Home / Pestisida / Pupuk

Selasa, 4 Maret 2025 - 13:10 WIB

Ikuti Cara Wardi Meraih Panen 14,1 Ton/Ha dan Menyabet Juara Lomba Padi

Wardi (celana biru), Petani Sragen, Jawa Tengah

Wardi (celana biru), Petani Sragen, Jawa Tengah

Ikuti Cara Wardi Meraih Panen 14,1 Ton/Ha dan Menyabet Juara Lomba Padi

Ikuti Cara Wardi Meraih Panen 14,1 Ton/ha dan menyabet juara lomba padi. Benih Varietas Inpari 32 yang ditanamnya mendapatkan pemupukan lengkap dan perlindungan maksimal dari fase vegetatif.

MAJALAHTEBAR.com. Melakukan budidaya tanaman padi bagi Wardi merupakan kegiatan rutin tiap musim. Panen dengan tonase tinggi menjadi ciri petani Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah ini.

Mendapat tantangan lomba padi, Wardi langsung ambil bagian. Mengawali tanam pada tanggal 6 Juli 2024 lalu, petani ini menggunakan FERTIPHOS hitam dosis 200 kg /ha.

Agar pemupukan memberikan hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh sehat degan daya tahan kuat. Wardi menggunakan Ultradap dengan konsentrasi 80 gr /tangki 16 liter. Aplikasi secara semprot pada umur 20 dan 30 Hari setelah tanam (HST).

Untuk menjaga pertumbuhan tanaman penggunaan Urea masih dilakukan. Hanya saja dari jenis ZNUrecote. Dosis urea berwarna hijau ini 100 Kg/ha.

Baca juga  Exclusive R1 Gathering Jawa Tengah dan Grand Launching Produk Baru PT Saprotan Utama Nusantara

Tidak lupa pupuk yang seperti sudah menjadi menu wajib petani Sambungmacan yakni MKP konsentrasi 80 gr / tangki 16 liter. Aplikasi dilakukan 3 kali pada umur 45, 55 dan 65 HST.

Sementara untuk pemupukan  Magnesium 100 gr / tangki 16 liter. Pada umur 12 hst ditambah insektisida kozima 50SC dosis 25 ml / tangki 16 liter. Menggunakan pula pupuk KCl PAK TANI dosis 100 kg / ha.

Untuk pengendalian jamur pada tanaman padi Wardi melakukan aplikasi TORBINOL 480SC konsentrasi 20 Ml / tangki 16 liter pada umur 45, 55 dan 65 HST. Aplikasi berbarengan dengan MKP.

Saat musim tanam sedang berlangsung, kawasan Sambungmacan sedang ada serangan hama Penggerek Batang Padi (PBP). Namun, Wardi berhasil mengendalikannya baik sundep pada fase vegetatif maupun beluk yang menyerang pada fase generatif.

Baik sundep maupun beluk berhasil ditekuk dengan penyemprotan OXAR 100/50 SC dengan konsentrasi 20 ml / tangki 16 liter. Begitu juga dengan wereng tak jadi soal karena ada TORAM 25 SP. Pemakaian per tangki 16 liter cukup 25 gr.

Baca juga  Apresiasi PT Saprotan Utama Nusantara untuk Mitra Berprestasi Melayani Petani dengan Produk Kualitas Prima, Harga Terjangkau dan Tepat Waktu
PERTUMBUHAN BAGUS

Wardi optimistis saat melihat pertumbuhan tanaman di waktu awal sudah sangat bagus. Hama dan penyakit berhasil terkendali nyaris tak terlihat ada kerusakan berarti.

Benar saja, tiba waktu ubinan pada tanggal 4 Oktober 2024 lalu. Petugas melakukan ubinan dengan luasan 2,5 m x 2,5 m dan diperoleh bobot panen sebesar  10.340 kg. Artinya, Wardi berhasil mengantongi total panen sebesar 14.145 Kg atau 14,1 ton per hektar.

Jumlah yang melampaui ketentuan lomba yang mensyaratkan total panen 10 ton/ha. Akhirnya Wardi pun menyabet juara pertama dan berhak mendapatkan hadiah utama berupa satu ekor sapi.

Petan ini bersyukur dan akan menggunakan paket yang sama di musim mendatang. Menyebarkan pula ke petani lain agar turut menikmati peningkatan produksi. *

Share :

Baca Juga

Pupuk

Tetap Hemat Tanpa Pupuk Subsidi

Pestisida

Panut Djojosumarto: Agar Efektif, Cari Pestisida yang Sesuai OPT Sasaran

Pestisida

Panen Maksimal Meski Iklim Berubah

Pestisida

Di Tangan Riswan Bertani Jadi Andalan

Pestisida

Penggunaan Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara Menjaga Produksi Tetap Tinggi Tiap Musim

Pupuk

DPP PT Saprotan Utama Nusantara di Sukoharjo, Jateng dan Bojonegoro, Jatim

Pestisida

Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara Berikan Nutrisi Seimbang Hasil Maksimal

Pupuk

Retailer Gathering PT Saprotan Utama Nusantara di Banyuwangi, Jatim