Home / Terobosan Teknologi

Rabu, 16 Juli 2025 - 23:05 WIB

Biaya Tanam Irit Tapi Orel Saputra Bisa Panen Kentang Maksimal

Orel Saputra, petani Kentang Kerinci, Jambi (kanan) dan Alex Chandra, Agronomist PT SUN tumbuh subur, panen meningkat. n
wilayah Sumbar Timur (kiri), Pembimbing Utama.

Orel Saputra, petani Kentang Kerinci, Jambi (kanan) dan Alex Chandra, Agronomist PT SUN tumbuh subur, panen meningkat. n wilayah Sumbar Timur (kiri), Pembimbing Utama.

Biaya Tanam Irit Tapi Orel Saputra Bisa Panen Kentang Maksimal

Biaya tanam irit tapi Orel Saputra bisa panen kentang maksimal. Produksi per hektar saat cuaca ekstrim mencapai 30 – 37,5 ton/ha. Kuncinya gunakan Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara.

MAJALAHTEBAR.com. Budidaya tanaman kentang memiliki tantangan cuaca dan serangan penyakit busuk daun dan layu bakteri. Kebanyakan petani memilih istirahat tanam saat curah hujan tinggi atau cuaca ekstrim.

Kondisi ini menjadi media ideal untuk perkembangan kedua penyakit tersebut. Pasalnya, tanaman yang terkena serangan penyakit ini berisiko produksinya menurun mulai dari 50% hingga 100%. Petani bisa gigit jari alias tidak jadi panen.

Namun lahan di desa sedang endemik layu bakteri itu justeru menambah semangat Orel Saputra. Bagi petani milenial ini, perawatan ekstra tidak masalah selama mampu menghasilkan panen terbaik.

Baca juga  2 Aplikasi untuk Raih Tambahan Keuntungan

Benar saja, petani Desa Lubuk Pauh, Kecamatan Gunung Tujuh, Kerinci, Jambi ini musim lalu sempat mengejutkan petani setempat. Orel mampu memecahkan rekor panen kentang Granola G2.

Panen kentang mencapai 1,3 – 1,5 ton per andong (400m2). Dari lahannya seluas 25 andong, Orel mampu meraih total panen 30 – 37,5 ton/ha. Sementara, prestasi tertinggi petani setempat 20 – 25 ton/ha.

Lebih mengejutkan lagi, ternyata biaya produksi satu musim yang dikeluarkan Orel hanya Rp 23 juta – Rp 25 juta/ha. “Malah lebih irit tapi hasilnya lebih maksimal. Menggunakann produk PT SUN biaya tidak ugal-ugalan,” ujarnya bangga.

Orel pun mengaku bersyukur dan bangga berhasil meraih prestasi tersebut. Kebanggannya makin terasa setelah membuktikan sarana produksi yang digunakannya mampu melindungi tanaman dari gangguan hama dan penyakit. Memberikan nutrisi lengkap sehingga bisa panen lebih baik.

Baca juga  Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara Berikan Nutrisi Seimbang Hasil Maksimal

Keputusan tepat ketika Orel menerima saran dari petugas lapangan PT Saprotan Utama Nusantara. Dia percaya dengan perusahaan ini yang memiliki teknologi unggul sarana produksi. Petani di berbagai daerah pelosok Nusantara sudah banyak yang merasakan manfaatnya.

Tanpa ragu di awal tanam Orel menggunakan pupuk FERTIPHOS, SAPRODAP. Berikut pupuk lainnya seperti MAGNUM, MAGK32 dan NPK PAK TANI 16-16-16.

Fungisida menggunakan MANTEB 80WP, KUDANIL 75WP, PENTACUR 722SL. Insektisida menggunakan OXAR 100/50SC dan STARMEX 18EC.

Kesuksesan Orel tidak lantas membuatnya puas. Musim depan akan terus melanjutkan menggunakan pemupukan lengkap. Kepada petani milenial dan petani lainnya, saran Orel, jangan ragu menerapkan terobosan teknologi budidaya PT Saprotan Utama Nusantara.

Hasil tanam musim lalu sudah cukup membuktikan untuk bisa ditiru. Tanaman kentang sehat, tumbuh subur, panen meningkat. *

Share :

Baca Juga

Terobosan Teknologi

Tanaman Sehat, Panen Cabai Mantap

Terobosan Teknologi

Pondasi Kuat, Panen Cabai Meningkat

Terobosan Teknologi

Teknologi Pemupukan yang Tepat untuk Tanaman Bawang Putih

Terobosan Teknologi

Panen Padi Langsung Giling Tanpa Jemur

Terobosan Teknologi

Cara Ini Ampuh Mengendalikan Wereng, Banyak Petani yang Belum Tahu

Terobosan Teknologi

Paket Lengkap yang Membuat Bulir Padi Lebih Berbobot

Terobosan Teknologi

Panen Kubis Bebas Ulat dan Cepat Nge-Crop Setelah Sekali Mupuk

Terobosan Teknologi

Cara Ini Banyak Hasilkan Semangka Grade A Padahal di Lahan Pasir