PT. Petrosida Gresik Berkomitmen Menjaga Kualitas Produk Pestisida
Petrosida Gresik berkomitmen menjaga kualitas produk pestisida untuk semua komoditas baik tanaman pangan, hortikultura hingga perkebunan. Hindari penggunaan berlebihan.
MAJALAHTEBAR.com. Seiring dengan pesatnya perkembangan dalam sektor pertanian maka semakin banyak peluang dalam memproduksi Pestisida untuk pengendali “Hama dan Penyakit” tanaman. Salah satu perusahaan yang memproduksi Pestisida adalah PT. Petrosida Gresik, Produk pestisida yang dihasilkannya adalah Insektisida (pengendali hama tanaman), Fungisida (pengendali jamur tanaman), Herbisida (pengendali gulma), dan Rodentsida (pengendali tikus). Meski produk pestisida yang diproduksi oleh PT Petrosida Gresik sangat beragam namun tetap berkomitmen untuk menjaga “Kualitas Produk Pestisida”.
PT Petrosida Gresik adalah anak perusahaan dari PT Petrokimia Gresik, perusahaan pupuk terbesar dan terlengkap di Indonesia. PT Petrosida Gresik berdiri sejak tahun 1984 dengan memproduksi Bahan Aktif kimia untuk pertanian dan perkebunan pertama kali di Indonesia.
PT Petrosida Gresik juga menyediakan produk-produk kimia pertanian (agrokimia) seperti Pestisida, Pupuk serta Bahan kimia untuk penunjang Industri Agrokimia. Dengan luas lahan pertanian dan perkebunan di Indonesia yang begitu besar didukung dengan pengalaman kami selama lebih dari 34 tahun di Industri Agrokimia, kami berusaha berperan serta dan memberikan yang terbaik dengan produk-produk yang berkualitas kepada para petani dan pelaku usaha yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan untuk menyelamatkan hasil panennya serta membantu pemerintah menciptakan swasembada pangan di Indonesia.
MUTU PRODUK PESTISIDA
Produk pestisida pertanian merupakan salah satu sarana produksi pertanian yang membantu mengendalikan dan mengurangi dampak akibat serangan hama, penyakit dan gulma. Di dalam pestisida terkandung senyawa yang bersifat bioaktif dimana dengan satu atau lebih beberapa dapat mempengaruhi kehidupan hama sasaran.
Dalam menghasilkan pestisida, perusahaan formulator dituntut untuk tidak hanya mengutamakan kuantitas melainkan juga kualitas dari produk pestisida yang dihasilkan. Kualitas menjadi penting karena pestisida merupakan produk yang terbuat dari bahan kimia yang bersifat racun sehingga dalam pemakaiannya harus memperhatikan apakah mutunya baik, tepat sasaran dan aman bagi lingkungan.
Untuk menghasilkan produk pestisida yang berkualitas, perusahaan formulator harus melakukan pengendalian proses yang ada secara menyeluruh dimulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi dan pemasaran ke tangan konsumen. Untuk melakukan pengendalian mutu secara menyeluruh ini, maka penerapan manajemen mutu terpadu (MMT) dalam perusahaan mutlak dilakukan, karena dengan penerapan MMT perusahaan dapat melakukan perbaikan dan peningkatan mutu secara menyeluruh dan mengikutsertakan serta memberdayakan karyawan di semua level manajemen yang ada.
PENGURANGAN RESIDU PESTISIDA
Penggunaan pestisida yang luas pada setiap tahap tanaman di Indonesia menyebabkan banyak residu pestisida yang tertinggal pada hasil pertanian maupun pada lingkungan pertanian. Residu pestisida yang terdapat pada hasil pertanian mempunyai dampak yang buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Berbagai macam metode telah dikembangkan untuk mengurangi residu pestisida yang terdapat pada hasil pertanian, baik pada tahap prapanen maupun pada tahap pasca panen.
Metode prapanen meliputi penggunaan Agen Pengendali Hayati dan sistem pertanian Pengendalian Hama Terpadu, penggunaan pestisida non persisten, pengaturan waktu aplikasi pestisida, dan penggunaan arang aktif. Sedangkan metode pasca panen meliputi pencucian hasil pertanian, penggunaan ozon dan air terozonisasi, perendaman air panas, penggunaan radiasi ultrasonik dan pengaturan pH. Metode prapanen maupun pasca panen sama baiknya dalam menurunkan kadar residu pestisida pada hasil pertanian dengan memberikan hasil signifikan pengurangan residu pestisida antara 50 – 100%.
Pestisida memang memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penggunaannya. Kelebihannya, pestisida digunakan secara praktis, efisien dan efektif, mudah didapat, tidak perlu keahlian tinggi dan pengendaliannya cepat dievaluasi.
Pestisida juga dapat membunuh serangga yang berguna bagi tanaman, jadi penggunaannya harus disesuaikan. Pemakaian yang berlebihan juga mengakibatkan pencemaran lingkungan yang berdampak bagi kesehatan masyarakat. Pestisida tidak hanya digunakan di dunia pertanian, namun pestisida digunakan juga sanitasi gudang penyimpanan bahkan makanan.*










