Home / Pestisida

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:57 WIB

PT SUN Panen Raya Padi 10 Ton Petani Makmur Daerah Maju

PT SUN Panen Raya Padi 10 Ton Petani Makmur Daerah Maju

PT SUN panen raya padi 10 ton petani makmur daerah maju. Menjaga pertanian berkelanjutan ramah lingkungan dengan sarana produksi yang tepat.

MAJALAHTEBAR.com. Ada pesan tersirat saat PT. Saprotan Utama Nusantara (PT. SUN) menggelar Panen Raya Padi 10 ton di Demak belum lama ini. Melalui lomba panen padi, petani bersemangat meningkatkan produksi. Daerah akan menyumbang produksi padi lebih besar.

Direktur Utama PT SUN Markus Wibowo menyatakan, petani mencapai hasil panen padi 10 ton per hektar ini, bahkan ada beberapa petani bisa mencapai 14 ton per hektar. “Pada musim tanam padi pertama kalau 30 persen para petani yang bisa mencapai panen padi 10 ton per hektar,  maka di Kabupaten Demak saja yang luas lahannya mencapai  150.000 ha, jadi 150.000 ha kali 10 ton 1.500.000 ton, musim kedua misal ada 50 persen petani yang mencapai hasil 10 ton bisa kita hitung sudah berapa banyak yang dihasilkan dan begitu seterusnya, sehingga kabupaten Demak ini menjadi salahsatu lumbung padi nasional,” tegasnya Markus Wibowo.

Peningkatan produksi tesebut bukan hanya sebagai gebrakan awal. Namun dilakukan secara berkelanjutan di beberapa daerah.

PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN

Karenanya, PT SUN juga mendukung upaya daerah yang memiliki kebijakan menjaga pertanian ramah lingkungan berkelanjutan. Seperti di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Baca juga  Ikuti 5 Aturan Penting Menanam Jagung Agar Panen Berlimpah

Para petani di Ngawi pun menunjukkan, bahwa dengan pertanian ramah lingkungan tetap bisa menghsilkan panen maksimal. Panen raya padi di Kecamatan Geneng, Ngawi, Jawa Timur, Desember 2025 lalu membuktikan, Purwanto dari Gempol, Karangjati yang menanam vaietas Logawa dengan hasil panen bersih 13,328 ton/ha.

Demikian juga dengan Suwarlan dari Desa Sidomakmur, Kecamatan Widodaren dengan 13,219 ton/ha menggunakan varietas Inpari32. Petani lain yakni Gunawan dari Desa Pangkur juga bisa meraih diatas 10 ton dengan hasil bersih 12,240 ton/ha menggunakan varietas Inpari 32 Promeo.

Prestasi petani tersebut akan mendorong peningkatan produksi di Kabupaten Ngawi. Daerah ini umumnya sudah menerapkan tiga kali musim tanam padi (IP300).

Kegiatan panen padi 10 ton per ha juga telah dilaksanakan diberbagai daerah antara Sragen, Sukoharjo Jawa Tengah, Ngawi Jawa Timur, Tasikmalaya Jawa Barat dan kedepan  daerah-daerah lain.

H. Sriyanto, RSM PT SUN wilayah Jawa Nusra mengatakan, melalui Lomba Panen Padi 10 Ton GKP Per Hektar dari PT SUN petani bisa membuktikan dengan sarana produksi yang tepat mampu meningkatkan produksi. Pendapatan petani pun tentu akan ikut meningkat.

“Perusahaan siap membantu petani dengan pendampingan petugas lapangan maupun pemanfaatan teknologi drone untuk pengendalian hama dan penyakit, sehingga tanaman terlindungi. Petani mendapatkan panen yang maksimal,” imbuhnya.

Rangkaian kegiatan panen raya padi 10 ton PT. Saprotan Utama Nusantara di beberapa daerah mendorong peningkatan permintaan pupuk dan pestisida. Yuri Wibowo, Direktur PT SUN menegaskan, pihaknya berusaha untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Baca juga  Begini Cara Hasilkan Buah Semangka Besar dan Manis

“Perusahaan akan menambah kapasitas NPK dari 200 ribu ton ke 300 ribu ton. PT SUN akan menambah pabrik 3 unit lagi pabrik di Riau dan Demak,” kata Yuri.

Sementara Marcia Wibowo, Direktur PT SUN mengatakan perkembangan produk pestisida luar biasa. Baik insektisida, fungisida maupun herbisida mengalami tren naik bahkan ada yang sampai dua kali lipat.

Marcia Wibowo menambahkan, kedepan PT SUN akan mengembangkan produk baru. Pengembangan ke produk bio seperti biostimulan, biopestisida, asam amino hingga produk modern berbasis DNA.

PAKET LENGKAP BUDIDAYA PADI

Keberhasilan petani meraih panen padi 10 ton/ha bahkan didukung dengan penggunaan Paket Lengkap PT SUN untuk budidaya tanaman padi.

Purwanto, menggunakan NPK 16-16-16 Pak Tani dan Fertiphos serta FERTIBIO untuk pertanian ramah lingkungan. Tidak ketinggalan Pupuk Soluble: CPN, Ultradap, Magnesium. Paket pemupukan ini untuk fase vegetatif membuat akar banyak, anakan banyak dan batang kuat.

Sementara, untuk meningkatkan produksi menggunakan Pupuk MKP dan Magnesium. MKP bisa dicampur Fungisida Torbinol.Pengendalian gulma menggunakan herbisida TODAN 50/10 OD dan ULTRON 25/18 WP, duet maut untuk melindungi tanaman padi. Pengendalian wereng dengan TORAM 25 SP.*

Share :

Baca Juga

Pestisida

Retailers Gathering PT Saprotan Utama Nusantara di Jember dan Banyumas: Program Mantap, Usaha Makin Berkembang

Pestisida

Panen Raya Jagung PT SUN di Kediri, Jawa Timur

Pestisida

Petrosida Gresik Jungle Land at Petro Agrifood Expo 2023

Pestisida

Teknologi Untuk Peningkatan Produktivitas Pertanian

Pestisida

PAGUYUBAN FORMULATOR LATUBO: Memperkuat Silaturahim Meski Bersaing Pasar

Pestisida

Meningkatkan Ketahanan Pertanian dalam Menghadapi Tantangan Iklim

Pestisida

Maksimalkan Produktivitas Tanaman Jagung

Pestisida

Mengenali Pengendalian OPT Musim Penghujan Agar Produksi Optimal