Ini Syarat Agar Petani Selalu Untung
Ini syarat agar petani selalu untung dalam situasi harga beras mahal. Menerapkan pemupukan berimbang, mengendalikan hama dan penyakit dengan bijak dan tepat.
MAJALAHTEBAR.com. Petani sering tidak menikmati tingginya harga beras karena ongkos tanam yang mahal khususnya sarana produksi (pupuk, pestisida). Selain itu, panen yang tidak maksimal akibat serangan hama, termasuk pengaruh dampak perubahan iklim. Masih ada tambahan faktor pembatas yakni rantai distribusi yang panjang yang membuat tengkulak dan pedagang lebih banyak mengambil keuntungan daripada petani.
PETANI BELUM TENTU MENIKMATI
Meningkatnya harga benih, pupuk, dan pestisida, membebani petani dan mengurangi potensi keuntungan mereka. Untuk mengatasi berkurangnya potensi keuntungan yang disebabkan oleh biaya produksi yang tinggi adalah dengan cara pemupukan, identifikasi dan pengendalian hama yang tepat serta pemberian nutrisi yang tepat untuk tanaman.
Pupuk yang menjadi bagian utama budidaya tanaman padi oleh petani yakni Urea.Pupuk urea adalah pupuk nitrogen yang berfungsi sebagai sumber nutrisi esensial untuk pertumbuhan tanaman, membantu pembentukan klorofil dan protein, serta meningkatkan hasil panen. Yang biasanya dijadikan sebagai pupuk dasar.
Selanjutnya Pupuk Za adalah Pupuk Amonium Sulfat (Zwavelzure Ammoniak) yang menyediakan unsur hara nitrogen (N) dan belerang (S) penting untuk pertumbuhan tanaman, dan ketahanan terhadap hama penyakit. Pupuk ini berbentuk kristal putih dan dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman, terutama pada tanah alkali karena membantu menurunkan pH.
Petani padi juga ada yang menggunakan Pupuk Sidanik. Mengapa pupuk ini penting? Tidak lain karena pupuk Sidanik mampu memperbaiki kesuburan tanah. Membuat struktur tanah menjadi lebih gembur. Berfungsi sebagai penyangga pH tanah. Mengandung ZPT yang mampu mendorong pertumbuhan tanaman.
Penggunaan pestisida yang tepat sebagai pengendali hama dan penyakit selama proses tanam juga memiliki peran yang tak kalah penting untuk meningkatkan hasil produksi gabah.
HASIL PANEN KURANG MAKSIMAL
Serangan hama seperti tikus dan wereng, serta masalah cuaca ekstrem (misalnya, El Nino), dapat mengurangi hasil panen dan membuat petani rugi. Serangan hama tidak bisa diprediksi seperti halnya di beberapa wilayah Subang, Jawa Barat ada serangan hama wereng. Begitu halnya dengan di wilayah Karawang, Jawa Barat yang terserang penggerek batang dan bercak daun.
Agar petani panen maksimal dan mendaapatkan untung saat harga beras di pasaran mahal, perlu melindungi tanaman padi dengan produk yang tepat. Teballo merupakan insektisida sistemik racun kontak dan lambung untuk mengendalikan hama wereng coklat. Permifos merupakan insektisida sistemik racun kontak dan lambung untuk mengendalikan bercak daun atau perusak daun.
Sidarat merupakan Rotensida antikoagulan untuk mengendalikan tikus sawah rattus argentiventer dan tikus belukar tiomanicuss. Nutricomb B adalah Pupuk daun lengkap mengandung unsur makro dan mikro, efektif untuk tanaman pada fase pertumbuhan generative
PANJANGNYA RANTAI DISTRIBUSI
Gabah atau beras harus melewati banyak perantara, seperti tengkulak, penggilingan, dan distributor, sebelum sampai ke konsumen. Hal ini membuat petani harus menjual gabah dengan harga murah di awal, sementara harga di tingkat konsumen sangat tinggi.
Selain itu, adanya peran tengkulak yang menggerus margin keuntungan petani. Ketika pengawasan berkurang, tengkulak kembali membeli gabah dari petani di bawah Harga Pokok Pembelian (HPP), sehingga petani tidak mendapatkan keuntungan yang semestinya.
Petani kadang bertindah sebagai konsumen beras. Banyak petani sendiri juga harus membeli beras dari pasar pada waktu-waktu tertentu. Ketika harga beras naik, mereka juga merasakan dampak negatifnya sebagai konsumen.
Dampak kenaikan harga beras pada petani dan konsumen berbeda. Bagi petani, mengalami kerugian atau keuntungan yang tidak sebanding dengan biaya produksi dan risiko pertanian. Sementara daya beli mereka juga menurun karena meningkatnya biaya hidup.
Agar petani selalu untung dalam situasi harga beras naik, menerapkan budidaya secara tepat. Memberikan pemupukan berimbang dan mengendalikan hama dan penyakit dengan bijak dan tepat..
Bagi konsumen, menghadapi harga beras yang terus naik, meningkatkan inflasi pangan. Tentunya akan membebani pengeluaran rumah tangga.*










