Biaya Tanam Irit Tapi Orel Saputra Bisa Panen Kentang Maksimal
Biaya tanam irit tapi Orel Saputra bisa panen kentang maksimal. Produksi per hektar saat cuaca ekstrim mencapai 30 – 37,5 ton/ha. Kuncinya gunakan Paket Lengkap PT Saprotan Utama Nusantara.
MAJALAHTEBAR.com. Budidaya tanaman kentang memiliki tantangan cuaca dan serangan penyakit busuk daun dan layu bakteri. Kebanyakan petani memilih istirahat tanam saat curah hujan tinggi atau cuaca ekstrim.
Kondisi ini menjadi media ideal untuk perkembangan kedua penyakit tersebut. Pasalnya, tanaman yang terkena serangan penyakit ini berisiko produksinya menurun mulai dari 50% hingga 100%. Petani bisa gigit jari alias tidak jadi panen.
Namun lahan di desa sedang endemik layu bakteri itu justeru menambah semangat Orel Saputra. Bagi petani milenial ini, perawatan ekstra tidak masalah selama mampu menghasilkan panen terbaik.
Benar saja, petani Desa Lubuk Pauh, Kecamatan Gunung Tujuh, Kerinci, Jambi ini musim lalu sempat mengejutkan petani setempat. Orel mampu memecahkan rekor panen kentang Granola G2.
Panen kentang mencapai 1,3 – 1,5 ton per andong (400m2). Dari lahannya seluas 25 andong, Orel mampu meraih total panen 30 – 37,5 ton/ha. Sementara, prestasi tertinggi petani setempat 20 – 25 ton/ha.
Lebih mengejutkan lagi, ternyata biaya produksi satu musim yang dikeluarkan Orel hanya Rp 23 juta – Rp 25 juta/ha. “Malah lebih irit tapi hasilnya lebih maksimal. Menggunakann produk PT SUN biaya tidak ugal-ugalan,” ujarnya bangga.
Orel pun mengaku bersyukur dan bangga berhasil meraih prestasi tersebut. Kebanggannya makin terasa setelah membuktikan sarana produksi yang digunakannya mampu melindungi tanaman dari gangguan hama dan penyakit. Memberikan nutrisi lengkap sehingga bisa panen lebih baik.
Keputusan tepat ketika Orel menerima saran dari petugas lapangan PT Saprotan Utama Nusantara. Dia percaya dengan perusahaan ini yang memiliki teknologi unggul sarana produksi. Petani di berbagai daerah pelosok Nusantara sudah banyak yang merasakan manfaatnya.
Tanpa ragu di awal tanam Orel menggunakan pupuk FERTIPHOS, SAPRODAP. Berikut pupuk lainnya seperti MAGNUM, MAGK32 dan NPK PAK TANI 16-16-16.
Fungisida menggunakan MANTEB 80WP, KUDANIL 75WP, PENTACUR 722SL. Insektisida menggunakan OXAR 100/50SC dan STARMEX 18EC.
Kesuksesan Orel tidak lantas membuatnya puas. Musim depan akan terus melanjutkan menggunakan pemupukan lengkap. Kepada petani milenial dan petani lainnya, saran Orel, jangan ragu menerapkan terobosan teknologi budidaya PT Saprotan Utama Nusantara.
Hasil tanam musim lalu sudah cukup membuktikan untuk bisa ditiru. Tanaman kentang sehat, tumbuh subur, panen meningkat. *










