Home / Pupuk

Senin, 3 Juni 2024 - 11:33 WIB

Panen Pedas: Mengoptimalkan Pertumbuhan Cabai dengan Pemupukan Berimbang

Panen Pedas: Mengoptimalkan Pertumbuhan Cabai dengan Pemupukan Berimbang

MAJALAHTEBAR.com. Panen pedas: mengoptimalkan pertumbuhan cabai dengan pemupukan berimbang. Tanaman cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki permintaan tinggi di pasar. Kemampuannya untuk tumbuh di berbagai kondisi geografis, dari dataran rendah hingga dataran tinggi menjadikan cabai pilihan favorit para petani. Di Indonesia, sentra produksi cabai terbesar terletak di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera, yang menunjukkan potensi besar untuk pengembangan lebih lanjut. Untuk mencapai hasil yang optimal, tentunya ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan oleh para petani.

  1. Pemilihan Varietas

Pemilihan varietas cabai yang tepat sangatlah penting. Varietas harus dipilih berdasarkan hasil panen yang baik dan adaptasi yang kuat terhadap kondisi lokal.

  1. Kualitas Tanah

Tanah yang subur adalah dasar untuk pertumbuhan tanaman yang sehat. Penting untuk memastikan bahwa tanah memiliki karakteristik fisik, kimia, dan biologis yang mendukung pertumbuhan cabai. Beberapa jenis tanah mungkin tidak cocok untuk tanaman cabai, sehingga pemilihan tanah yang tepat menjadi kuncinya.

  1. Pengelolaan Pertanian

Pengelolaan yang baik mencakup pengelolaan pupuk, sistem drainase dan irigasi, pengendalian hama dan penyakit, penentuan populasi tanaman per hektar, pengendalian gulma, serta pemanfaatan teknologi pertanian terkini. Peningkatan kualitas SDM juga penting untuk mengikuti perkembangan teknologi pertanian.

  1. Kondisi Iklim
Baca juga  Soft Launching Produk Baru PT Saprotan Utama Nusantara NPK 9-15-6 dan KOZIMA 50SC

Iklim mempengaruhi pertumbuhan tanaman cabai secara signifikan. Musim kemarau dan musim hujan memerlukan perlakuan yang berbeda untuk memastikan pertumbuhan yang optimal.

PEMUPUKAN BERIMBANG

Konsep pemupukan berimbang menjadi strategi penting dalam budidaya tanaman cabai. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tanaman mendapatkan semua unsur hara esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal, dari fase vegetatif hingga generatif. Unsur-unsur ini termasuk nitrogen (N), fosfat (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), sulfur (S), dan enam unsur mikro lainnya.

Pemupukan dasar dilakukan dengan menggunakan SS AMMOPHOS dan Suburkali BUTIR. Dosis yang direkomendasikan adalah 20 gram SS AMMOPHOS dan 10 gram Suburkali BUTIR per pokok. Sebagai alternatif, bisa juga menggunakan NPK Mutiara 16-16-16 dengan dosis 40 gram per pokok. Pupuk dasar ini diaplikasikan 7 hari sebelum tanam dan sebelum penutupan dengan mulsa.

Pupuk susulan sangat penting dan harus diberikan minimal 12 kali selama siklus pertumbuhan. Pada usia 7 dan 14 hari setelah tanam, pupuk yang digunakan adalah NPK Mutiara SPRINTER dan KARATE PLUS BORONI. Kedua pupuk ini dilarutkan dalam 200 liter air untuk 1000 tanaman, dengan dosis 200 ml per tanaman.

Baca juga  Langkah Pemupukan Dasar Tanaman Horti yang Joss!!!

Selanjutnya, pada usia 21 dan 28 hari, saat tanaman cabai memasuki fase peralihan ke generatif, diberikan NPK Mutiara 16-16-16 dan KARATE PLUS BORONI dengan dosis yang sama. Ketika tanaman memasuki fase generatif (umur 5-8 minggu), pupuk yang digunakan harus kaya akan kalium. Rekomendasinya adalah NPK Mutiara GROWER dan KARATE PLUS BORONI.

Pada usia 9-12 minggu, saat tanaman cabai mulai berbuah, kebutuhan akan kalium meningkat. Oleh karena itu, dosis NPK Mutiara GROWER ditingkatkan menjadi 6 kg ditambah 2 kg KARATE PLUS BORONI yang dilarutkan dalam 200 liter air untuk 1000 tanaman, dengan dosis 200 ml per tanaman.

Cukup nutrisi akan mencegah defisiensi dan memastikan tanaman tumbuh optimal. Konsep pemupukan berimbang ini menjadi rekomendasi untuk membantu produksi cabai dapat maksimal dan sesuai dengan potensi genetik dari bibit yang dipilih.

**Untuk melihat program pemupukan, dosis, dan cara pemakaian, download Apps Petani Cerdas di Google Playstore.*

Share :

Baca Juga

Pupuk

Dampak Negatif Penggunaan Pupuk Berlebihan dan Cara Mengatasinya

Pupuk

Permentan No.10 Tahun 2022 Tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian

Pestisida

Retailer Gathering PT Saprotan Utama Nusantara di Kalimantan Tengah : Utama dalam Kualitas Meningkatkan Produktivitas

Pupuk

Strategi Balik Modal Kilat dalam 34 Hari! Cuan Ekspress dari Budidaya Mentimun dengan Teknik Nutrisi Intensif

Pupuk

Teknik Moraga Bisa Kondisikan Panen Jeruk Lebih Cepat dan Lebih Banyak

Pupuk

Apresiasi PT Saprotan Utama Nusantara untuk Mitra Berprestasi Melayani Petani dengan Produk Kualitas Prima, Harga Terjangkau dan Tepat Waktu

Pupuk

Budidaya Paprika: Peluang Menguntungkan Bagi Petani

Pupuk

Pengendalian Asem Aseman Pada Tanaman Padi