneh, gemuruhnya dan asalnya dari mana,” pikir saya.
Tak jelas tubuh terasa ada yang menarik-narik kemudian saya terasa berputar-putar. Terlihat seperti ada angin berputar-putar dengan dibarengi suara gumuruh yang semula tidak jelas menjadi terdengar keras. Terlihat angin itu merusak tanaman di sekeliling saya.
Dalam pikir saya tidak jadi panen. “Waduh!! Rusak-rusak tanamannya.” Kemudian saya tidak ingat apa-apa lagi. Kondisi berbarng di penampang sawah disela tanaman mentimun saya, yang telah rusak hancur tertiup angin kencang.
Setelah sadar benar, tahu-tahu saya berbaring di rumah dan banyak dikerumuni tetangga. Ringkas cerita, menurut istri saya dicari dan ditemukan pingsan di sawah. Kemudian saya digotong oleh tetangga dibawa ke rumah. Dan digosok-gosok dengan minyak urut, dibaca-baca ayat Qur’an sambil dipijat-pijat seluruh tubuh saya sampai saya sadar. Menoleh jam dinding menunjukkan 20.37.
Semua kejadian goib itu tidak saya ceritakan siapapun. Khawatir malah salah terima dan bikin takut atau hal yang lain. Dan memang tebakan orang-orang yang menolong saya, macam-macam seperti masuk angin, kelelahan, darah rendah/tinggi dan lain-lain. Untung masih diberikan panjang umur.
Dua hari kemudian saya ke sawah, aneh bin ajaib. Yang ketika itu saya tahu bener tanaman rusak, malah sebaliknya, tidak terjadi apa-apa. Semua tanaman kondisi baik-baik saja. Bahkan oleh penglihatan saya tanaman dan buah tambah subur dan buah timun terlihat memuaskan.
Saya bersyukur semua baik-baik saja. Sekali lagi kejadian goib tersebut saya rasakan dan alami untuk diri saya saja. Saya merasa semakin yakin bahwa dibalik kemegahan alam ini ada alam lain yang lebih megah dan memberikan harapan di masa mendatang.*
Demikian disampaikan dari pembaca Tebar Sulawesi Selatan










