Home / Terobosan Teknologi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:06 WIB

Panen Bawang Merah Melejit Wadikun Bersyukur Menemukan Cara Ini

Panen Bawang Merah Melejit Wadikun Bersyukur Menemukan Cara Ini

Panen bawang merah melejit Wadikun bersyukur menemukan cara ini. Batangnya kokoh, umbinya besar, panen bawang merah nambah. Menjadi menu wajib setiap musim tanam.

MAJALAHTEBAR,com. Tanpa ragu, petani bertopi ini datang langsung merangsek ke stand produk. Mumpung acara panen raya belum mulai, dia memborong pupuk untuk persiapan tanam.

Petani yang ramah dan penuh semangat ini bernama Wadikun, asal Wanasari, Brebes, Jawa Tengah. Wilayahnya merupakan sentra bawang merah Brebes dengan penanaman intensif.

Baginya, menu wajib dalam budidaya bawang merah adalah pupuk lengkap. “Obat (pestisida) nya bisa ganti tapi untuk pupuk wajib harus ada. Gimana ya, soalnya sudah lama pakai ini (pupuk) dan hasilnya bagus,” ujarnya sambil menunjukkan pupuk yang barus saja dibelinya.

Tentang keyakinannya tersebut Wadikun mengungkapkan, setelah pemupukan terlihat jelas batangnya besar dan kokoh. Umbinya pun besar dan penampilannya menyenangkan.

Baca juga  Lindungi Bawang Merah Saat Harga Tinggi

Penyemprotan pestisida memang rutin, namun dengan tanaman kokoh frekuensi sedikit berkurang. “Nyemprot sih tetap rutin tapi tidak sebanyak dahulu. Setiap tahun tanam bawang merah juga rutin dua kali, makanya tanahnya perlu terus dipupuk biar subur,” terangnya sambil tersenyum.

Wadikun bersyukur telah menemukan pupuk yang menurutnya khusus bawang merah. Petugas lapangan juga banyak membantu kesuksesan usahataninya dengan lahan sekitar 1 ha.

Petani ini membocorkan rahasinya menggunakan  pupuk SAPRODAP. Pupuk lainnya seperti FERTIPHOS, MKP dan KAMAS. Aplikasi Pupuk MKP untuk pembuahan, pemakaian pada umur 35-40 HST. Pupuk urea menggunakan non subsidi ZNUrecote agar penyerapan Nitrogen opptimal sehingga tanaman lebih hijau segar.

Pencegahan moler menggunakan menggunakan TORBINOL 480SC, manteb 80 wp,  taft 75 wp. Pemakaian fungisida baru TORBINOL  hemat, hanya 10 ml. Sementara, untuk pengendalian ulat menggunakan OXAR.

Baca juga  Produksi Kopi Stabil, Pedagang Berani Beli Lebih Mahal

Penggunaan pupuk dasar fertiphos 200 kg / ha, pengocoran npk 16-16-16 pak tani 3 kg + kno3 merah 2kg / 200 liter air. Pengocoran (istilah petani setempat untuk pemupukan dengan cara kocor) kedua menggunakan npk 16-16-16 pak tani NPK 16 pak tani 3 kg + KNO3 putih 2 kg /200 liter dan KAMAS 3 kg/200 liter.

Wadikun mengaku tidak paham teknologi. Tapi yakin bahwa sarana produksi yang digunakan merupakan hasil teknologi yang cocok untuk bawang merah. Panen mencapai 17 ton/ha. Sebelumnya jarang meraih jumlah tersebut.

Harga yang belakangan naik seperti saat panen lalu mencapai Rp 39.000/kg membuatnya lega. Tiap musim akan menggunakan pupuk yang sama karena menurutnya sudah menjadi menu wajib.*

 

Share :

Baca Juga

Terobosan Teknologi

Produksi Kopi Stabil, Pedagang Berani Beli Lebih Mahal

Terobosan Teknologi

Budidaya Padi Keren, H. Enda Makin Untung

Terobosan Teknologi

Jurus Panen Bagus dan Tambah Untung

Terobosan Teknologi

High Value Crop (HVC): Solusi Tingkatkan Pendapatan Petani

Terobosan Teknologi

Formula Tepat untuk Panen Cabai Mantap

Terobosan Teknologi

Ketika Mustholih Melihat Sangat Jelas Hasilnya

Terobosan Teknologi

Menu Wajib untuk Hasilkan Melon Bermutu

Terobosan Teknologi

Ini Strategi Panen Kentang yang Lebih Manteb